Hello I'm nada
Aduh ini gatau kenapa lagi ada motivasi lebih untuk nulis hehe
Seneng gak??
Kalo seneng janga lupa komen yang banyak!!
Vote juga jangan lupa!
Hppy Reading!
23. BENCI TIDAK BISA DI LAWAN.
Deretan panjang motor itu mulai memasuki area parkir sekolah. Gerombolan pemuda dengan jaket hitam yang bertuliskan Thunder memadati wilayah parkiran. Mereka bergerak masuk ke area sekolah setelah memarkirkan sepeda motornya. Ada Langit yang berjalan dipaling depan bersama dengan Rival dan Dito dengan posisi Langit berada ditengah-tengah mereka. Seolah mereka adalah perisai yang melindungi ketuanya. Lalu dibelakang ada Johan bersama Bastian dengan Opang juga tadi sebelum akhirnya cowok itu pindah ke belakang menghampiri Keanu. Merecoki mengganggu Keanu yang memang senang jalan seorang diri.
"Nu? Lo marah sama kita makanya lo jalan sendirian?" tanya Opang pada cowok pendiam itu.
Johan tertawa mendengarnya. "Lo kayak yang baru kenal Keanu seminggu dua minggu aja sih Pang,"
"Jangan teralalu kaku gitu lah Nu sama kita-kita," ucap Opang. "Kalo lo diem terus begini kapan lo bisa dapet ceweknya?" ucap Opang lagi seketika membuat Keanu meliriknya dengan aneh. Kemudian ada tiga orang siswi cantik adik kelas mereka yang sedang lewat sambil senyum-senyum melihat ke arah Keanu. Membuat Opang bersiul ditempatnya. Tatapannya seolah memuja. Keanu memang tampan terlebih dengan hidungnya yang mancung.
"Tuhhh!! Liat ada cewek cakep yang ngeliatin lo cepet! Buruan tunggu apa lagi lo? Sikat Nu sikat!" kata Opang geregetan namun Keanu hanya diam tidak berminat.
"Lo lagi nyodorin cewek sama Keanu mana mau dia. Kalo mau nyodorin cewek tuh ke Johan, Rival, Bastian baru bener!" ujar Dito.
"Woi Lang gimana acara dinner lo lancar?" tanya Johan pada Langit. Cowok dengan tangan yang dimasukan ke dalam celana abu-abunya itu mengangguk singkat menjawab pertanyaan Johan.
"Lancar," jawab Langit pendek.
"Wuihh! mantep man lo ajak tuh cewek dinner dimana?" raut wajah Bastian menatap Langit penasaran.
"Ngapain pake nanya segala sih lo Bas? Udah pasti direstorant mahal lah ya kan Lang?" Opang menatap Langit beserta teman-temannya yang melihat ke arahnya juga.
"Yoi! Anak sultan," sebut Johan.
"Bukan." Langit melihat teman-temannya yang sekarang sedang menatap dirinya. "Gue ajak makan Bakso dipinggir jalan," ujar Langit dengan tanpa berdosa.
"Lo ajak Jiwa makan bakso dipinggri jalan?" Dito menatap Langit tidak percaya.
"Kenapa muka lo pada kaget gitu?" Langit melihat wajah keenam temannya yang tampak tidak percaya kepadanya.
"ORANG GILA LO BOS?!" mendadak Opang terbawa emosi.
"Masa iya makan bakso dipinggir jalan?" Bastian sampai tidak habis pikir dengan Langit.
"Emang kenapa sama makanan pinggir jalan? Gak kalah sama restaurant," ucap Keanu membela Langit.
"Lo ajak makan bakso dimana?" tanya Rival berharap apa yang dia duga tidak benar.
"Tempat biasa," Langit membalasnya singkat. Membuat keenam temannya menatap Langit tidak percaya bahkan Keanu yang tadinya membela Langit sekarang menjadi terdiam.
KAMU SEDANG MEMBACA
LANGIT
Teen Fictionsiapa tau tiba-tiba cerita ini viral ehehe Halo I'm Nadaa [Wajib follow author karena cerita akan di privat!] Langit adalah bagian atas dari permukaan bumi yang di sebut, atmosfer. Itulah ya...
