Perhatiannya kamu

88 14 0
                                        

07:00

Tegar sudah berpakaian rapi dengan pakaian kerjanya. Dia pun langsung menghampiri Jingga yang sedang menyiapkan makanan.

"Pagi istrinya Tegar."

"Pagi," jawab Jingga singkat.

Merasa ada yang aneh dengan wajahnya Jingga, Tegar pun mendekatinya. Dia juga memeriksa kening Jingga.

"Kamu sakit?" tanya Tegar.

"Cuma pusing sedikit aja, gak apa kok," jawab Jingga.

"Apanya yang gak apa. Muka kamu pucat gitu," ujar Tegar.

Tanpa berbasa-basi lagi, Tegar langsung membawa Jingga ke kamar. Tapi, sebelumnya Tegar mematikan dulu kompor yang sedang menyala.

*****

"Kita cek ke dokter aja ya?" tanya Tegar.

"Gak usah ah. Tidur sebentar juga sembuh kok. Aku cuma kurang tidur aja, gegara beberapa hari ini aku terus begadang."

"Tapi kan..."

Jingga menutup mulut Tegar dengan 1 jari telunjuknya. "Ssstt! Ga usah khawatirin aku. Aku gak papa kok. Aku cuma butuh istirahat aja," ujar Jingga. "Nanti, kalau aku belum sembuh juga, baru kita ke rumah sakit. Gimana?" tanya Jingga bernegosiasi.

Menghela napasnya panjang "oke. Tapi, aku akan merawat kamu."

"Kerjaan kamu gimana?"

"Gak papa, aku bisa cuti. Lagian, aku kan belum ambil cuti tahun ini."

"Ooh, ok." Jingga menyetujui keinginan Tegar. "Terimakasih ya."

"Untuk apa?" tanya Tegar bingung.

"Karena udah mau perhatian ke aku," jawab Jingga.

"Gaperlu berterimakasih lagi. Kan, menjaga kamu udah jadi tanggung jawabnya aku sebagai suaminya kamu."

"Hmmm! So sweeeet." Jingga mencoba untuk bangun dari tidurnya. "Aww! Pusing."

Dengan sigap, Tegar langsung membantu Jingga. "Makanya jangan lasak. Udah, kamu tiduran aja. Biar aku yang ngurusin kamu."

Jingga pasrah, dia menjawab dengan mengangguk pelan kepalanya.

*****

Saat ini, Tegar sedang memasak bubur untuk Jingga. Dia memasaknya dengan penuh cinta, agar Jingga mau makan nantinya.

"Selesai."

Tegar memasukkan buburnya ke dalam mangkok. Dia juga mengambil obat untuk kepala pusing di kotak obatnya.

Ketika dia masuk kamarnya, Tegar melihat Jingga sedang tertidur lelap.

"Sayang."

Tegar menepuk pelan tangan Jingga. Jingga pun menggeliat. "Hmm?"

"Makan dulu yuk, habis itu minum obat." Jingga mengangguk pelan. "Pelan-pelan bangunnya biar gak pusing banget nanti."

Tegar menuntun Jingga untuk duduk secara perlahan. Sesudahnya, Tegar menyuapi Jingga beberapa sendok bubur hingga habis tak bersisa.

"Udah, sekarang minum obatnya yuk."

Jingga menurut. Dia meminum obatnya. Setelahnya, dia pun melanjutkan tidurnya.

Selama Jingga tidur, Tegar melakukan semua tugasnya Jingga. Dia masak, mencuci dan menjemur baju, membuang sampah, dll. Dia juga rajin mengompres dan mengecek suhu tubuh Jingga.

*****

15:30

"Sayang, bangun dulu yuk. Makan sama minum obat lagi."

Jingga membuka matanya. Dia juga bangun dari posisi tidurnya.

"Gimana kepalanya? Udah enakan?" tanya Tegar penasaran.

"Udah ni. Udah ga palah pusing lagi," jawab Jingga.

"Syukurlah. Tapi, nanti kamu minum aja lagi obatnya. Biar total sembuhnya."

"Oke."

"Tapi, sebelum minum obat, kamu-nya harus makan dulu ya."

Jingga mengangguk. Tegar kembali menyuapi Jingga sampai buburnya habis tak bersisa. Setelahnya, dia memberikan segelas air dan obat sakit kepala ke Jingga. Dia juga memegang kening Jingga untuk mengetahui suhu tubuhnya.

"Badan kamu juga udah ga sepanas tadi," ujar Tegar.

"Berati, besok kamu masuk kerja kan?"

"Enggak sih sepertinya. Besoknya lagi aja aku masuk."

"Kok gitu?" tanya Jingga bingung. Pasalnya dirinya saja sudah mulai membaik.

"Aku masih mau ngurusin kamu."

"Akunya juga udah baikan kok. Kamu udah bisa kerja besok."

"Kan masih belum sembuh total. Nanti, kalau kamu sakit lagi gimana?"

"Ya enggaklah. Soalnya..."

Tegar menutup mulut Jingga dengan jari telunjuknya. "Sssttt! Udah ah, kamu nurut aja sama suami," ujar Tegar. "Biarkan aku beri perhatian lebih dan biarkan aku melakukan tugasku sebagai suami ke kamu," lanjut Tegar lagi.

Jingga tersenyum, "terimakasih ya." Tegar mengangguk. "I love you."

"Love you too," jawab Tegar. "Ok, sekarang kamu lanjutin tidur kamu lagi. Biar lebih enakan."

Jingga menggeleng, "ga bisa. Akunya ga ngantuk."

"Mau aku temanin?"

"Mau. Tapi, sambil nonton drakor, mau lihat oppa-oppa ganteng."

"Dasar istri."

*****

Versi videonya ada di tik-tok @za_storryy yak :);)

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Versi videonya ada di tik-tok @za_storryy yak :);)

Tegar & JinggaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang