I'm enjoying making this scene, would you mind to put a comment for this scene? Thank you! ( ◜‿◝ )♡
"Sayang, kamu mau makan malam apa?" Tanya seorang laki-laki muda dengan menggunakan apron kesayangannya itu dan spatula di tangannya.
"Hhmm..? Sebentar, aku bales email kantor dulu," jawab pasangannya sambil mengetik sesuatu di ponselnya. Laki-laki itu dengan sabar menunggu pasangannya yang terlihat serius dengan ponselnya, bahkan sesekali membenarkan letak kacamata yang dipakainya setiap kali bekerja. Setelah pasangannya menaruh ponselnya, laki-laki itu tersenyum saat tatapan kedua mata mereka bertabrakan.
"Sepertinya kamu akan masak banyak ya? Berarti aku harusnya membantumu biar cepat selesai, bukan begitu?" Tanyanya sambil berdiri dan memeluk laki-laki muda itu. Laki-laki itu pun hanya tersenyum dengan kedua pipi yang merona.
"Dengan senang hati kalau kamu mau membantu, tapi kamu belum menjawab pertanyaanku. Kamu ingin makan malam apa?" Tanyanya lagi. Pasangannya itu pun nampak berpikir sejenak.
"Aku akan memakan apapun yang kamu masak, karena aku suka semuanya," katanya. Laki-laki itu pun menepuk dada pasangannya yang lebih tinggi dengan pelan. Ia benar-benar tersipu dengan perlakuan pasangannya itu.
"Lebih baik sekarang kita mulai memasaknya, sebelum semakin larut malam dan perutmu semakin kelaparan," kata laki-laki itu mengalihkan pembicaraan dan melepas pelukan mereka. Pasangannya hanya terkekeh pelan dan mengikuti arah laki-laki itu berjalan.
Keduanya pun memasak dengan saling membantu dan sesekali bercanda, bahkan lelaki itu meminta pasangannya untuk menyicip masakannya, setelah dirasa sesuai, mereka pun meletakkannya di meja makan dan kemudian makan dengan khidmat. Setelah selesai, pasangannya pun membereskan peralatan makan dan alat masak yang sudah digunakan, kemudian mereka berdua pun menonton tv sejenak, dengan lelaki itu yang merebahkan diri di atas paha pasangannya. Mereka menonton film kartun, dan sesekali tertawa saat film tersebut menampilkan adegan lucu.
"Kamu tau? Tadi temanku berkata, seseorang yang sudah menyerah, perlakuannya tidak berbeda, namun sorot matanya yang terlihat berbeda," kata pasangannya sambil mengelus puncak kepala lelaki itu, membuat lelaki yang sedang mengelus rahang pasangannya pun mendongak, namun pasangannya tidak menatap lurus ke arahnya, membuat ia menerka-nerka.
"Lalu, apa lagi katanya?" Tanya lelaki itu penasaran.
"Katanya..," ia menarik napas pelan, "rasanya menyakitkan ketika kamu melihatnya setiap hari, bermesraan dengannya setiap saat, namun bersandiwara seakan-akan mencintai satu sama lain, tetapi sebenarnya hatinya telah mati," kata pasangannya sambil menunduk dan menatap laki-laki itu tepat di kedua matanya. Laki-laki itu terdiam membisu dengan wajah yang terlihat memucat. Pasangannya menitikkan air mata, mengalir begitu saja mengenai wajah laki-laki itu.
"Maafkan aku," bisik pasangannya sambil mencium pelipis laki-laki itu.
"Kamu tahu, kalau aku sangat mencintaimu kan?" Tanya pasangannya, laki-laki itu tetap tak menjawab.
"Aku akan membawamu selalu bersamaku, dalam hidup dan matiku," katanya lagi.
"Jadi,"
"Maafkan aku karena telah membunuhmu,"
"Karena aku sungguh-sungguh tidak ingin kehilangan dirimu, dan membiarkan kamu pergi bersamanya," gumamnya pelan.
"Aku mencintaimu," bisiknya sekali lagi.
DORR!!

First time bikin genre dark gini, asli pas ngetik awal, "hhmm kayaknya bagus begini," tapi pas udah jadi, "KOK JADI BEGINI?!" yaaaaa gimana yaaa. Ini sejujurnya ngetik di beda hari, jadi bisa dibilang, begitu hari berganti, genrenya juga berganti. HEHEHEHEHEH.
So, siapa pasangan yang pertama muncul di benak kalian? Aku sengaja ga nulis detail soal wajah, karena menurutku all pair was good to bring this scene. Tapi bakalan jadi black-flag sih 🙏🫢
Anyway, I don't mind if u wanna put this scene to your story or anything, but let me know ya, I wanna read as your pov too. Thank you!
KAMU SEDANG MEMBACA
Tale of Us
RandomKumpulan ide yang tidak sempat terealisasikan warning❗ - harsh words - bxb - mature content please be a smart reader. if you don't like it just don't read it
