Arabella PoV
Aku bahagia sekali menghabiskan seminggu lebih bersama papa dan suami yang sangat ku cintai, tapi ini harus berakhir karena kami harus kembali ke tanah air. Suamiku harus mengerjakan pekerjaannya yang ia tinggalkan dan aku pun sangat merindukan kaila anakku, sebenarnya aku merasa bersalah meninggalkan Kaila namun ibu mertua ku bilang Kaila mengerti itu membuatku lega.
Perutku sudah mulai nampak membuncit karena ini memasuki 7 bulan usia kandunganku, soal resepsi aku memang meminta mas radit mengundurnya karena aku sendiri takut kewalahan mengurus resepsi saat hamil dan fokus mencari papa waktu itu. Mas Raditpun bilang bahwa dia akan mengganti resepsi kami dengan acara 7 bulanan yang lumayan mewah bagi mas Radit namun bagiku ini sangat mewah.
"Bunda ... kira-kira adik Kaila cowok apa cewek ya ?" Tanya Kaila sambil mengelus-elus perutku.
"Kaila sayang ... bagi bunda perempuan sama laki-laki itu sama sayang, yang paling penting itu adik Kaila sehat tanpa ada kurang apapun"
"Iya kan bunda ... Kaila selalu berdoa untuk bunda dan adik kaila"
"Pinter anak bunda ... cium bunda dulu dong" pintaku sambil berjongkok untuk menerima ciuman gadis kecil ini yang dari awal sudah mencuri hatiku.
"Papa mau juga cium bunda boleh" bisik mas radit yang mengagetkanku
"Boleh"
"Tapi papa maunya cium bunda nanti dikamar setelah selesai acara ini, papa juga mau jengukin dedek" bisis mas Radit lagi sambil memainkan sebelah matanya menggodaku, mas Radit tetaplah mas Radit yang genit namun baik hati.
Aku melihat semua orang sibuk mempersiapkan acara 7 bulanan ku ini, semua disini termasuk ibu sama ayahku dan kedua adikku. Jujur aku bahagia sekali untuk saat ini hidupku seperti sempurna, memiliki suami baik, anak seperti kaila, keluarga suamiku baik dan menerima aku apa adanya. Hal yang paling penting itu papa ku tersayang yang sudah menjawab semua pertanyaanku selama ini, teka-teki dalam diriku sudah terjawab.
"Ara kamu kok melamun sih?" Pekik helen yang membuatku kaget
"Gak apa-apa kok helen ... aku cuman bahagia aja namun aku takut kebahagiaanku bakal berakhir"
"Apa yang kamu takutkan Ara? Jangan pikirkan macam-macam kak kamu tau kan kami semua menyayangimu dan pikirkan kandunganmu. Kalo ada apa-apa kamu tau aku selalu ada untukmu Ara"
Ya sejujurnya melihat semua ini ada ketakutan sendiri di dalam hatinya, takut bila semua ini akan berakhir atau Aku takut ini semua hanya mimpi namun bila ini memang mimpi aku lebih ingin ada di mimpiku saja.
Aku melihat tamu-tamu mulai berdatangan dan acara syukuran ini pun di mulai dengan baik sesuai rencana. Aku mendapatkan banyak doa dan ucapan dari semua tamu undangan, mas Radit dari tadi tidak lepas menggenggam tanganku seperti takut aku pergi.
"Kamu capek sayang ... mas pijat ya kakinya"
"Jangan ah mas ... masa mas pijat kaki Ara segan Ara sama mas" tolakku sambil menarik halus kakiku
"Sayang mas ga keberatan kalo cuman pijatin kaki kamu, lagian kamu kan bawa-bawa anak mas kemana-mana pasti capek"
Akupun menerima pijatan dari mas Radit dengan terpaksa, suamiku banyak berubah semenjak aku hamil dan makin hari makin buat aku jatuh cinta padanya. Mas Radit menghentikan pijatannya karena ada telpon berdering di ponselnya.
"Siapa mas?" Tanya ku melihat mas Radit bingung
"Gak ada nama sayang ... tapi ini nomor kantor kayaknya"
"Angkat aja siapa tau penting" pintaku yang di jawab anggukan oleh suamiku. Ku lihat punggung suamiku menegang saat menerima telpon itu lalu ia kembali dengan wajah yang bingung.
"Kenapa mas ada masalah apa?" Tanyaku penasaran dan jantungku berdegup sangat kencang.
"Sayang mas harus ke Medan hari ini, kamu jaga diri kamu ya nanti mas pulang mas akan jelaskan. Kamu harus percaya mas ya"
"Ada apa mas ??? Jelasin sekarang"
"Panjang dan maspun masih ragu ... tolong kamu tunggu mas pulang dan percaya padaku ya" pinta Radit dengan wajah yang tulus dan memancarkan kejujuran, akupun menyetujui dengan anggukan.
Raditya PoV
Disini aku sekarang berada di ibu kota sumatera utara setelah aku menerima telpon dari salah satu rumah sakit di medan yang mengabari bahwa istriku Wenny ada disini dan baru sadar dari komanya. Aku tidak mengerti mengapa wenny ada dikota ini dan apa yang terjadi padanya sampai dia koma.
"Mama ... mama ada disini?" Tanya ku pada wanita tua yang tidak lain adalah ibu mertuaku atau ibu Wenny.
"Radit maafin mama harus nyenbunyiin semua ini dari kamu tapi mama akan menjelaskannya"
Jadi selama ini Wenny menghilang karena ia kecelakaan dan koma di sini itu yang aku tangkap dari penjelasan mama mertuaku dan satu hal yang membuat rahangku mengetat yaitu keluargaku tahu soal kecelakaan Wenny. Kedua orang tuaku membiayai wenny dengan perjanjian tidak boleh ada yang mengatakan apa-apa tentang Wenny padaku, pantas saja selama ini aku tidak bisa mencari keberadaan wenny ternyata keluarga ku dibalik semua ini. Aku sangat tahu bila daddy punya jaringan yang cukup luas, membuat Wenny seolah menghilang itu hal mudah baginya namun aku kecewa selama ini ternyata keluargaku lah yang menghancurkan perasaanku.
"Jadi ma .... Mana Wenny ?"
"Dia lagi melakukan pengecekan dan melakukan fisioterapi karena 5 tahun dia hanya terbaring di ranjang ... maafkan mama ya Radit mama rasa kamu perlu tahu makanya mama menyuruh rumah sakit menghubungimu"
"Tidak masalah ma ... aku minta maaf atas tindakan keluarga ku dan aku berjanji akan mengurus Wenny setelah ini ma, mama jangan khawatir gak akan ada lagi yang menyakiti Wenny"
"Radit .... Baby" ku dengar suaranya ya suara wanita yang membuatku hancur beberapa tahun ini karena ia menghilang tiba-tiga namun sekarang aku mengerti kenapa ia menghilang.
"Baby... I miss you so much, aku kira kita ga akan bertemu lagi sayang. Aku kira kau sudah melupakanku sayang" lirihnya membuatku semakin tidak tega, hatiku sangat terluka.
"Ssstttt ... setelah ini kita akan selalu bersama sayang aku janji" kataku sambil mencium pucuk kepala wanita yang ku cintai ini, wenny cinta pertamaku.

KAMU SEDANG MEMBACA
mas duren
RomanceCinta itu seperti sebuah permainan, ya permainan labirin bila kau berada di jalan yang salah maka itu akan menyesatkanmu. Namun ketika kamu berada di jalan yang benar kamu akan dibawa menuju tempat terindah. Mampukah Arabella dan Raditya menemukan j...