CHAPTER 35 END

2.9K 89 5
                                        


Markas Keluarga Bramaja - Ruang Inti Segel Langit

Gema dentuman terdengar ketika batu-batu kuno mulai retak. Simbol segel langit di langit-langit aula utama mulai menyala terang, nyaris membakar.

Gara berdiri di tengah lingkaran sihir raksasa, napasnya berat. Darah menetes dari pelipis dan tangannya. Mantelnya sudah robek sebagian, tapi tatapan matanya lebih kuat dari sebelumnya.

Delon berdiri di seberang, dikelilingi energi kegelapan yang berputar seperti pusaran angin hitam. Tubuhnya berubah-urat-uratnya tampak seperti akar hitam dari dalam kulit.

"Berhenti, Gara!" teriak Alsan dari pinggir lingkaran, dibatasi dinding energi. "Kita bisa cari jalan lain!"

Gara menoleh sebentar, senyumnya kecil. "Kalau aku nggak berhenti dia, kalian semua yang akan lenyap."

Delon mengangkat tangan, dan tombak bayangan terbentuk dari udara. Ia melesat.

BRUGH!

Tombak menghantam tempat Gara berdiri-tapi sosok Gara sudah hilang dari sana. Ia muncul di atas Delon, melompat dari pilar runtuh, dan menebas udara dengan pedang yang terbungkus cahaya putih kebiruan.

"SENTAKA-!"

Tebasan itu menghantam energi hitam Delon. Cahaya dan bayangan bertabrakan hebat. Gelombang kejut menyebar, membuat batu-batu beterbangan dan pilar runtuh. Dinding aula berguncang.

Delon terhuyung, tapi tertawa.

"Kau pikir bisa menutup segel hanya dengan mengalahkanku?"

Gara mencengkeram gagang pedangnya lebih kuat. Matanya bersinar keperakan.

"Aku nggak butuh mengalahkanmu. Aku... harus mengalahkan diri lamaku."

Dari belakang punggungnya, aura putih mulai menyebar, membentuk sayap cahaya seperti pecahan kristal. Suara gema terdengar dari langit, dan simbol di atasnya mulai pecah perlahan.

"Ini kekuatan yang seharusnya tak bisa dimiliki manusia..." gumam Delon, kini mulai panik. "Kamu akan-"

"AKU BUKAN MANUSIA!" teriak Gara, lalu mengangkat pedang dengan dua tangan, menebaskannya ke tanah.

"SEAL BREAK - AETERNA!"

Cahaya membuncah dari tubuh Gara.
Segel langit pecah, tapi segera menyusun ulang dalam pola baru-sebuah bentuk yang belum pernah tercatat: pengorbanan segel hidup.

Tubuh Gara mulai menghilang dalam percikan cahaya, satu per satu seperti serpihan bintang.

Alsan berteriak, "GARA!!"

Tapi Gara hanya tersenyum kepadanya, dengan suara lirih, "Teruskan hidupmu, San. Jangan biarkan ini semua sia-sia."

**

Delon tertelan oleh pusaran cahaya yang meledak dari tengah ruangan.
Aula runtuh sepenuhnya, tetapi tidak dalam kehancuran-melainkan berubah menjadi kristal dan debu emas yang membumbung ke langit.

Langit malam terbuka. Dari seluruh penjuru dunia, orang-orang menatap cahaya itu.

**

Sementara Itu - Dunia Menyaksikan

Di kota-kota, desa-desa, dan bahkan tempat-tempat gelap tersembunyi... semua menatap satu titik cahaya di langit.

Angga yang sedang berada di ruang tamu menoleh keluar jendela.

"Apa itu...?" bisiknya.

Geng-geng yang dulu berdiri bersama Gara memandang langit dari tempat berbeda.

Mereka semua tahu:
Dia sedang melindungi mereka. Untuk terakhir kalinya.

---

✍️ Catatan Penulis

Hai guys!
Akhirnya ceritanya selesai juga! 😭✨

Aku tau mungkin ending-nya agak aneh dan sad banget (maaf banget ya 🥲), tapi ya... ide-nya memang cuma bisa sejauh ini. Meskipun begitu, aku bener-bener senang bisa nulis cerita ini dan kalian ikut nemenin sampai akhir!

Kalau kalian pengen ada ekstra atau lanjutannya... hmm, mungkin bisa dipertimbangkan kalau ada 400rb yang baca dulu~ muahahah 😆✌️

Setelah ini, kayaknya aku bakal fokus lanjutin cerita yang lain dulu (yang udah lama banget mangkrak karena mager hehe).

Pokoknya, makasih banyak buat kalian yang udah baca, dukung, kasih komentar, dan semangatin aku selama ini. Kalian keren banget! Jangan lupa juga baca karya-karya aku yang lainnya ya! 🖤

Sampai ketemu di cerita berikutnya!

~ Dinar Al Madina

---

To Be Continued...

VOMEN
VOTE

TBC

jadi adik protagonis(END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang