12; sebelum ketemu mama

675 108 14
                                        

typo ignore.

****

"Mas."

"Hm?"

Vandra tatap Sabrina yang juga natap dia. "Kenapa, Na?" tanyanya bingung.

"Enggak." Sabrina jawab sambil geleng kepala.

"Apa? Mau jalan?" tawar Vandra.

Sabrina senyum, "Yuk. Bosen soalnya."

"Mau kemana?" tanya Vandra.

"Enaknya kemana? Temen-temennya mas kerja gak?"

"Kerja."

"Um, bentar deh. Dari tadi aku gak pegang ponsel juga, di mana ya ya ponselku?"

"Kenapa nyari? Mau chat Saga nanya rekomendasi tempat main?"

"Loh, kok ke kak Saga? Hubungannya?"

"Ya siapa tahu."

"Idih, cemburunya gitu, jelek."

Vandra cuman bales dengan memutarkan bola matanya, malas.

"Mana ponselku Vandra?"

"Na, jangan gitu, saya gak suka."

"Ck, iya. Ponselku sayang?"

Vandra senyum, dia langsung lari ke kamarnya terus balik lagi kasihin ponsel Sabrina.

Sabrina nahan senyum, dua minggu gak ketemu ternyata bisa buat Vandra bucin juga, pake embel-embel kangen. Kayaknya dia harus sering-sering jauhin Vandra biar dia rasain apa yang selama ini Sabrina rasain.

Sabrina lihat pesan dan notif lainnya. Matanya langsung natap Vandra.

"Kamu bales chat kak Saga? Mana cuman di read doang lagi."

"Salah?" tanya Vandra menantang.

"Salah lah! Gimana kalau nanti jadi aku yang di cap sombong? Padahal itu kelakuan kamu."

"Bodoamat."

"Gak boleh gitu, itu privasi aku juga."

Vandra natap Sabrina sebentar, lalu dia ngangguk. "Oke, sorry. Saya gak bakalan urus lagi," katanya. Setelah itu pergi dari sana.

"Kok marah?"

"Gak. Saya mau mandi."

"Alibi."

"Ya."

Vandra tetap jalan ninggalin Sabrina. Hatinya gak terima waktu Sabrina bilang gitu, padahal kalau menurut logika, memang benar kan jika itu privasi wanita itu. Vandra gak punya hak buat itu.

Sabrina susul Vandra ke kamar pria itu, terus duduk di ranjang king size itu. Natap Vandra yang bawa baju ganti ke kamar mandi.

"Beneran mau mandi?"

"Ya."

"Jadi keluar kalau gitu?"

"Ya."

"Idih, apa banget. Masa gitu doang?"

"Terus?"

"Ya."

Vandra putar bola matanya lagi. Abis itu dia langsung masuk ke kamar mandi. Sabrina nahan ketawa, Vandra cemburu lucu juga meski serem juga.

Nunggu sekitar sepuluh menit, akhirnya Vandra keluar. Sabrina langsung natap Vandra yang lagi usap-usap rambutnya karena basah habis dikeramas.

"Sini aku keringin," kata Sabrina.

Vandra ; ekCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang