Tegar & Jingga
(TeGa)
👫
👫
👫
👫
ⓗⓐⓟⓟⓨ
ⓡⓔⓐⓐⓓⓛⓝⓖ
_
_____________
06:17
Ketika terbangun dari tidurnya, Jingga langsung membangunkan Tegar.
"Nah, bangun juga akhirnya," ujar Jingga ketika Tegar membuka matanya. "Kamu mau sarapan apa hari ini? Biar aku masakin."
"Ga usah! Aku mau sarapan di luar."
"Ooh yaudah. Aku siapin bekal aja ya buat kamu."
"Ga usah juga."
Tegar yang biasanya menerima tawaran Jingga, entah kenapa menolaknya.
"Ah, ok," jawab Jingga dengan sedikit kekecewaan.
*****
Di saat Tegar selesai dengan mandinya, Jingga memberikan baju kerja Tegar yang sudah dipersiapkannya sedari tadi.
"Ga usah disiapin. Aku bisa sendiri," ujar Tegar. "Lagian, ini bukan baju aku hari ini." Tegar meletakkan lagi baju yang disiapin Jingga ke dalam lemari.
Dengan sedikit kekecewaan, "yaudah, kalau gitu, aku siapin sepatu kamu aja ya."
"Ga usah, aku bisa sendiri."
Lagi-lagi Tegar menolak penawaran Jingga. Dia juga kelihatan malas melihat wajahnya Jingga.
"Yaudah, kamunya kesana dulu. Aku mau pakai baju."
Tak mau menjawab, Jingga langsung saja keluar dari kamarnya dengan wajah yang murung.
"Tegar kenapa sih?"
Jingga bingung dengan sikap Tegar hari ini yang dingin kepadanya. Padahal biasanya, dia yang selalu bersikap lembut ke Jingga.
"Mungkin karena pekerjaannya semalam. Mungkin, nanti malam juga balik normal lagi." Jingga mencoba berpikir positif.
"Daripada mikir yang aneh-aneh, mendingan aku masak untuk sarapan aku aja."
Jingga pun pergi ke dapur untuk memasak sarapannya.
Saat memasak, dia masih kepikiran dengan sikap Tegar, dan jadilah tangannya tergores pisau.
"Aww!"
Tegar sedikit melirik, tapi dia kembali ke ekspresi coolnya. Dia hanya mengambil kotak obat dan memberikannya ke Jingga.
"Lukanya diobati sendiri ya, aku mau berangkat kerja," ujar Tegar. "Untuk sarapan kamu, nanti aku suruh abang-abang tukang bubur di depan buat anterin ke kamu. Jadi, kamu ga perlu masak lagi." lanjut Tegar sebelum pergi meninggalkan Jingga.
*****
17:30
Begitu Tegar tiba di rumahnya, Jingga langsung menyambutnya dengan baik.
"Welcome home sayang."
"Ya!"
"Kamu mau minum apa? Biar aku buatkan," tawar Jingga.
"Enggak usah."
"Ah, ok," jawab Jingga. "Btw, gimana hari ini? Is it good?" Jingga berusaha untuk mendapatkan bahan pembicaraan.
Tak mau menjawab, Tegar pun pergi begitu saja meninggalkan Jingga.
Jingga pun hanya menghela napasnya kesal. Dia tak tahu lagi harus berbuat apa untuk mencairkan hati Tegar yang tiba-tiba membeku.
******
23:30
Ketika Jingga benar-benar sudah terlelap, Tegar memulai aksinya. Dia mengambil birthday cake di mobilnya. Dia juga mengambil peralatan ulang tahun yang lainnya, seperti topi kerucut, balon yang udah ditiup, dan juga hadiah untuk Jingga.
Setelahnya, "happy birthday sayang." Tegar mengucapkannya dengan suara yang cukup keras.
"Ha?" tanya Jingga yang masih belum sepenuhnya tersadar dari tidurnya.
"Happy birthday sayangku," ujar Tegar sekali lagi.
"Emangnya hari ini aku ulang tahun?" tanya Jingga bingung, pasalnya dia sendiri lupa sama hari ulang tahunnya.
"Iya dong. Masa kamu lupa sih."
"Ah, iya kamu benar." Jingga cengengesan. "Maaf ya, emang ada aja nih otak. Bisa-bisanya dia lupa sama ulang tahunnya sendiri."
"Yaudah, sekarang kamu tiup nih lilin, udah mau meleleh soalnya."
Jingga melakukan apa yang Tegar suruh. Dia meniup lilinnya setelah membuat permohonan.
Setelahnya, Tegar memberikan kado yang disiapkannya untuk Jingga.
"Thank you." Jingga pun membuka kadonya.
"Gimana? Suka gak?" tanya Tegar.
"Sukaaa."
"Kalau suka, dipake dong." Jingga mengangguk, tapi ketika akan memakai kalungnya, dia sedikit kesusahan. "Mau aku bantu?"
"Iya."
Tegar pun memakaikannya di lehernya Jingga dengan perlahan.
"Cantik."
"Iya dong. Kan istrinya Tegar."
Tegar tersenyum kesenangan. "Btw, kamu harus tahu kalau tadi aku nangis."
"Nangis?" tanya Jingga.
"Iya. Soalnya aku kepikiran kamu terus. Aku takut kamu kenapa-napa. Apalagi pas tadi pagi kamu tergores pisau," jelas Tegar.
"Co cweet banget sih." Jingga tersenyum. "Makanya kamu ga usah ngediemin aku kayak tadi. Jadi kena imbasnya kan."
"Iya deh, ga mau lagi aku. Udah cukup hari ini aja. Nanti, nanti, ga ada lagi yang namanya ngediemin kamu kayak tadi."
"Janji ya." Jingga memastikan lagi perkataan Tegar tadi.
"Janji!"
____________
Versi videonya ada di wattpad mimin di @za_storryy
Linknya ada di bio :)
KAMU SEDANG MEMBACA
Tegar & Jingga
Fiksi PenggemarTegar & Jingga adalah sepasang pasangan yang dijodohkan. Anehnya, bukannya marah dan menolak, mereka malah menyukai perjodohan mereka. Mereka juga membuat beberapa komitmen agar hubungan mereka selalu terlihat harmonis.
