Nginap di rumah Tegar?

60 10 4
                                        

Tegar & Jingga

👫

👫

👫

👫

______________

ⓢⓔⓛⓐⓜⓐⓣ

ⓜⓔⓜⓑⓐⓒⓐ

_____________

Di kantor, Tegar menelpon papanya untuk menyuruh Jingga nginap di rumah orangtuanya.

Tegar menjelaskan semua yang terjadi di antara dirinya, Jingga, dan sang mama.

Syukurnya, papanya Tegar mengerti dan mau melakukan apa yang diminta oleh anaknya.

Dia juga tak mau menunggu lebih lama lagi karena gak mau terjadi yang enggak-enggak nantinya. Jadi, setelah selesai telponan dengan Tegar papanya Tegar langsung menelpon Jingga.

On the phone

Ketika Papa mertuanya menelpon, Jingga ngeblank sedikit karena sebelumnya dia belum pernah di telpon oleh sang mertua.

'Halo sayang.'

Jingga tak menjawab panggilan dari sang mertua.

'Halo!'

'Ha? Iya. Aduh, maaf pa Jingga lagi gak fokus tadi.'

'Ah, iya. Gak apa.'

'Emm... ada apa pa?'

'Jadi gini, belakangan ini papa lagi merasa kesepian. Ya, kamu tahu lah ya kenapa. Terus, mama kamu juga selalu pergi-pergi. Jadi, merasa sepi papanya. Terus kemarin, papa ada rencana buat ngundang kalian untuk tidur disini, tapi mama mertua kamu mau tidur di sana. Yaudahlah ga jadi papa lakuin. Terus, tadi papa kepikiran lagi buat nyuruh kalian tidur di sini 3 hari aja. Gimana? Maukan?'

'Hmmm?'

'Mau ya? Nanti tanya Tegar. Kalau iya katanya, kalian datang besok ya.'

Jingga diam dan tak menjawab ajakan sang papa mertua.

'Yaudah, kalau gitu papa tutup ya telponnya. Jangan lupa kasi tahu Tegar. Papa tunggu kehadiran kalian. Ok.'

'Siap pa.'

Dengan hati yang berat, Jingga mengiyakan permintaan papa mertuanya untuk nginap di rumah sang mertua.

And

Tuuuuut!

Ketika Papa Tegar menutup teleponnya. Jingga langsung kepikir kalau Tegar lah yang mempunyai ide tersebut.

"Tapi ga mungkin juga sih, soalnya kan tadi papa nyuruh aku kasi tahu Tegar," pikir Jingga lagi.

"Ah, sudahlah gak usah dipikirin lagi."

******

Sepulang kerja, Tegar langsung masuk ke dalam kamarnya. Dia tak menyangka kalau Jingga akan ada di sana. Jadi, begitu dia menutup pintunya dia langsung terkejut.

"Kenapa?" tanya Jingga.

"Kaget. Kan, katanya kamu lagi butuh waktu sendiri. Jadi, aku pikir kamu gak bakal mau tidur sama aku dulu," jelas Tegar dengan sejelas-jelasnya.

"Siapa yang mau tidur sama kamu?"

"Ya, kamulah."

"Ih! Geer banget sih."

"Terus, kenapa di sini? Bukannya mau tidur di kamar tamu?"

"Aku cuma mau ngasi tahu kalau papa nyuruh kita nginap di rumahnya besok."

"Ha? Papa? Kenapa? Kok tumben?" tanya Tegar berpura-pura seperti orang yang tidak tahu apa-apa.

"Berarti ini bukan idenya kamu?"

"Ha? Apa?"

Tegar berpura-pura bego agar Jingga gak bertanya pertanyaan yang lebih lagi untuk kedepannya.

"Enggak apa."

Sesuai dengan keinginan Tegar, Jingga tak lagi menanyakan pertanyaan untuknya.

"Bye the way, kamu masih belum bisa maafin aku?" tanya Tegar sebelum Jingga pergi.

Tak mau menjawab, Jingga langsung pergi dari sana.

Semoga rencana aku kali ini berhasil. ~Keinginan terbesar Tegar saat ini.

_____________

Versi videonya ada di tik-tok mimin yak di @za_storryy

Link ada di bio :);)

Tegar & JinggaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang