Kumpulan ide yang tidak sempat terealisasikan
warning❗
- harsh words
- bxb
- mature content
please be a smart reader. if you don't like it just don't read it
Hari ini semua orang ngerayain keberhasilan mereka di acara Met Gala. Nggak cuma orang-orang yang dari industri hiburan doang yang diundang, beberapa supermodel juga ikut memeriahkan acara Met Gala tersebut, salah satunya adalah Soonyoung yang merupakan salah satu supermodel yang diundang.
Biasanya, Soonyoung yang merasa antusias mengikuti hal ini dan bertemu teman-temannya justru hari ini ia merasa jenuh, karena temannya dari sesama negaranya tidak datang.
"Hoshi, you look a lit," puji seseorang. Soonyoung yang menggunakan nama panggung Hoshi itu pun menoleh dan tersenyum, kemudian menyapa dan memeluknya. "Kamu dari tadi disini?" Tanya Soonyoung. Orang itu pun mengangguk pelan. "Aku menyapa teman-temanku saat kuliah dulu, baru berkeliling dan bertemu kamu," kata temannya ceria. Soonyoung pun tersenyum.
"But, why you look like a sadness inside Riley?" Tanya temannya itu. "Am I? Ah, mungkin karena tema dan make up yang ku pakai hari ini," kata Soonyoung sambil memegang pipinya pelan. Temannya pun menggenggam tangan Soonyoung dan meremasnya pelan. "Maybe you need some fun there, aku kenalin ke teman-temanku ya," katanya. Belum sempat Soonyoung menolak, temannya itu sudah membawanya bertemu teman-temannya.
Disana Soonyoung dikenalkan dengan beberapa orang dari kalangan industri yang berbeda, namun dari salah satunya, ia tertarik dengan seseorang bertubuh atletis dan menggunakan jas hitam yang sedang memunggunginya, walaupun terkesan basic, namun Soonyoung dapat merasakan auranya yang memancar. "Who is he?" Tanya Soonyoung pada temannya. Temannya yang mengetahui Soonyoung tertarik pun tersenyum menggoda Soonyoung, kemudian memanggilnya. "Jeon, someone wants to know you," kata temannya itu, dan yang dipanggil pun menoleh. Saat ia menoleh, Soonyoung dapat merasakan pipinya yang memanas ketika kedua mata mereka bertatapan. Seketika ia menjadi salah tingkah.
"Hello, I'm Jeon," kata orang itu sambil mengulurkan tangan. Soonyoung pun membalas jabatan tangan itu. "I'm Hoshi," jawab Soonyoung sambil tersenyum. Dan seperti sebuah magnet, keduanya memiliki ketertarikan satu sama lain.
Soonyoung baru mengetahui kalau Jeon merupakan seorang film director yang sudah menghasilkan beberapa film terkemuka. Bahkan Soonyoung merupakan beberapa penggemar film yang dibuatnya. Jeon hanya tersenyum tipis saat mengetahui laki-laki manis yang ada dihadapannya ini menyukai karya-karyanya.
Hubungan mereka pun mulai berjalan selayaknya air, keduanya baru mengetahui nama lawannya setelah mereka berkencan selama 2 bulan. Mereka pun berkencan tanpa ketahuan publik dan paparazzi yang biasa menyoroti keduanya. Soonyoung merasakan berpacu adrenalin setiap kali mereka bertemu di suatu tempat, seringnya mereka menghabiskan waktu di condominium milik Jeon a.k.a Wonwoo atau dirumah Soonyoung.
###
"How about private life?" Tanya Wonwoo saat mereka berdua sedang makan malam bersama setelah melakukan hal yang seperti biasanya. Soonyoung yang sedang fokus pada makanannya pun menatap Wonwoo dengan heran. "Hhmm?" Wonwoo tertawa melihatnya. Kemudian mengusap sisa saus yang tertinggal di sudut bibir kekasihnya itu. "I'm asking, Mrs. Jeon," ledek Wonwoo. "Hei! Mana bisa begitu!" Kata Soonyoung setengah kesal bercampur kaget. Wonwoo yang meledeknya pun lagi-lagi tertawa.
"I'm not joking Soonyoung, I wanna take you as my spouse tho," kata Wonwoo santai. Soonyoung tersedak, Wonwoo pun buru-buru memberinya segelas air dan Soonyoung pun meminumnya sampai habis. "Santai dulu nggak sih?" Kata Soonyoung sambil tertawa canggung. Wonwoo pun menggelengkan kepalanya pelan. "Apa yang kamu mau dari pernikahan itu?" Tanya Soonyoung penasaran. "Kamu," jawab Wonwoo tanpa berpikir. Soonyoung menghela napasnya.
"I have a fiance, and you? Just another man I sleep with," kata Soonyoung. Wonwoo pun terdiam dan tak bisa berkata-kata. "I feel doomed, no wonder, sometimes you've seen like a great wall yet so far as the skies, and now, I know the answer that I was in a gateway car (aku ngerasa bodoh, ngga heran, kadang kamu terlihat kayak tembok raksasa tapi juga bisa jauh sejauh angkasa, dan sekarang, aku tau jawabannya kalo aku cuma pelarian)," kata Wonwoo dengan tatapan tak terbaca. "I'm sorry," kata Soonyoung lagi, sebelum ia membereskan semuanya dan meninggalkan Wonwoo sendirian dengan pikiran yang berkecamuk bagai sebuah badai.
Yang tidak Wonwoo ketahui, setelah Soonyoung "putus" dengannya, Soonyoung pun menghadapi badainya seorang diri ditengah-tengah perannya sebagai seorang model dan ibu dari anak yang dikandungnya setelah memutuskan pertunangan yang sudah diatur sedemikian rupa oleh orangtuanya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.