Viktor

54 18 1
                                        


Mungkin yang Nami hadapi sekarang adalah sesuatu yang sulit untuk dirinya.
Disaat satu hubungan dalam hidupnya sudah terjalin hubungan lain mulai retak.
Tapi mau bagaimanapun, hubungan itu memang sebenarnya tak ada. Finn adalah pria yang baik makanya dia selalu membantu banyak orang.

Tuan malaikat terus mengamati Nami yang duduk termenung. Mereka berhenti di salah satu pantai dan menikmati pemandangan tersebut.
Beruntung saja tidak hujan, tetapi mata Nami seakan dipenuhi air kesedihan yang mengenang.

"Haah, akhirnya aku menemukan kakak"

Viktor lagi, manusia itu adalah alasan mengapa hampir setiap momen yang sedang ia nyaman jalani jadi hancur terbakar, terbakar api emosi.

Nami memutar bola matanya kesal lalu memegang kepalanya. Anak itu selalu datang untuk merusuh dan adu debat. Bagaimana bisa mereka selalu bicara dengan nada tinggi jika bertemu.

"Mengapa kamu mencari ku Viktor"Nami sedikit emosi

"Aku ingin memberikan undangan ini, kakak tidak lupa bukan"

Nami mengambil undangan tersebut dari tangan Viktor dan meletakkannya di tas.

"Oh iya, aku turut berdukacita atas nenek Maria"

"Kenapa kamu bilang ke aku"

"Karena nenek Maria tidak punya siapa siapa bukan. Kan selama ini hanya kakak yang bersama nenek Maria."

Ucapan Viktor seratus persen benar. Tapi mungkin agak kurang tepat sasaran jika dia berkata seperti itu padanya.

"Lalu toko roti itu bagaimana nasibnya?"

Nami mengangkat bahunya, Nami tidak mengerti apa yang bisa ia lakukan. Ia hanya mantan karyawan di sana.

"Waah sayang sekali, padahal aku sangat menyukai donatnya"
Nami mengangguk, ia juga sangat menyukai pie apel buatan ibu Maria.

"Kak, ayo temani aku"

"Kemana? Ini hampir malam, aku harus pulang untuk kucingku"

Mana mungkin Nami pergi lama lama, sedangkan Moza sendirian.

"Ikut saja dengan nya Nami, aku yang akan menjaga Moza"
Kata tuan malaikat.

"Baiklah, terima kasih tuan malaikat"

Tuan malaikat akhirnya menghilang saat Nami dan Viktor berjalan keluar dari area pantai.
Ada sebuah mobil Maserati Ghibli yang terparkir di sana.

"kak, Itu mobil ku"
Kata Viktor dengan senyuman canda.
Nami tertawa lucu dan menimpalinya.

"Aku juga punya Lamborghini di rumah"

"Benarkah, tapi kenapa kakak terus jalan kaki?"

Nami kembali tertawa, Viktor tertawa sambil merogoh sakunya dan menghampiri mobil tersebut.

"Hey kamu mau apa?"
Nami mencegah Viktor.

"Membuka mobil ku, kita bakal pergi kan?"

Viktor mengeluarkan kunci dan membuka mobil itu. Nami terdiam dengan wajah terperangah, apakah ini serius?.

"Ini benar-benar mobil mu Viktor?!"

"Aku sudah bilang kan tadi"

"Aku kira kamu bercanda!"

Viktor masuk dan memasang sabuk pengaman.
"Aku gak bohong"
Katanya, Nami dengan wajah bingung nya ragu untuk beranjak.

"Ayo kak!"
Nami mengangguk dan berjalan kaku masuk ke dalam sana. Ini aneh sekali, bisa bisanya Viktor punya mobil. Apakah ini artinya dia orang kaya.
Entah mengapa Nami di buat kebingungan dengan semua ini.

Girl With Guard-  [ Completed ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang