Perfect Story #Soonwoo Ver.

28 0 0
                                        

Bunyi blitz dari kamera yang sangat menyilaukan mata itu tidak ada hentinya, membuat 4 laki-laki itu hanya mampu menyipitkan mata dan tersenyum profesional. Keempat laki-laki itu adalah boygrup yang bernama 247 Team.

Hari ini mereka semua sedang menghadiri acara penghargaan akhir tahun yang diselenggarakan oleh salah satu stasiun tv ternama. Dan mereka sedang memamerkan senyumnya di red carpet sebelum memulai acara serta sedikit wawancara mengenai apa yang akan mereka bawakan hari ini.

Sang leader yang saat ini berambut pirang pun dengan senang menjawab pertanyaan dari sang MC dengan antusias. Bahkan beberapa kali harus ditenangkan oleh membernya, mengingat mereka harus menyimpan energi sebelum perform nanti.

Setelah basa-basi yang mereka lakukan, keempatnya pun memasuki ruang tunggu untuk rehat sejenak dari hiruk-pikuk yang ada.

"Lo udah ngabarin suami lo, Hen?" Tanya temannya yang paling tinggi diantara mereka berempat yang bernama panggung Jack. Yang ditanyakan pun menepuk keningnya pelan.

"Oh iya! Lupa! Tapi kayaknya dia pasti tau sih, soalnya kan ini penghargaan film," jelas laki-laki yang dipanggil Hen a.k.a Henry.

"Oh iya, suami lo kan aktor sama film director ya," kata Jack. Henry pun nyengir.
"Tapi keren loh, Kak Henry bisa nggak keendus media sama sekali, padahal udah nikah," kata anggota yang termuda diantara mereka berempat, bernama Dareen.

"Jangankan Henry, gua sama Min yang udah jelas-jelas segrup aja nggak ketauan kan?" Kata Jack membanggakan diri sambil merangkul sosok yang dipanggil Min itu. Membuat kedua temannya itu memutar bola matanya malas.

"Ya lo gila! Udah daftarin nikah dari jaman kita sebelum debut! Untung nggak ketauan agensi, ketauan bisa mampus udah," kata Henry sambil geleng-geleng kepala membuat Jack tertawa keras.

"Lebih lucunya lagi, gua dipasangin sama anak kecil satu ini. Kan ngelawak," lanjut Henry sambil menyolek pipi Dareen, dan membuat sang empunya pipi pun merengut tak suka.

"Kalian sih enak, udah punya pasangan masing-masing! Aku kapan?!" Omel Dareen. Membuat ketiganya pun tertawa dengan Min yang memeluknya, kemudian disusul oleh Henry dan Jack.

Pasangan ya...

&&&


Pulang acara, mereka bubar ke rumah masing-masing, begitu juga dengan Henry yang pulang ke rumahnya itu. Namun, sebelum ia membuka pintu, ia menarik napas dalam-dalam, sebelum menghembuskannya.

Rumahnya masih gelap, pasti dia belum pulang. Lalu dengan malas, Henry berjalan lebih ke dalam untuk menyalakan lampu, namun belum sempat sampai, ia merasakan sebuah pelukan dari belakang dan mengecup ceruk lehernya dengan lembut.

"I miss you," bisiknya dengan suara rendah. Henry pun memejamkan matanya, merasakan sensasi hangat pelukan dari seseorang yang sudah lama tidak bertemu dengannya, karena sibuk syuting  sekaligus menjadi seorang film director dari film yang digarapnya 8 bulan lamanya.

"Welcome home, Will," sapa Henry dengan membalikkan badan dan memeluk leher suaminya itu, kemudian mengecup sudut bibirnya, kemudian terkekeh pelan.
"Kamu ngapain di rumah gelap-gelapan?" Tanya Henry penasaran. Yang ditanya pun hanya terdiam, namun saat Henry hendak menyalakan lampu, suaminya itu justru menarik tangannya pelan dan memeluknya kembali.

"Keep the light low like this, because so many paparazzi hide on the back trees," kata suaminya. Henry pun manut, ia pun mengatur cahaya lampu rumahnya hingga nyaris gelap, dan kemudian mereka berdua pun ke kamar, tempat yang lebih aman.

Tale of UsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang