Aktivitas Sehabis Tempur

22 3 0
                                        

Wanita paruh baya itu sudah beberapa kali menghela napas berat. Tangannya sedari tadi memegangi ponsel sambil beliau celingukan melihat ke luar rumah. Sudah pukul 18.30 tetapi putranya tak kunjung pulang. Akhirnya, dia menghubungi salah satu nomor yang dirasa bisa memberikan informasi.

“Halo, Lyan?”

“Halo, Tante Maria. Iya, kenapa, Tan?”

“Lyan, Adiv sama kamu, Nak?”

“Adiv? Enggak, Tante. Ini aku baru aja pulang dari rumah temen, habis ada kerja kelompok.”

“Oh gitu, ya?”

“Iya. Kenapa, Tan? Adiv belum pulang?”

“Belum, Ly. Ditelpon juga gak diangkat. Biasanya kalau mau main juga ijin dulu. Ini malah gak ada kabar.”

“Em, nanti Lyan coba bantu cari Adiv ya, Tan. Aku cari info dari temen-temen yang lain, siapa tau ada kabar soal Adiv. Tante Maria yang tenang, ya.”

“Iya, Ly, makasih. Maaf jadi ngerepotin kamu.”

“Bukan masalah, Tan. Em, aku tutup telponnya ya, Tan. Aku cari Adiv sekarang.”

“Iya, Ly. Sekali lagi makasih banyak.”

“Sama-sama, Tante.”

Panggilan berakhir. Namun, wanita itu masih memasang wajah muramnya. Entah mengapa, perasaannya tidak enak. Dia duduk di sofa, sambil menatap kosong ke lukisan keluarga, dimana ada putranya yang terlihat tampan di sana.

...

Lyan berdecak kesal sebab panggilan telepon kepada Adiv, Mario, Daren, bahkan Hanan tidak terjawab. Sudah beberapa kali panggilan ia coba, namun hasilnya nihil.

“Ini mereka pada kemana sih?” kesalnya.

Tak mau membuang waktu, Lyan langsung melangkahkan kakinya keluar rumah. Tidak berpamitan kepada orang rumah, karena sekarang rumahnya kosong, hanya ada dia seorang. Mama dan Papanya pergi keluar. Dari teras, Lyan menghentikan langkahnya. Di luar hujan. Ia harus bagaimana?

Satya Aji

Sat|
Oy|
Tong, anterin gue|
Nyariin Adiv|

Sial, terakhir dilihat pukul 16.03

Lyan mengambil payung yang berada di samping pintu. Ia gunakan untuk menerobos hujan, menuju rumah saudara sepupunya. Satya harus disusul.

“Sat! Satya!”

Pintu rumah dibuka. Itu Tante Rina.

“Kenapa, Ly?”

“Tante, aku mau ngajak keluar Satya sebentar. Boleh, ya, Tan?”

“Ngajak keluar gimana? Satya aja belum pulang.”

“Ha? Belum pulang?”

“Iya, mungkin ada urusan osis.”

“Tapi hari ini gak ada rapat, Tante.”

“Oiya, kamu juga osis, ya? Terus dia kemana? Satya gak bilang-bilang mau pulang telat.”

Lyan semakin pusing.

ParodyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang