Pasangan LuSo masih terpana melihat sekumpulan hewan yang berkumpul di depan mereka dengan sangat patuh. Sementara itu para peri kecil terbang mengitari seluruh padang rumput Hutan Barat.Vio berdiri gagah di antara para penghuni hutan. Sesekali dia membelai dan memeluk tubuh mereka. Bisikan dan gumaman terdengar dari bibirnya. Para hewan liar terlihat sangat jinak padanya. Senyum lebar merekah di bibir pria tampan itu.
”Bukankah dia luar biasa?” tanya Kai pada pasangan LuSo yang duduk di sebelahnya. Matanya tampak berbinar saat menatap kekasihnya.
Mereka sudah duduk cukup lama di atas rerumputan melihat Vio yang bergaul dengan pengikutnya. Kai sudah menjelaskan pada mereka berdua siapa sebenarnya Vio dan kenapa dia memanggil Vio dengan nama Nataya. Keduanya cukup terkejut dengan berita baru itu. Bahkan Sota masih sulit untuk percaya. Ternyata selama ini dia hidup bersama putra peri atau bisa disebut Pangeran Peri.
Kenyataan ini membuat semuanya jelas kenapa Vio bisa menjadi Scelta. Dia bukan hanya manusia tapi dia juga setengah peri. Hal inilah yang membuatnya menjadi manusia pilihan. Dan sekarang dia juga memiliki kejutan yang baru. Sepasang sayap indah bisa muncul kapan saja dia inginkan dari balik punggungnya lalu terbang.
”Yah...kau benar. Dan aku...iri. Hah...dia bisa terbang.” jawab Sota memelas sambil mengibaskan kedua tangannya.
Luca tertawa.
”Kenapa harus iri? Kau bisa teleportasi sedangkan dia gak bisa, sayang.” puji Luca dengan lembut. Cubitan kecil mendarat di pipi Sota.
”Aww...” Sota mengelus pipinya yang sedikit merah karena bekas cubitan.
Kai tersenyum. Dia geleng-geleng kepala melihat tingkah pasangan itu.
”Lihat! Mereka sudah bubar.” ujar Luca menunjuk ke arah Vio dan pengikutnya.
Para penghuni hutan mulai membubarkan diri mereka dan masuk ke dalam hutan. Para peri terbang di sekitar tubuh Vio sebelum berlalu terbang menjauh. Vio masih berdiri diam beberapa saat menatap kepergian mereka lalu berbalik perlahan dan berjalan mendekati ketiga pria itu.
Kai tak mau menunggu, dia segera beranjak mendekati Vio yang sudah membuka kedua tangannya untuk memeluk. Pendaran cahaya liontin yang hangat dan indah seketika menyeruak di sekitar keduanya. Pemandangan itu membuat pasangan LuSo untuk kesekian kalinya terhenyak. Mereka tetap tidak terbiasa melihatnya. Cahaya yang selalu membuat orang-orang yang melihat merasa penuh cinta.
”Hah...indah sekali.” ucap Sota lembut.
”Hmm...kau benar. Sangat indah. Sekarang aku yang iri...” sahut Luca pelan.
Sota menatap suaminya dengan kaget. Dia tak pernah mendengar ucapan seperti itu sebelumnya.
”Apakah...kita tidak cukup dengan...cinta?” bisik Sota nakal di telinga Luca.
Glukk
Luca segera menangkap pinggang ramping Sota. Ditatapnya mata indah di depannya dengan penuh gairah.
”Kau menggodaku?”
”Tidak...aku tidak melakukannya.” elak Sota geli.
Luca mengecup bibir Sota lembut.
”Kau sudah sangat penuh dengan cinta. Kenapa itu tidak cukup?” goda Luca dengan mencubit kecil bibir bawah Sota.
”Oya? Jadi...kurasa rasa iri kita tidak beralasan, bukan?”
”Tentu saja, sayang. Ayo kita pulang! Aku ingin memelukmu. Oh...tidak. Aku...ingin...memenuhimu.” Luca berbisik dengan suara serak yang seksi lalu menarik Sota berdiri.

KAMU SEDANG MEMBACA
My Dearest 'Calmee' (BXB)
RomanceCerita ini sekuel dari 'Find Me' Vio tidak pernah menduga kalau hidupnya akan sangat berubah setelah dia menemukan secara tidak sengaja seorang pria terluka parah di sebuah gang gelap yang kecil. Hari berikutnya dia melihat pria yang sama tapi dal...