"Dek," panggil Gio pada Gara.
"Hm?"
"Lo... ketua mafia AIL, ya?" tanya Gio hati-hati.
Gara tersenyum tipis. "Kalau iya, memang kenapa?"
"Benarkah? Abang turut senang dengarnya." Jawaban Gio membuat Gara sedikit terkejut.
"Maksud lo?"
"Abang bawahan kamu, Gara."
Gara tercengang. "Dari...?"
"Dari KAU KOMA." jawab Gio dengan tenang.
"Oh..."
"Dek, maaf."
"Untuk?"
"Maaf karena udah mengabaikan kamu. Abang lakuin itu karena perintah Daddy. Abang nggak bisa melawan waktu itu," jelasnya dengan lirih.
Gara terdiam. Kemudian berkata dingin, "Hm. Jangan diulangi." Lalu ia berbalik pergi begitu saja.
Gio hanya bisa menatap punggung adiknya yang menjauh, penuh rasa bersalah. Bertahun-tahun ia memendam kasih sayangnya sebagai seorang kakak—semua karena loyalitas buta pada sang ayah.
"Abang sayang kamu, Gara..."
---
Markas Besar Mafia AIL, malam hari.
Gara kini duduk di singgasananya, dikelilingi para penjaga setia.
"Zaik, Bastara di mana?" tanya Gara.
"Maaf, Father. Bastara sedang berlibur ke Korea bersama keluarganya," jawab Zaik.
Gara menghela napas panjang. "Memang ada saja alasannya." Ia memijit pelipis sendiri, jelas kepalanya terasa berat.
"Panggil Bayu menghadap."
"Baik." Zaik segera pergi.
Tak lama kemudian, Bayu datang bersama Zaik dan Jevan.
"Kenapa? Kau kelihatan sakit," ucap Jevan sambil menghampiri Gara dan memijat pelipisnya perlahan. Jevan adalah salah satu bawahan yang berani dan dekat dengan Gara.
"If you are sick, rest, Father," ucap Jevan lembut.
"Shut up and keep massaging me," balas Gara ketus, meski tak menghentikan Jevan.
Lalu suaranya berubah serius. "Kita pakai bahasa Rusia. Ini penting."
"Yes, Father."
"Вы нашли это?" (Sudah kalian temukan dia?) tanya Gara dengan ekspresi gelap.
"Да, отец. Он в Японии." (Ya, Father. Dia ada di Jepang.) jawab Zaik.
"Я хочу, чтобы ты поймал его немедленно, прежде чем я начну действовать."
(Aku ingin kalian menangkapnya segera, sebelum aku sendiri turun tangan.)
Gara kemudian menatap Bayu.
"Баю, ты проверил высококлассных заключенных?"
(Bayu, sudah kau periksa para tahanan kelas atas?)
"Уже, отец. Никто не сбежал. О, да... я также видел женщину, которая, кажется, беременна. Некоторые сказали, что она твоя сводная сестра."
(Sudah, Father. Tidak ada yang melarikan diri. Oh, dan aku melihat seorang wanita yang sepertinya sedang hamil. Beberapa orang bilang dia adik tirimu.)
Gara membeku sejenak. Matanya menyipit dan tersenyum pelan—senyum mengerikan yang hanya keluar saat ia menemukan sesuatu yang menarik.
"Возьми ключ от подземелья. Я хочу их навестить."
(Ambilkan kunci ke ruang bawah tanah. Aku ingin menjenguk mereka.)
"Sudah kubawa," ucap Jevan.
"Hm."
"Pergilah kalian. Aku ingin tidur sebentar," perintah Gara.
Ketiga bawahannya menunduk hormat, lalu pergi meninggalkan ruangan.
Sementara itu, malam makin larut. Tapi rahasia yang baru terbuka... baru permulaan.
---
Vomen
Vote
Tbc
KAMU SEDANG MEMBACA
jadi adik protagonis(END)
Novela JuvenilSatria, si dingin tingkat dewa. Dia hanya akan berbicara dengan keluarganya. Gara, pemuda dengan julukan "si cerewet", saking cerewetnya sampai dibenci banyak orang. Lalu, bagaimana jika Gara yang sudah tak kuat dengan hidupnya, memutuskan untuk men...
