Tegar & Jingga
👫
👫
👫
👫
______________
ⓢⓔⓛⓐⓜⓐⓣ
ⓜⓔⓜⓑⓐⓒⓐ
_____________
Walaupun Jingga masih marah sama Tegar, dia tetap meladeni Bu Sonya dengan baik. Tapi Bu Sonya tetaplah julid.
Jingga melakukan banyak hal, dimulai dari menemani sang mertua walaupun dirinya diomelin, memijat badan sang mama mertua walaupun dibilang gak enak pijatannya, dan masih banyak lagi hal yang dilakukannya tapi selalu diberi tanggapan negatif dari sang mama mertua.
Tapi, Jingganya menanggapi sang mama dengan senyuman dan menyimpan kemarahannya di dalam hati dan mengeluarkan emosinya ke Tegar yang tak bersalah.
Setelah diomelin sang mama mertua, Jingga melampiaskannya ke Tegar dengan mengomel panjang lebar. Seperti yang terjadi pada saat ini.
"Coba cerita pelan-pelan. Gak usah ngomel terus. Kan aku bingung. Ga ada salah tapi diomelin sama kamu," ujar Tegar setelah Jingga selesai berbicara panjang lebar kepadanya.
"Entahlah, aku gatau." Jingga membuang mukanya ke arah dinding.
"Dasar cewek."
"Maksud?"
"Enggak, enggak apa-apa."
Tegar mengurungkan niatnya untuk membela dirinya. Syukurnya, Jingga juga tak membalas lagi omongannya Tegar.
Setelah beberapa menit, Tegar merasakan keheningan. Dia melihat Jingga sudah lelap dalam tidurnya.
"Maafkan mamaku ya. Maafkan aku juga, aku gak bisa membela kamu." Tegar memperbaiki selimutnya Jingga. "Night sayang, mimpi yang Indah ya."
Sebelum dirinya ikut tidur, Tegar menyempatkan dirinya untuk mencium kening Jingga.
*****
"Masakan apa ini? Kok gini rasanya. Mau bunuh saya ya kamu?"
Masih pagi juga, Jingganya udah kena sembur.
Jingga menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia mencoba masakannya dan... "Emmm enak kok." Dengan percaya diri, Jingga memuji masakannya sendiri.
"Enak kamu bilang?" Jingga mengangguk. "Kayak gini enak? Astaga!"
Tegar yang baru bersiap menghampiri Jingga dan mamanya.
"Ada apa ma?" tanya Tegar.
"Coba kamu bawa istri kamu ke rumah sakit."
Sontak, Tegar langsung memeriksa badan Jingga. "Kamu sakit?" Jingga menggelengkan kepalanya.
"Jingganya gak sakit kok ma. Kenapa mama suruh Jingga ke rumah sakit?"
"Bukan, bukan badannya yang sakit, tapi lidahnya. Bisa-bisanya dia bilang makanan ini enak, padahal rasanya aneh." Tegar menelan air liurnya. Dia lupa untuk tidak membiarkan Jingga masak. "Coba kamu rasa."
Tegar menurut, dia memakan masakannya Jingga.
"Gimana?" tanya Bu Sonya.
Tegar melihat ekspresi wajahnya Jingga. "Iya, gimana?" tanya Jingga.
"Hmmmm?"
Tegar bingung, apakah harus jujur ke mamanya atau bohong demi menutupi kesalahannya Jingga.
"Gimana? Benar kan apa kata mama kalau masakannya Jingga gak enak?"
Tegar gak berani natap mata Jingga. Dia pun menganggukkan kepalanya sambil menutup matanya. "Iya, mama benar."
Setelah sepuluh detik mengatakan itu, Tegar membuka matanya. Dia melihat wajah Jingga yang kecewa.
"Tuh kan, apa mama bilang kalau masakan ini gak enak." Bu Sonya menunjukkan senyum kemenangannya. "Tunggu dulu. Kalau ini aja gak enak, berati selama ini Jingga masak buat kamu masakan yang gak enak?"
Tegar menatap Jingga dulu sebelum dirinya mengiyakan pertanyaan mamanya.
"Nah kan, emang ga benar banget almarhum nenek kalian menjodohkan kalian. Mana papa kamu setuju lagi. Coba aja gak lanjutin, ga akan begini. Kamu pasti bisa dapat istri yang lebih lagi. Kamu..."
Bu Sonya mengomel terus sedangkan Tegar merasakan sakit karena melihat kekecewaan dan kesedihan di mata Jingga.
"Ma!"
Tegar menghentikan omelan mamanya.
"Iya?"
"Mama pulangnya sama aku kan?" Bu Sonya mengangguk. "Yaudah, yuk cepat. Tegar terlambat nanti kalau mama gak bersiap-siap."
"Ah, iya juga ya. Yaudah, mama beberes ya."
Bu Sonya pergi ke kamarnya, meninggalkan pasangan suami istri itu berdua.
"Huft!" Tegar mendekati Jingga. Dia mengelap air mata Jingga yang jatuh tanpa henti. "Maafkan aku ya."
Jingga membuang mukanya dan pergi menuju kamarnya.
********
Versi videonya ada di tik-tok mimin di @za_storryy
Link ada di bio :);)
With love
♥♥♥
Zoe
KAMU SEDANG MEMBACA
Tegar & Jingga
FanficTegar & Jingga adalah sepasang pasangan yang dijodohkan. Anehnya, bukannya marah dan menolak, mereka malah menyukai perjodohan mereka. Mereka juga membuat beberapa komitmen agar hubungan mereka selalu terlihat harmonis.
