Menabur Garam

3.1K 254 19
                                        

"Mas." Aku bangkit dan memeluk Mas Kai.

"Ada apa?"

"Tadi aku dengar ada yang berbisik."

"Siapa?"

"Tidak tau, tapi suaranya seperti wanita."

"Pasti Dahlia."

"Mas, sebaiknya cepat tabur garam itu. Biar dia tidak bisa masuk ke dalam rumah."

"Jujur, sayang. Mas tidak begitu percaya dengan hal-hal semacam itu."

"Aku juga, Mas. Tapi kanu lihat sendiri, kan? Lonceng itu berbunyi dengan sendirinya."

"Iya. Kamu tunggu di sini."

Mas Kai berjalan ke ruang tamu, mengambil kantung kresek hitam yang kuletakan dekat pintu. Bergegas aku pergi ke dapur, mematikan kompor lalu pergi ke teras.

Srek!

Rumput di halaman bergerak. Sontak aku melihat ke arah sana.

Srek! Srek!

Ada sesuatu yang bergerak di dalam rerumputan. "Mas," panggilku.

Srek! Srek! Srek!

Sesuatu itu bergerak cepat ke arahku. Spontan aku melangkah mundur. "Mas!" Aku berteriak.

"Ya?" sahut Mas Kai dari belakang rumah.

Seekor tikus berukuran besar tiba-tiba ke luar dari rerumputan. Melompat ke arahku. Sontak aku berteriak dan berlari ke dalam rumah.

BRUG!

Kututup pintu dengan kencang. Terdengar suara langkah kaki dari samping rumah. "Ra, Fira!" teriak Mas Kai dari luar rumah.

"Mas," sahutku, berdiri di balik pintu.

"Kenapa tadi teriak?"

"Ada tikus di teras, Mas!" sahutku.

"Tidak ada, sayang."

Aku membuka pintu perlahan, lalu mengamati setiap sudut teras. Ya, tikus itu sudah tidak ada. "Tadi ada tikus gede banget!"

Mas Kai terkekeh, "Mana ada tikus gede di kebun sawit, sayang."

"Aku tidak bohong, Mas. Tikusnya sebesar kucing kecil."

"Biasanya tikus kebun itu kecil-kecil. Aneh kalau ada tikus ukuran besar."

"Mungkin itu tikus jadi-jadian."

"Ih, kamu ada-ada saja." Mas Kai berjalan ke samping rumah.

"Mau ke mana, Mas?" tanyaku, sembari mengikutinya.

"Tadi belum selesai tabur garamnya. Kamu tunggu di dalam saja," sahutnya yang berjalan di depan.

"Aku ikut, Mas." Aku berjalan cepat, mengejarnya. Lalu, berjalan bersama ke belakang rumah.

"Loh, plastiknya ke mana?" ucap Mas Kai sembari mengedarkan pandangan.

Dia Mengincar SuamikuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang