chapter 13

3.2K 258 6
                                        

Jaemin menatap jengah pada Lucas yang sudah menghela napas ke tiga belas kalinya di pagi hari ini.

"Serius Luke! Kau ada masalah apa sebenarnya huh?!" pekuk Jaemin dengan kesal.

Namun Lucas tak kunjung menjawab membuat Jaemin menghela napas kasar.

"Terserah! Aku ingin pergi ke kelas  Jeno saja."

Ya, saat ini mereka tengah berada di sekolah. Tepatnya sekarang waktunya istirahat.

Jaemin sudah melangkah agak jauh dari Lucas  sebelum kembali menghentikan langkahnya mendengar nada frustasi dari sahabat pucatnya itu.

"Johnny hyung-"

Jaemin berbalik melangkah cepat menuju Lucas. "Ada apa dengan Johnny hyung? Sesuatu terjadi kemarin?"

Lucas mendongak menatap Jaemin nelangsa. Detik kemudian berteriak frustasi sembari mengacak rambutnya. "Kau tahu? Haeun bukan anak yang lahir dari seorang laki laki." lirihnya.

"Tentu saja bukan bodoh! Johnny hyung menikah dengan seorang wanita dan melahirkan Haeun, tapi mereka bercerai sejak usia Haeun baru 10 bulan." ucap Jaemin santai seakan sudah tahu kebenarannya.

Lucas menatap Jaemin tak percaya. "Heol, kau tahu itu. Tapi kau tidak memberi tahuku?!"

Jaemin mengangkat alisnya. "Haruskah aku melakukan itu?"

"Yak!" pekik Lucas kesal. "Kau tahu kan kalau aku menyukai Johnny hyung! Tapi kau hanya diam saja selama ini, membuatku berasumsi jika Johnny hyung sama seperti kita." sahutnya tak terima.

"Tapi Luce-"

"Kupikir-ia gay. Kupikir aku bisa mendapatkannya hanya dengan berusaha lebih gigih tanpa ada hambatan lain." lirihnya memotong ucapan Jaemin. Setelah itu ia mendengus miris. "Ternyata saat ku ketahui kebenarannya, aku bahkan sudah kalah sebelum berperang." kekehnya miris.

"Yak Wong Lucas! Tapi kau tidak tahu kalau ia bercerai ka-"

"Sudahlah Na! Aku sedang tidak ingin membahasnya, mengingatnya membuat hatiku begitu sakit." ucapnya mendramatisir membuat Jaemin lagi-lagi menatap jengah pada sahabatnya.

"Padahal aku hanya ingin memberitahumu jika-"

"Sudah cukup Jaemin!Sudah-sudah cukup." potongnya kembali sembari menutup mulut Jaemin dengan jemarinya.

Melihat itu Jaemin cepat-cepat menepis tangan itu. "Kau menjijikan sekali. Berlebihan." komentar Jaemin

"Terserah kau mau mengatakan apa aku tidak peduli. Lebih baik aku ke kantin saja, perutku sudah lapar."

Pemuda jangkung itu menatap Lucas yang sudah berada di pintu kelas tak percaya "Yak albino! Kupikir kau sedang merana!" teriaknya tak terima.

"Kau pikir galau itu tidak butuh tenaga hah?! Aku harus mengisi energiku dulu baru lanjut kegalauanku tadi!" balasnya dengan teriakan kesal.

"Huh?" jaemin mengangkat alisnya bingung. "Dasar aneh!"

•••••

Saat ini Jeno tengah berada di kantin bersama Renjun.

"Jen, kau berpacaran dengan Jaemin ya?"

Jeno menghentikan kunyahannya lalu mendongak menatap Renjun

"Kenapa kau berpikir seperti itu?"

Renjun mengedikkan bahunya. "Bukan hanya aku, hampir satu sekolah berpikir kalian memang sepasang kekasih. Bahkan mereka iri bagaimana Jaemin memperlakukanmu, sedangkan kekasih mereka tak seposesif itu."

 𝐣𝐮𝐬𝐭 𝐟𝐫𝐢𝐞𝐧𝐝 Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang