CHAPTER 23

7.1K 323 1
                                        

"HALLO!!"

“Iya, Dek, kenapa? Hm?” tanya Satria di telepon.

“Bang, tolongin Alsan, Bang! Aku di gudang rumah!” suara Alsan terdengar panik dan tergesa-gesa.

Tanpa pikir panjang, Gara langsung berlari meninggalkan kantor dan tumpukan berkas yang belum selesai.

“Eh, Ga, lo mau kemana?” tanya asisten yang kebingungan.

Gara tak menjawab, langsung menuju parkiran. Ia masuk ke mobil dan menginjak gas sekeras mungkin menuju rumah Alsan.

“Bajingan! Berani-beraninya mereka melukai adikku!” Gara bergemuruh dalam hati penuh amarah.

(Kenapa Gara tahu rumah Alsan? Itu rahasia Gara dan penulis, wkwk.)

Sesampainya di sana, Gara langsung masuk ke halaman Dramaja dengan wajah penuh kemarahan. Beberapa penjaga menghadangnya.

“Aku pastikan, jika adikku kenapa-kenapa di dalam gudang itu, keluarga Dramaja tidak akan pernah hidup tenang!” ancam Gara.

Ia berlari menuju gudang yang dikunci dari luar. Dengan tenaga yang kuat, Gara membuka pintu itu.

“Dek? Dek di mana, sayang? Ini abang,” panggil Gara lembut.

Tanpa pikir panjang, Alsan langsung menerjang dan memeluk hangat sang abang. Gara mengelus puncak kepala Alsan penuh kasih.

“Baik-baik saja kan? Ada luka?” tanya Gara cemas.

“Enggak, Bang, enggak ada luka,” jawab Alsan.

Gara mengangguk, lalu menoleh ke arah para pengawal.

“Panggilkan Tuan Besar Dramaja sekarang juga!” perintah Gara dengan aura dingin.

Tak lama, seorang pria paruh baya datang menghampiri Gara.

“Ada apa ini?” tanya pria itu sinis.

“Kenapa kamu membuka gudang itu? Ini hukuman untuk anak saya!” sahut Gara sambil terkekeh dingin.

“Kau menuduh adikku tanpa bukti, ya? Bajingan tua!” Gara langsung menampar dan memukul pria itu. Para pengawal Dramaja segera membantu pria tua tersebut, membuat Gara semakin marah.

“Ingat baik-baik, bajingan! Kau dan keluarga busukmu—termasuk anak-anak yang sudah membuat adikku menderita—akan kuhancurkan sampai ke akar-akarnya!” ancam Gara dengan nada menggelegar.

“Jangan lupa, Delon Dramaja, kau sudah membuat seorang Anggara Strasta Wijaya tidak akan melepaskan mangsanya,” sahut pria itu dengan ketakutan.

Gara hanya tersenyum sinis, “Tikus kecil seperti kalian, mudah bagi aku untuk menghancurkannya.”

Ia membawa Alsan pergi dengan sigap, sementara Delon Dramaja terdiam, menahan sakit akibat pukulan Gara.

---

Penulis:
Maaf ya, telat update kemarin malam. Banyak tugas, jadi harus diundur dulu, hehe.

Ya sudah, segini dulu ya. Semoga kalian terhibur.

Dadah, cayang-cayang aku! 💋

VOMEN
VOTE
TBC

jadi adik protagonis(END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang