CHAPTER 13

14.2K 846 23
                                        


Gara sedang bersantai di ruang keluarga. Meski banyak orang memperhatikannya, ia tetap tenang, duduk menyilangkan kaki sambil menatap layar ponsel.

Tiba-tiba, ponselnya berdering. Ia mengangkat tanpa banyak bicara.

"Hm," gumamnya.

Beberapa detik hening. Kemudian—

"плохая база!!"
(Gara berteriak lantang, membuat semua orang tersentak kaget.)

"..."

"отправить лио в штаб-квартиру сейчас."
(Kirim Lio ke markas sekarang.)

Orang-orang di sekeliling mulai saling bertanya-tanya. Wajah Gara mendadak serius dan tegang.

"Куда он идет?"
(Kemana dia pergi?)

"..."

"Если да, отправьте его домой. Я дам ему через сутки."
(Kalau ya, kirim dia pulang. Aku beri dia waktu satu hari.)

"Hm," gumamnya lagi, lalu menutup telepon.

"Siapa itu, Gara?" tanya Dina, penasaran.

"Kepo," jawabnya dingin.

"Adik, ayolah~," rengek Angga, berusaha merayu.

"Ogah," balas Gara malas.

Meski begitu, sejak kejadian beberapa waktu lalu, hubungan Gara dengan keluarganya memang membaik.

Tiba-tiba, seorang wanita muncul dan memeluk lengan Angga.

"Gara~ adik iparku!" serunya dengan manja.

Gara menoleh. Viona—tunangan Angga.

Dalam novel, Viona adalah karakter antagonis. Ia pernah marah karena Anya dianggap merebut perhatian Gara darinya. Bahkan, karena gelap mata, Viona menculik Anya setelah pernikahan Angga dan Anya. Untungnya, Angga berhasil menyelamatkan istrinya, dan Viona ditembak mati dalam proses itu.

Tapi sekarang...

"Apasih, curut," gerutu Angga kesal.

"Kok gitu sih~" Viona memeluk lengannya lebih erat.

"Lo ngapain di sini? Bukannya masih di Vietnam?" tanya Angga heran.

"Hehe, rindu kamu," jawabnya genit.

Gara mendengus. Jujur saja, ia ingin muntah. Tapi selama Viona tidak mengganggunya, ia memilih diam.

"Si Anya mana? Biasanya tuh orang selalu ikut campur urusan gue," omel Viona.

"Mati," jawab Gara santai.

"H-hah?" Viona terperanjat. "Gue nggak salah denger, kan?"

"Nggak."

"Bagus deh," Viona tersenyum miring. "Sekarang nggak ada yang halangin gue buat deketin Angga."

Gara hanya mendengus.

"I love you~" goda Viona.

"Dih... apa nih," Dina menahan tawa melihat tingkah Viona yang norak.

"Gara~" panggil Viona lagi.

"Hm."

"Mau bantuin kakak iparmu ini nggak?"

Gara meliriknya malas. "Apa?"

"Belikan mangga muda, dong."

Gara sontak menoleh. Matanya menyipit curiga.

"BANG, LO HAMILIN ANAK ORANG?!" teriaknya ke Angga.

"Gak tuh!" Angga cepat menepis tuduhan itu.

"Ayolah, Gara. Ini bukan ngidam, cuma pengen aja," jelas Viona sambil manyun.

"...Oh."

Gara pun mengambil ponselnya dan menelepon seseorang. Kali ini, ia kembali berbicara dalam bahasa Rusia.

"Ищите молодые манго, я дам вам через час."
(Cari mangga muda, aku beri waktu satu jam.)

"Kenapa pakai bahasa Rusia, Dek?" tanya Viona penasaran.

"Mafia Ail," jawab Gara singkat.

"Hah?!" Viona makin terkejut.

"Hah ho hah ho~" ejek Angga dengan nada main-main.

Vomen
Vote


Tbc

jadi adik protagonis(END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang