Bab 17

2.2K 208 7
                                        

WARNING CERITA sedikit MEMBOSANKAN
BANYAK TYPO 🙏🏻 dan ALUR LAMBAT

HAPPY READING
like jika suka 👍🏻 dan komen jika bisa💬
Sorry for typo
Jangan jadi pembaca gelap terus 🤧

Nindy menatap wajah Gisel yang terlihat lesu, berbeda jauh dari kesan ceria yang sering ia lihat di media sosial

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Nindy menatap wajah Gisel yang terlihat lesu, berbeda jauh dari kesan ceria yang sering ia lihat di media sosial. Ia mengerutkan kening, merasa ada sesuatu yang tak beres.

"Kak Gisel, kenapa sih mukanya lemes banget? Lagi banyak pikiran ya?" tanyanya dengan nada heran.

Gisel tersenyum tipis, berusaha menutupi kegelisahannya. "Enggak, enggak apa-apa kok," balasnya singkat.

Namun, Nindy tidak semudah itu percaya. Sudah 15 menit mereka duduk bersama, dan selama itu pula Gisel terus menghela napas berkali-kali, sesuatu yang tak biasa bagi ibu muda itu.

"Udahlah, cerita aja sama aku. Kali ini giliran Kak Gisel yang curhat, jangan aku terus," ujarnya setengah menyindir sambil memiringkan kepala.

Gisel tertawa kecil, mencoba menghindari perhatian lebih. "Nggak kok, serius. Cuma kurang tidur aja," jawabnya singkat, kali ini sambil memainkan sedotan minumannya.

Nindy mengangguk paham. Ia tahu betul kalau Gisel pasti kelelahan mengurus Vano yang sering rewel. Bayi itu memang memiliki imun yang lemah, dan Gisel selalu ekstra hati-hati dalam merawatnya.

Namun, pertanyaan Nindy berikutnya membuat suasana berubah. "Kak Gisel, nggak kepikiran cari ayahnya Vano?"

Pertanyaan itu langsung membuat Gisel tersedak minumannya. Ia terbatuk keras, sementara Nindy buru-buru menepuk punggungnya.

"Uhuk... uhuk... uhuk!" Gisel berusaha menguasai dirinya, tapi jelas terlihat betapa terkejutnya ia mendengar pertanyaan itu.

"Serius banget reaksinya," gumam Nindy heran. Meski sudah mengenal Gisel selama enam bulan, ia belum pernah mendengar cerita soal ayah Vano. Yang ia tahu, Gisel melarikan diri bersama adiknya, Karin, dari paman mereka yang serakah, dan Vano lahir prematur setelah sebuah kecelakaan yang juga merenggut nyawa Karin.

"Eh... gimana ya," Gisel mulai berbicara dengan ragu. Ia terlihat mencari jawaban yang tepat. "Bapaknya Vano ada, kok. Tapi... dia udah punya istri, jadi aku nggak mau ngusik hidup mereka."

Nindy terperangah. "Serius? Kak Gisel beneran nggak bohong?"

Gisel mengangguk, meski hatinya berdebar. Ia tahu itu hanya karangan semata. Faktanya, ia sendiri tak pernah tahu siapa ayah Vano. Tapi, jawaban itu cukup untuk menghentikan rasa penasaran Nindy.

"Jangan-jangan bapaknya udah tua, gemuk, terus botak lagi," canda Nindy sambil meringis seolah membayangkan sosok yang ia sebutkan.

"Enggak lah! Ayahnya Vano nggak separah itu," balas Gisel cepat sambil tertawa kecil. Sebenarnya, ia hanya asal bicara. Tapi melihat wajah Vano yang tampan, ia yakin ayahnya pasti pria yang rupawan.

BABY FATHER | selesaiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang