Bab 27

1.9K 116 22
                                        

WARNING CERITA sedikit MEMBOSANKAN
BANYAK TYPO 🙏🏻 dan ALUR LAMBAT

HAPPY READING
like jika suka 👍🏻 dan komen jika bisa💬
Sorry for typo
Jangan jadi pembaca gelap terus 🤧

HAPPY READINGlike jika suka 👍🏻 dan komen jika bisa💬Sorry for typoJangan jadi pembaca gelap terus 🤧

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Gi? Lu nggak apa-apa?" tanya Jevan, suaranya penuh kekhawatiran.

"Iya!" balas Gisel cepat, suaranya sedikit gemetar.

Tanpa pikir panjang, Gisel langsung berlari keluar dari kamar mandi. Dia sangat bersyukur Jevan datang mencarinya hingga ke sana. Entah apa yang akan terjadi jika pria itu terlambat beberapa menit saja. Mungkin dia sudah menjadi korban niat jahat seseorang di tempat sempit itu.

Jevan hanya bisa memandang Gisel dengan heran. Perempuan itu terus menggenggam tangannya erat-erat, seolah takut melepaskan. Meski sedikit bingung dengan tingkahnya, Jevan tidak bisa memungkiri ada rasa hangat yang menjalar di hatinya karena sentuhan itu.

"Kenapa, Gi?" bisik Jevan pelan.

Gisel hanya menggeleng tanpa berkata apa-apa. Dia tidak mungkin menceritakan apa yang baru saja terjadi. Sebagai gantinya, dia tersenyum kecil, mencoba meyakinkan Jevan bahwa semuanya baik-baik saja. Namun, senyumnya tidak cukup untuk menyembunyikan ketakutan yang masih tersisa.

Dia berharap, sungguh berharap, tidak ada pertemuan lain dengan orang-orang yang telah meninggalkan bekas buruk dalam hidupnya.

"Beneran, Gi?" Jevan bertanya lagi, kali ini suaranya lebih lembut namun tegas. Dia bisa melihat dengan jelas dari sikap Gisel, gadis itu masih waspada dan gelisah.

"Aku beneran nggak apa-apa kok," jawab Gisel, kali ini dengan senyuman lebih lebar yang memperlihatkan gigi putihnya.

Jevan terdiam sejenak. Astaga, senyum itu... terlalu manis untuk diabaikan.

OMG, Jevan. Fokus!

Dia menelan ludah pelan, mencoba menenangkan detak jantungnya yang tiba-tiba berpacu cepat. Ini cuma Gisel. Harusnya gue biasa aja.

Namun, kenyataannya? Dia benar-benar tidak bisa mengalihkan pikirannya dari perempuan itu.

Hari ini, Gisel memang terlihat memukau. Gaun yang Jevan pilih untuknya benar-benar membuat perempuan itu tampil memesona, meski di dalam hati, Jevan sedikit menyesal. Pilihan gaun itu tidak hanya membuat Gisel tampak luar biasa, tetapi juga menarik perhatian banyak orang, termasuk pria-pria yang tak segan-segan melirik ke arahnya.

Jevan mencoba mengalihkan pandangannya dari Gisel, namun sia-sia. Meski dia bukan remaja labil lagi, entah kenapa akhir-akhir ini perempuan yang ia panggil Induk Dino itu terus mengganggu pikirannya. Terutama saat Gisel tersenyum. Senyuman itu seolah punya kekuatan aneh—bisa membuat hatinya berdebar tanpa ampun.

BABY FATHER | selesaiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang