Diputar dulu musiknya biar tambah ngefeel
Jangan lupa isi daftar hadir dulu, tekan tombol bintang di pojok kiri bawah.
Selamat membaca!
—
Dua remaja itu berjalan di lorong sekolah. Sedikit canggung bagi Vara, sedang Dayyan biasa saja. Tidak ada percakapan diantara keduanya, mereka sama-sama diam. Kemudian langkah kaki terhenti. Dayyan dicegat oleh seorang laki-laki. Mungkin dia murid kelas sebelah.
“Jadi nongkrong kagak?” ucap cowok itu, panggil saja Chandra.
“Sore ini gak dulu. Tungguin aja kalau malam,” jawab Dayyan.
“Kenapa? Mau kencan?” Chandra melirik Vara sekilas, kemudian menatap Dayyan sambil senyum nakal.
“Mulut lo!” ucap Dayyan sambil memelototi Chandra. “Maafin, ya, Var,” lanjut Dayyan kepada Vara. Cewek itu tersenyum maklum, dia malu sekali.
“Ya udah, sono! Jangan lupa dibalikin tuh anak orang! Awas, hamil!” celetuk Chandra yang langsung kabur.
“Kurang ajar,” desis Dayyan.
“Eh, Dayyan.” Cowok itu langsung noleh pada Vara. Ya iyalah! Orang namanya Dayyan. “Aku langsung ke depan gerbang aja, gimana?”
“Iya, boleh,” jawab Dayyan.
“Oke. Aku langsung ke sana, ya!”
“Iya, hati-hati.”
Vara berjalan menjauhi Dayyan sambil senyum-senyum sendiri. Apaan tadi?! Padahal cuma ke depan gerbang, tapi dibilang hati-hati. Dayyan perhatiannya gak tau diri.
Vara berdiri menunggu Dayyan yang keluar dari halaman sekolah. Pikirannya asyik menerka kira-kira apa yang terjadi setelahnya. Minum es puter sama cowok berdua doang tuh agak deg-deg-ser.
Dia teringat dua kawannya. Langsung saja dia menurunkan tasnya, dia keluarkan handphone untuk mengabari Naura dan Veli bahwa dia tidak bisa pulang bersama.
Hidup Itu Parodi
Anda, Cellambeturah...
Sorry, gue duluan|
NauranakSGM
|Knp?
Velisyasuuu
|Ono opo?
Cellambeturah
|Y. Gpp
NauranakSGM
|@cellambeturah Anak SMP
tidor sono!
Cellambeturah
|@NauranakSGM asik nih
kalau ngadu ke Bang Dhika
kalau ayang Rara rindu 😊
NauranakSGM
|🖕
Velisyasuuu
|Vara!
|Dimane lo?!
ADA DEH 😝|
“Vara? Ayo.”
Vara sedikit tersentak. Kemudian gadis itu langsung memasukkan smartphone miliknya pada tas lagi.
“Oh iya, sebentar,” katanya sambil tergesa-gesa menyandang tas pada bahu.
“Berdiri bisa, gak?”
KAMU SEDANG MEMBACA
Parody
Teen FictionPARODY hidup itu konyol kalau hidup saja penuh kekonyolan... gimana makhluknya gak edan?! seperti parodi, mereka menjalaninya dengan mengikuti alur semesta- -tapi dengan ugal-ugalan --- mohon hargai karya setiap orang mungkin agak gila dan gak jelas...
