Kumpulan ide yang tidak sempat terealisasikan
warning❗
- harsh words
- bxb
- mature content
please be a smart reader. if you don't like it just don't read it
Gimana awal mulanya ada Jaehyun-Dino, Soonyoung-Wonwoo, Jihoon-Mingyu, Jeno-Renjun, Seungmin-Hyunjin dan Sungchan-Shotaro?
Yang pasti, jauh sebelum mereka semua berpasang-pasangan, awalnya dari pertemanan antara Jaehyun sama Mingyu yang nyari kostan baru setelah kostan lama mereka abis kontraknya. Tadinya mereka mau perpanjang sewa, cuma kalo dipikir-pikir, kostan nya terlalu banyak aturan untuk mereka berdua yang anak Teknik dan suka pulang kemaleman.
Akhirnya, setelah baku hantam .g. maksudnya diskusi dengan matang, mereka niatnya mau nyari kostan yang nggak terlalu deket sama kampus, tapi masih bisa ditempuh dalam waktu yang sebentar. Lucunya, pas mereka berdua lagi debatin kostan, gerombolan Wonwoo join mereka buat makan. Terus, Johnny sebagai teman Wonwoo tiba-tiba nyeletuk, "ngontrak bareng Wonwoo aja, dia punya kontrakan deket sini,". Dan yang punya nama, aslinya pengen geplak kepala temennya itu, cuma dia tahan. Dan berakhir ngehela napas, "iya lu pada ngontrak di tempat gua aja,". Begitulah cerita Jaehyun dan Mingyu ngikut Wonwoo.
Sisanya? Ini kasusnya kayak Mingyu yang lagi main Pokemon Go. Alias dia nyari maba yang baru masuk tahun ini dan butuh kostan yang nggak terlalu ketat peraturannya. Dia nawar-nawarin ke Haechan, Sunwoo, Sanha, Shotaro, dll. Tapi yang masuk Jeno sama Hyunjin. Dan tahun berikutnya, Sungchan jadi penghuni terakhir yang join mereka.
Bisa dibilang, dinamika pertemanan anak kontrakan Wonwoo ini aneh. Kayak, Wonwoo yang keliatan paling waras di antara mereka semua. Padahal aslinya ketutupan aja sama image dia yang pendiam itu.
Enaknya ngontrak di tempat Wonwoo, mereka semua nggak perlu susah-susah keluar naik angkutan dulu buat nyari makanan, soalnya jalan ke depan gang sedikit udah sampe sama pasar, jadi mereka bisa wisata kuliner sekalian disana atau belanja kebutuhan sehari-hari.
Dan hari ini, habis mereka semua kelar kuliah, mereka lagi duduk nyantai di ruang tengah sambil nyalain kipas, karena udara di bulan Mei ini bener-bener puncaknya musim kemarau juga. Seperti biasa, Mingyu, Jeno sama Hyunjin jadi tim yang rebahan di lantai. Tapi yang telanjang dada cuma Mingyu sama Jaehyun. Sisanya? Pake kaos oblong lebih baik buat mereka, setidaknya masih keliatan lebih halal .g
Pas Mingyu lagi asik tendang-tendangan sama Jaehyun sambil mabar game online, tiba-tiba si bungsu, Sungchan nyeletuk, "Bang, gua mau punya pacar," kata dia lempeng. 5 orang lainnya natap dia heran.
"Bukannya lu udah punya ya?" Tanya Jeno sambil mainin gitarnya. Sungchan ngegeleng, "rumor nggak berdasar doang itu," jawabnya cepat. "Lah terus maksudnya gimana?" Tanya Wonwoo. "Gua mau nyari yang bikin hari-hari gua terasa menantang," jawab Sungchan. "Yang menantang? Buang sepatunya dekan noh, abis itu dijamin lu langsung DO," kata Mingyu asal. Dan dia pun langsung ditendang pelan kakinya sama Jaehyun.
"Lagian orang waras mana yang hidupnya udah baik-baik aja tapi nyari tantangan?" Tanya Mingyu lagi, yang lain pun terdiam. "Yaudah cari aja orang yang bisa bikin lu tertantang. Lagian selama ini juga kita kayak main-main kan sama semua orang?" Jawab Hyunjin yang lagi sibuk ngorekin es batu dari gelas, membuat kelima orang lainnya menatap horror.
"Lo bukan Hyunjin ya?" Kata Jaehyun. "Penghuni halusnya kontrakan lu, ya?" Lanjut Mingyu. "Abis lewat mana lo? Kesambet ya?" Kata Wonwoo. "Bang, ya kali dia kesambet. Orang dia juga setan," balas Jeno yang langsung digeplak sama Hyunjin. "Kaga sopan. Gua masih waras ya," sungut Hyunjin. Jeno bales geplak Hyunjin sebelum akhirnya bilang, "Tumben bener, kayak orang tobat,".
"Lupain soal itu, tapi gua mau nyaranin satu hal. Kenapa kita ga coba deket sama satu orang? Nyoba buat setia," jelas Hyunjin. "Hhmm....susah, Jin," balas Jaehyun. "Susahnya?" "Yang ngomong pakar buaya soalnya," ceplos Wonwoo. Hyunjin memasang wajah sepet, sedangkan yang lain pun tertawa terbahak-bahak.
"Gua setia bisa aja. Tapi kalo nyariin orang cuma buat menuhin rasa penasaran yang menantang, mending ga usah," kata Wonwoo. "Kali ini gua setuju sama Bang Wonwoo. Kalo lo mau, lo harus deketin satu orang dengan perasaan lo sendiri, bukan karena perasaan ke target buat percobaan cinta," balas Mingyu. "Tuh, denger ga, Chan?" Ledek Jaehyun. Yang diledek cuma cengar-cengir.
"Imbang juga ya kontrakan ini, ada yang buaya terus buaya banget," kata Jeno sambil nunjuk Jaehyun, "ada yang setia banget tapi masih jomblo," lanjutnya sambil nunjuk Mingyu. Ga berani dia nunjuk Wonwoo, takut digebuk soalnya. "Kayak lo kaga buaya aja," balas Jaehyun. Jeno langsung pasang wajah syok, "bener lagi," katanya sendiri. Yang lain pun tertawa.
Tak lama, setelah mereka capek tertawa, suara pun kembali hening, memikirkan percakapan hari ini. "Tapi, kalo nantinya kita semua punya pacar, kira-kira, kita bakalan gimana ya kedepannya?" Tanya Mingyu sambil berandai-andai. "Saling sombong soal pacar mungkin?" Balas Hyunjin ragu. "Boleh tuh, ntar gua yang paling sombong soal pacar gua," kata Jaehyun semangat. "Kalo ada yang bisa taklukin buaya kayak lo, kayaknya gua mesti sungkem sama dia," jawab Mingyu. Dan mereka kembali ribut seperti biasanya, dengan Jeno dan Hyunjin yang menghilang ke depan buat nyari makan, sedangkan Wonwoo ke kamar dan Sungchan ke dapur buat minum. Seolah keributan dan percakapan tersebut bukan apa-apa.
Tanpa mereka tau akan gimana dinamika hubungan mereka ke depannya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.