Bab 16

2.6K 225 18
                                        

WARNING CERITA sedikit MEMBOSANKAN
BANYAK TYPO 🙏🏻 dan ALUR LAMBAT

HAPPY READING
like jika suka 👍🏻 dan komen jika bisa💬
Sorry for typo
Jangan jadi pembaca gelap terus 🤧

HAPPY READINGlike jika suka 👍🏻 dan komen jika bisa💬Sorry for typoJangan jadi pembaca gelap terus 🤧

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Gisel aku mohon"

Gisel menggeleng "Dia gak harus di pertahanin karin"

"No, gisel"

"Dia ga salah"karin meraih tangan gisel, "bagaimana pun cara dia hadir, kita tidak bisa membunuhnya dan menumpuk banyak dosa"

Ucapan karin membuat gisel menangis karena telah memikirkan untuk membunuh calon bayi yang belum lahir.

"Hiks hiks hiks"

"Tapi hidup lu sama hidup gw semakin berantakan karena kehadiran dia rin"

Karin menggeleng, "cuman hidup aku, hidup kamu masih bisa di tata ulang"

"Tabungan ku masih cukup banyak untuk kita pindah ke kota lain dan menghindari ayah"

"Tapi lu sakit rin,. Kita gak bisa pergi-pergian dengan kondisi lu yang lemah"

"Kalo lu lupa gw adalah perempuan kuat, luka kecil begini gak lama juga sembuh"

Luka kecil apaan yang kepala diperban dan tangan sedikit retak pikir gisel.

Mungkin jika ardi mengatakan karin bukan anaknya gisel pasti langsung percaya, coba pikir bagimana bisa seorang ayah memukuli anaknya membabi buta dan menjadikanya seorang psk sejak remaja.

"Lu janji harus sehat ya" ujar gisel dan di balas anggukan kepala karin.

"Kita bakal rawat dia sama-sama"

"Janji?"

"Janji"

Ruang makan keluarga Adirata terlihat hening

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Ruang makan keluarga Adirata terlihat hening. Enam orang yang sedang duduk di meja makan itu fokus dengan makanan masing-masing. Setelah beberapa menit, acara makan keluarga itu pun usai, meninggalkan rasa canggung.

BABY FATHER | selesaiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang