”Kai!” Luca menoleh dan mengangguk sekali pada Kai. Penjelasan itu harus dilakukan Kai lebih dulu.”Dunia yang kita tempati ini mungkin tidak seperti yang selama ini Kak Yo pikirkan,” ucap Kai memulai penjelasannya dengan menatap Vio lembut. Suaranya yang merdu diharapkan bisa menenangkan Vio. Walaupun dia tahu Vio tidak bisa dihipnotis.
”Pimpinan dunia ini terbagi dalam 4 kelompok. Mereka saling bekerja sama berusaha menciptakan dunia yang aman dan nyaman. Yah...setidaknya bisa mengurangi sedikit kekacauan.”
”Baiklah...siapa mereka?” Tanya Vio yang jelas-jelas dia tidak menuruti permintaan Luca untuk tidak menyela.
Sota dan Luca hanya bisa geleng kepala tapi mereka memakluminya. Vio pasti sangat sulit percaya dengan semua ini dan...tidak sabar.
”Calmee, Hope, Seeker dan Homme. Calmee para penenang atau mereka yang meredakan kerusuhan atau pertikaian yang sudah sangat anarkis. Bantuan mereka dibutuhkan jika polisi sudah tidak bisa menanganinya. Mereka berusaha agar tidak terjadi peperangan. Lalu ada Hope para penyembuh yang menyerap penyakit orang-orang yang sudah diseleksi dengan syarat tertentu. Seeker para pencari informasi pasien yang dipilih untuk para Hope. Mereka menjelajah ke berbagai tempat untuk mencari pasien yang sangat memerlukan bantuan Hope. Dan Homme adalah para manusia biasa. Para pemimpin kelompok saling bekerja sama dibawah sumpah kerahasiaan. Homme tidak boleh tahu perihal ketiga kelompok lainnya.”
Kai berhenti sesaat untuk melihat reaksi Vio. Pria macho itu bersedekap dan keningnya berkerut. Dia tak menyangka ada kehidupan rahasia dibalik pemerintahan yang berjalan di dunia ini.
”Ketiga kelompok itu pasti punya kemampuan sesuai tugas mereka, ya kan?” Tanya Vio kemudian sambil menatap ketiga pria di hadapannya bergantian.
”Dan...kalian salah satu dari mereka?” Sambungnya lagi.
Ketiga pria itu saling menatap. Vio pria yang pintar. Dia mudah menebak status mereka. Kai dan Sota mengangguk. Vio menatap Luca dengan pandangan bertanya. Suami Sota itu tersenyum.
”Aku...? Not anymore. Eks-Hope. Jangan tanya kenapa? Next time, okay. Saat ini kita punya yang lebih penting.”
”Aku Seeker,” cetus Sota.
”Dan kau?” Tanya Vio pada Kai.
”Calmee.”
”Calmee...tunggu dulu! Meredakan kekacauan? Berarti yang tadi siang itu...!?!?”
”Ya...Kak Yo bisa melihat apa yang terjadi tadi.”
”Tapi aku tidak melihat orang-orang yang berusaha menenangkan kekacauan tadi. Yang ada aku bisa melihat para perusuh terlihat lebih tenang.”
”Benar...kami berbentuk kabut tipis yang dingin di sekitar lokasi. Kami tidak bisa menunjukkan identitas kami pada kalian.”
Mata Vio melebar. Dia menutup mulutnya dengan sebelah tangannya. Kami? Berarti tadi siang itu Kai tidak sendiri. Dan...Kai bisa berubah menjadi kabut? Disandarkannya tubuhnya ke sofa. Ini melebihi imajinasinya. Sekarang dia paham darimana asal kabut yang menyelimuti orang-orang tadi. Juga kemunculan Kai yang tiba-tiba di hadapannya. Lalu dia teringat sesuatu.
”Kita berpindah cepat beberapa kali tadi. Apa itu juga kekuatanmu?”
”Yah...ketiga kelompok memiliki kemampuan berpindah atau teleportasi. Jadi...Sota juga bisa melakukannya,” lanjut Kai dengan jelas.
”Lalu...kenapa sekarang kalian menceritakan tentang ketiga kelompok kalian padaku? Aku kan hanya seorang manusia biasa.”
Mereka bertiga tidak bisa menjawabnya. Vio menggelengkan kepalanya tak percaya.

KAMU SEDANG MEMBACA
My Dearest 'Calmee' (BXB)
RomanceCerita ini sekuel dari 'Find Me' Vio tidak pernah menduga kalau hidupnya akan sangat berubah setelah dia menemukan secara tidak sengaja seorang pria terluka parah di sebuah gang gelap yang kecil. Hari berikutnya dia melihat pria yang sama tapi dal...