siapa tau tiba-tiba cerita ini viral ehehe
Halo I'm Nadaa [Wajib follow author karena cerita akan di privat!]
Langit adalah bagian atas dari permukaan bumi yang di sebut, atmosfer. Itulah ya...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
18. PERASAANSENANGATAUKECEWA?
"Saya senang melihat kamu ada di sini Langit,"
Suara bariton dari arah belakang itu langsung membuat Langit yang sedang sibuk memakai baju tinju menoleh. Rival dan Keanu yang sedang membantunya juga ikut menoleh. Langit diam lalu menarik napasnya berat saat mengetahui siapa orang yang berbicara itu.
"Ada apa?" tanya Langit dengan tatapan dingin.
Pria dengan setelan pakaian jas tuxedo berwarna hitam itu memberikan senyum penuh arti pada Langit. "Jangan tegang begitu mukanya, santai saja. Saya hanya senang melihat kamu ikut serta dalam pertandingan ini."
"Senang uangnya?" balas Langit.
"Kalau boleh jujur Saya lebih senang dengan Mama kamu Langit. Karena Saya sangat mencintainya." ujar Pria itu membuat Langit menajamkan matanya. Tangannya mengepal kuat di kedua sisi tubuhnya. Dan hal itu langsung membuatmu Rival yang berada di samping Langit menoleh pada laki-laki itu.
"Maaf Om! Tapi lebih baik Om tunggu di luar saja," Rival yang sudah was-was karena sangat takut jika Langit akan kehilangan kendali di ruangan ini.
"Lagi pula Langit harus siap-siap." sambungnya lagi. Dalam intonasi dan perkataan yang di ucapkan oleh Rival terdengar masih cukup sopan di telinga. Namun hal itu akan sangat jauh berbeda jika Langit yang berbicara.
"Saya mengerti. Tapi mungkin saja habis dari pertandingan ini selesai, jika kamu tidak keberatan. Bisakah kamu duduk bersama saya? Hanya untuk menikmati secangkir kopi bersama sambil berbincang,"
"Lo bisa langsung to the point? Lo mau apa dari gue?" Langit menatap Pria itu yang sekarang sedang tersenyum ke arahnya. Senyuman itu lebih seperti senyuman iblis bagi Langit.
Pria itu lantas tertawa melihat respon yang di berikan Langit padanya. "Kamu memang tidak pernah berubah sedikit saja Langit..," ungkap Pria itu pada Langit. "Kamu masih sama persis seperti Wira."
"Maaf Om saya potong," Keanu menyambung pembicaraan. "Tapi pertandingan akan segera di mulai dan Langit perlu persiapan." ujar Keanu dengan datar.
Tanpa mendengar apa di katakan oleh Keanu pria itu kembali berbicara. "Jika kamu masih sangat membenci Wira, maka tinggal lah bersama Saya." ucapan itu sontak membuat Langit menatapnya tidak suka.