Perfume #SungTaro

31 1 0
                                        

Nggak tau Sungchan udah berapa lama ga ketemu sama Shotaro, yang dia tau, sekarang semuanya udah kembali ke semula. Sungchan balik lagi ke kegiatannya bareng Beomgyu sama Jeongin.

Tapi, temen-temennya juga tau, walaupun Sungchan keliatan seperti biasanya, sebenernya yang dia lakuin cuma menipu diri sendiri. Karena mereka sesekali ngedapetin Sungchan yang ngelamun atau sesekali nengok ke arah lain, tapi nggak nemuin orang yang dia cari.

"Chan, nyari apa?" Tanya Beomgyu. Sungchan pun balik nengok ke arah Beomgyu dan senyum.
"Bukan apa-apa. Sampe mana tadi?" Tanya Sungchan.

"Buat PORSEMA (Pekan Olahraga dan Seni Mahasiswa) nanti, lo mau jadi panitia nggak? Bang Mingyu yang ngajakin langsung nih, berhubung lo ketua futsal," kata Beomgyu lagi.
"Kalo lo nggak mau, biar gua yang maju juga nggak apa-apa," balas Jeongin.

"Nggak, gua aja. Lo pada nanti kan sibuk juga sama anak-anak himpunan," kata Sungchan. Keduanya pun menghela napas berbarengan.
"Kenapa?" Tanya Sungchan.

"Pengen kabur gua dari rapat hima," kata Beomgyu.
"Gua juga nggak mau ketemu Bang Lino, ntar nggak bakalan bisa kabur ke UKM," kata Jeongin. Sungchan pun menertawakan nasib kedua temennya itu.

"Lo enak Chan, punya jabatan di UKM setidaknya ga diseret buat masuk HIMA, nah kita? Udah punya jabatan tapi tetep aja disuruh masuk HIMA," sungut Beomgyu.
"Namanya juga nasib, Gyu," balas Jeongin. Sungchan lagi-lagi tertawa.

"Lo pada ngobrolin apaan sih? Seru banget kayaknya," kata teman mereka yang baru saja bergabung, Ryujin namanya. Walaupun dia perempuan, gitu-gitu dia wakil ketua UKM futsal.
"Ngebahas soal PORSEMA nih kayaknya," kata teman satunya, Heeseung yang baru datang juga.

"Itu udah kelar, sekarang kita lagi meratapi nasib," balas Jeongin.
"Nasib siapa?" Tanya Ryujin.
"Nasib ketua kita," celetuk Beomgyu. Sungchan dengan sukarela langsung ngejitak Beomgyu.

"Nyebut lo kalo ngomong," kata Sungchan.
"Dengan menyebut nama Tuhan Yang Maha Esa, ngebahas nasibnya Sungchan," lanjut Beomgyu. Sungchan ngendengus pelan, sedangkan teman-temannya malah ketawa ngakak. Emang kurang ajar mereka.

"Tapi omong-omong, lo putus sama kakak imut lo itu?" Tanya Heeseung.
"Nah, mumpung Hiseng udah nyebut, lo beneran putus?" Tanya Ryujin juga.
"Kok ini jadi menyerang ke gua semua ya pertanyaannya, apa nggak ada pertanyaan lain?" Kata Sungchan setengah bercanda.

"Ada, lo kenapa putus?" Tanya Beomgyu.
"Lah emang udah putus ya?" Lanjut Jeongin. Sungchan langsung mengusap wajahnya kasar.
"Monyet lo semua," kata Sungchan.

Tapi apakah Sungchan bakalan ceritain ke temen-temennya? Tentu saja tidak. Bukan karena dia ga percaya sama temen-temennya, tapi dia juga bingung harus gimana ceritanya. Karena emang sejak awal antara Sungchan dan Shotaro emang nggak memulai apapun.

###

Nggak kerasa udah masuk ke minggu-minggu kegiatan PORSEMA, Sungchan sendiri sekarang lagi sibuk duduk di pinggir lapangan jadi panitia pengawas bareng Ryujin. Sedangkan temen-temennya sibuk di himpunannya masing-masing.

Apalagi ada perjanjian juga, anak UKM yang cabang olahraga atau seni nya dilaksanakan nggak boleh ikutan jadi peserta. Karena bakalan ngasih kesan ga adil buat himpunan lainnya.

Pas Sungchan lagi ngerapihin kertas pendaftaran, lagi-lagi dia nyium wangi yang dia kenal, tapi kali ini dia menahan diri untuk nggak kedistraksi sama sekali.

"Chan ada Kak Taro," kata Ryujin. Tapi Sungchan tetep pura-pura sibuk sama kertas-kertasnya.
"Duduk aja dulu kak, Sungchannya masih sibuk, aku mau ke sana dulu ya, nyamperin temen-temen," ijin Ryujin sambil pergi ninggalin Sungchan.

Wangi yang udah lama bikin Sungchan terdistraksi sesekali itu makin menguat tepat setelah sosok tersebut duduk di sebelahnya.
"Chan," panggilnya lembut.

Gawat.
Sungchan makin ga bisa mikir jernih.

"Maaf," katanya pelan. Sungchan pun langsung menoleh ke arah sosok tersebut, dan mendapati Shotaro yang tengah menatapnya dengan mata yang berkaca-kaca. Sungchan menatap wajah itu dengan perasaan yang campur aduk, bahkan dia nggak tau ini cuma halusinasinya belaka atau kenyataan.

"Kenapa?" Bisik Sungchan.
"Aku minta maaf buat semuanya," kata Shotaro sambil tersenyum tipis, sebelum akhirnya sosoknya menghilang.

###

Seketika Sungchan terbangun dengan napas yang terengah-engah. Ia melirik ke arah jam di nakas, menunjukkan pukul 3 pagi. Dan sekarang Sungchan nggak bisa tidur lagi.

"Kenapa harus mimpiin lo sih kak?" Gumam Sungchan pelan sambil mengusap wajahnya kasar. Ia pun pergi ke luar kamarnya sambil membawa jaket dan juga kunci motor.

"Chan, mau kemana?" Tanya seseorang. Sungchan pun menoleh dan mendapati Dino yang sedang mengusap-usap matanya.
"Mau keluar sebentar kak," balas Sungchan sambil tersenyum tipis.
"Hati-hati, jangan ngebut," kata Dino. Sungchan hanya mengangguk dan mendapati Dino yang kembali masuk ke kamar.

Setelahnya, Sungchan pun mengeluarkan motornya keluar rumah kontrakan tersebut dan mengendarainya ke suatu tempat.

"Lo kenapa cuma dateng di mimpi gua doang? Dan lagi cuma minta maaf," kata Sungchan saat sampai di suatu tempat. Namun tidak ada satupun yang membalas perkataannya.
"Kalo lo merasa bersalah, kenapa lo nggak muncul sekalian di hadapan gua?" Lanjutnya. Namun yang diajak ngobrol pun hanya tetap diam. Sungchan pun menghela napasnya dengan keras dan mengusap wajahnya dengan kasar.

"Setidaknya lo harus buka mata dan ngomong langsung soal semuanya, biar gua tau gimana perasaan lo sekarang kan, Sho?" tanya Sungchan sambil menatap ke arah seseorang yang sedang berbaring dengan damai di tidurnya.

###

Sore itu, saat PORSEMA sedang dilaksanakan, Shotaro memang ingin menemui Sungchan yang sedang sibuk mengatur kertas dengan Ryujin di lapangan futsal yang mereka sewa. Ada banyak hal yang memang ingin ia luruskan dengan Sungchan. Namun, karena ia berjalan terburu-buru tanpa menoleh kanan-kiri, saat menyebrangi jalan untuk menuju ke tempat futsal, Shotaro diserempet motor yang baru diketahui kalau itu adalah pelaku pencurian motor. Naasnya, ia terseret dan kehilangan banyak darah, sehingga membuatnya terjatuh dalam kritis tanpa berhasil mengucap apapun pada Sungchan.

 Naasnya, ia terseret dan kehilangan banyak darah, sehingga membuatnya terjatuh dalam kritis tanpa berhasil mengucap apapun pada Sungchan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tale of UsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang