---
Flashback
Gara tertidur setelah menjalani hari yang berat. Setelah berbagai drama, terutama dari si anak pungut, Anya, akhirnya selesai... untuk sementara.
Dalam tidurnya, Gara merasakan cahaya yang menyilaukan di depannya. Perlahan, ia membuka mata.
Ini... bukan kamarku?
Ia mengalihkan pandangan ke sekeliling. Sebuah pohon besar berdiri megah di hadapannya.
“Pohon yang sangat besar...” gumamnya, kagum.
“Hei.”
Gara menoleh ke arah suara itu. Sosok di hadapannya... adalah dirinya sendiri. Tapi berbeda. Aura dan tatapannya sangat tenang—seperti versi asli dari dirinya.
“Kita punya adik. Temukan dia,” ucap sosok itu tenang.
“Siapa? Di mana dia?” tanya Gara bingung.
“Temukan dia.”
Setelah itu, segalanya menjadi gelap. Gara terbangun.
Kembali ke dunia nyata.
---
“Hm. Akan kuhancurkan mereka. Berani-beraninya menyakiti adik seorang Gara,” ucap tangan kanan Gara penuh amarah.
“Habisi mereka. Tak terkecuali.”
Gara bangkit dari duduknya dan melangkah pergi.
---
Adik tersayang🖤
> Dek, kamu sibuk gak?
> Gak bang, lagi senggang nih.
> Ikut abang ke markas, yuk.
> Eh, boleh.
> Abang jemput ya?
> Emang abang tau alamat rumah Alsan?
> Tentu saja 😏
> Iya deh... si paling berkuasa 😒
> Iya dong 😎
> Dih...
read
---
“Lucu,” gumam Gara sambil tersenyum kecil.
Ia segera menuju rumah Alsan. Tapi saat tiba, Alsan ternyata sudah berdiri menunggu di depan rumah.
“Bagus. Sekarang kamu gak pake bahasa gaul. Penurut. Abang jadi suka,” puji Gara dengan gaya khasnya.
“Itu pujian atau sindiran?” tanya Alsan sinis.
“Itu pujian sekaligus sindiran,” jawab Gara enteng. Alsan memutar bola matanya, malas.
“Ayo.”
Mereka pun berangkat menuju markas.
---
“Wih, bos bawa siapa nih?” seru salah satu anggota Altara saat melihat Gara datang bersama seseorang.
“Adik,” jawab Gara singkat.
“Dih, dingin banget sih bos.”
Gara berdiri tegap. Suaranya lantang dan penuh wibawa.
“Kalian semua, kenalkan. Ini member baru kita. Namanya Alsan.”
“Hai, nama gue Alsan,” ucapnya sambil tersenyum, sedikit canggung.
---
Segitu dulu ya!
Maaf author jarang up, lagi sibuk belajar karena bentar lagi ujian. Wkwk 😅
Vomen
Vote
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
jadi adik protagonis(END)
Novela JuvenilSatria, si dingin tingkat dewa. Dia hanya akan berbicara dengan keluarganya. Gara, pemuda dengan julukan "si cerewet", saking cerewetnya sampai dibenci banyak orang. Lalu, bagaimana jika Gara yang sudah tak kuat dengan hidupnya, memutuskan untuk men...
