Hari ini harusnya jadi hari yang di tunggu-tunggu Jeviar. Apalagi hari ini jadi salah satu moment terbaik dalam hidupnya setelah berulang kali meyakinkan pilihannya. Belum lagi, membayangkan bagaimana ia harus melalui lika-liku hidup bersama Dana yang –nggak perlu diceritakan lah ya, intinya mereka berdua sudah lalui dengan berat.
Sebelum pernikahan pun Jeviar masih sempat-sempatnya bertengkar dengan Dana, sampai membuat Haidar ingin menggetok kepala abangnya –yang untungnya ditahan oleh Kale –yang hampir adu jotos dengan Jeviar, sampai Theo datang dan menyatakan semuanya baik-baik saja. Baru lah Jeviar merasa tenang.
Dan sekarang. Jeviar degdegan menunggu Dana datang, bahkan ia sempat memilin-milin jemarinya dan membuat giginya bergemeletuk, membuat ia harus di tegur oleh sang mama, barulah ia bisa diam. Dan tepat saat itu juga, Dana datang dengan Marko yang menggandeng lengannya, membuat Jeviar hampir terbakar api cemburu, tapi buru-buru diberi kode oleh Kale untuk tetap tenang. Ketika Dana berdiri di depan Jeviar dan menatap matanya, hal-hal yang membuatnya campur aduk pun menghilang begitu saja, dan tergantikan dengan sebuah senyumannya. Setelahnya, ia pun menggandeng tangan Dana dan membawanya ke depan altar.
“Ngeliat Dana yang manis banget, gua jadi rela dia sama Jeviar,” kata Jonathan sambil tersenyum. Theo merangkul pinggang Jonathan sambil ikut tersenyum juga.
“Tapi kalo inget gimana rusuhnya Jeviar bikin wedding vows, mending Dana sama yang lain. Soalnya Jeviar nyusahin,” kata Semesta sarkas, langsung dicubit kecil pinggangnya oleh Niskala.
“Gua jadi penasaran sama wedding vows mereka. Kira-kira, siapa yang bakalan nangis,” kata Yuta bertaruh.
“Yakin seratus persen, Dana yang terharu,” balas Marko.
“Nikahan orang malah dibuat taruhan. Dasar anak Teknik,” kata Awan. Bayu pun menggelengkan kepala, melihat tingkah teman-temannya.
“Udah-udah. Udah mau mulai nih,” kata Juan. Mereka semua pun kembali terdiam.
“Welcome, family, friends and loved ones. We are gathered here today, surrounded by the beauty of creation and nurtured by the sights and sounds of nature to celebrate the wedding of Jeviar Christian and Adira Perdana,”
“You have come here from nearby and far away to share in this commitment now they make to one and another, to offer your love and support to their union, and allow Jeviar Christian and Adira Perdana to start their married life together surrounded by the people dearest and most important to them,” kata sang pendeta. Lalu setelah itu, Jeviar membuka pembacaan sambil menatap ke arah Dana.
“Let me not to the marriage of true minds, admit impediments. Love is not love which alters when it alteration finds, or bends with the remover to remove. O no, it is an ever-fixed mark that looks on tempests and is never shaken; It is the star to every wand’ring bark, whose worth’s unknown, although his height be taken,”
Dana pun membalas ucapan Jeviar, “Love’s not time’s fool, though rosy lips and cheeks, within his bending sickle’s compass come; love alters not with his brief hours and weeks, but bears it out even to the edge of doom. If this be error and upon me proved, I never writ, nor no man ever loved,”
Setelahnya, keduanya pun mengikat janji sambil bergandengan tangan dan menatap satu sama lain.
“Adira Perdana, I, Jeviar Christian, take you as you are, loving who you are now and who you are yet to become, I promise from this day forward. To be grateful for our love and our life. To be generous with my time, my energy and my affection,”
KAMU SEDANG MEMBACA
Tale of Us
AcakKumpulan ide yang tidak sempat terealisasikan warning❗ - harsh words - bxb - mature content please be a smart reader. if you don't like it just don't read it
