💜💜💜💜💜
💜💜💜💜
💜💜💜
💜💜
💜
SELAMAT MEMBACA
•••
Minggu pagi pemuda dengan celana training dipadu kaos putih itu sudah berdiri di depan asrama, menunggu gadis yang beberapa hari ini menjalin hubungan dengannya untuk diajak jalan-jalan.
Gadis yang ia tunggu-tunggu itu akhirnya keluar, lagi-lagi dengan terburu-buru, bahkan ia memasang jepit andalannya sambil berjalan, "Duh, maaf Kak udah buat kamu nunggu."
Jungkook meraih jepit kelinci yang baru saja dipasang itu lalu melepasnya, membiarkan poni pendek itu mengganggu wajah y/n. Memandangnya sebentar, pemuda itu kembali memasangkannya dengan lebih rapi.
"Gapapa, gue suka dibuat nunggu," Bohong sekali, Jungkook sama sekali tak suka menunggu barang sebentar saja. Ia biasanya akan menggerutu atau bahkan langsung pergi, tapi untuk y/n sepertinya merupakan pengecualian.
"Yaudah ayo jalan," Agenda mereka adalah jogging kali ini, keduanya sepakat untuk berlari bersama di taman kota.
"Ayo," Tangan besarnya menggenggam tangan gadisnya, sengatan listrik kecil tiba-tiba terasa menjalar di antara tautan keduanya.
Keduanya duduk di sebuah bangku yang sekiranya cukup sepi untuk beristirahat.
"y/n?"
"Eh Mamah, ngapain di sini?"
Wanita paruh baya itu tiba-tiba menarik telinga y/n, "Ternyata benar yang dibilang Enni, tega sekali kau berbuat begitu pada kakakmu sendiri. Mamah nggak pernah ya mengajari hal seperti itu."
"Eh Tan udah lepasin dulu, kan bisa dibicarakan baik-baik," Tegur Jungkook sembari mencoba melepaskan tangan itu dari telinga y/n.
"Kenapa sih Mah? Aku nggak ngelakuin apa-apa loh dari kemaren, kenapa Mamah tiba-tiba marah gini sih? Apa yang udah kakak bilang ke Mamah?"
"Kamu Jungkook kan?" Si pemuda mengangguk heran, mengapa tiba-tiba wanita itu menanyakan namanya? Apa mungkin ini berhubungan dengan dirinya? Tapi rasanya itu mustahil.
"Kamu pacarnya Enni kan? Dia bilang y/n rebut kamu dari dia," Jelasnya membuat kedua bola mata Jungkook membola.
Sepertinya masalah ini memang berhubungan dengan dirinya, "Tante salah paham, saya itu bukan pacarnya Enni. Dan y/n sama sekali nggak melakukan apa yang Tante tuduhkan barusan, malah saya sendiri yang mengajak dia pacaran."
"Mamah denger kan? Aku nggak pernah rebut apapun dari kakak, aku nggak sejahat itu, Mah," Sahut y/n yang sudah mulai berlinang air mata, bisa-bisanya Enni mengarang hal seperti ini dan ibunya itu malah mempercayainya. Ia tak habis pikir, hanya karena Jungkook, kakaknya itu sampai membuat ibunya marah pada y/n.
Wanita itu terlihat merasa bersalah, gurat penyesalan terpancar di wajah keriputnya, "Jadi kakakmu berbohong tentang itu?" y/n hanya mengangguk.
"Astaga, maafin Mamah sayang. Mamah udah nuduh kamu, maafin Mamah udah marah-marah sama kamu," Ia segera merengkuh y/n membuat gadis itu pun semakin deras mengeluarkan tangisnya.
"y/n, maafin Mamah ya?"
Gadis itu mengangguk, "Iya Mah, y/n nggak pernah marah kok sama Mamah."
Wanita paruh baya itu mengusap surai putri bungsunya dengan sayang, "Apa selama ini kakakmu sering menindasmu begini, sayang?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Oneshoot BTS [END]
Fanfic[ BIASAIN VOTE YAH KALO BACA STORY APAPUN DAN SIAPAPUN AUTHOR NYA, VOTE DARI KALIAN ITU ADALAH BENTUK PENGHARGAAN BUAT AUTHOR ] - 💜jk - 💚v - 💛jimin - 💙rm - 💖jhope - 🖤suga - 💗jin Kumpulan story buat yang suka haluin Bangtan. Cuma short story p...
![Oneshoot BTS [END]](https://img.wattpad.com/cover/306434460-64-k492882.jpg)