GalAle : 03

373K 12K 165
                                        

✿⁠✿⁠✿⁠

Perlahan lahan mata Aleta terbuka ia mencium banyak aroma obat dan, yah, saat ini dirinya berada di ruang UKS.

Dengan tubuhnya yang masih lemas Aleta menyandarkan tubuhnya di tepian ranjang uks, kini kepalanya sangat pusing.

Ceklek

Pintu ruangan itu terbuka menampilkan sosok gadis berseragam putih abu abu berjalan kearahnya.

"Leta," Teriak gadis itu ternyata Bebyla.

"Udah enakan, gimana kondisi lo, masih pusing, apa gimana?" Tanyanya dengan khawatir, lalu gadis itu menarik sebuah bangku untuk ia duduki.

Aleta menggeleng dengan lemas, "aku gapapa," jawab Aleta bohong, agar sahabat itu tidak terlalu khawatir.

Menatap wajah Aleta yang pucat membuat Bebyla sendiri tidak yakin, "Pulang aja yok, gua bilangin nanti ke wali kelas," ajaknya

"Nggak usah, aku udah enakan kok habis ini aku mau balik Ke-kelas," Ucap Aleta.

"Tapi..."

"Aku beneran gak papa, gausah khawatir," ucap Aleta menegaskan kepada Bebyla agar sahabatnya itu tidak mengkhawatirkannya lagi.

"Yaudah, deh," jawab Bebyla mengerti.

"Beby," Aleta memanggil Bebyla.

"Iya, apa?"

"Aku tiba-tiba pengan jus nangka."

"Hah, Nangka? mana ada jus nangka di kantin, jangan aneh-aneh."
.
"Pengen banget padahal."

"Tumben pengen, bukannya lo gak suka?"

Aleta terdiam. benar mengapa tiba-tiba ia ingin buah nangka padahal itu adalah buah yang paling, paling, paling Aleta tidak suka mengapa sekarang ia ingin mencicipinya?

"Ya... ya gapapa, pengen nyoba aja," jawab Aleta.

"Kalo mau nyoba, ya gapapa, tapi lo buat sendiri."

Aleta menggeleng,"nggak deh, aku sekarang mau balik ke kelas," kata Aleta, dirinya pun turun dari kasur uks, lalu ia merapikan pakaiannya yang agak berantakan.

"Beneran udah gak papa?" Tanya Bebyla khawatir karena melihat wajah Aleta yang masih  pucat.

"Bener, udah deh aku gapapa, Ayo."

Mereka berdua pun berjalan bersama meninggalkan ruang uks tersebut walau sebenarnya Aleta sedikit lemas.

✧✧✧✧

Dilapangan basket SMA Ganendra para anak lelaki kelas 12 IPA 3 dan geng Argala yaitu Sean, Agil, Firdaus, Prince dan Argavi berkumpul yang akan melaksanakan pelajaran olahraga.

Tetapi sebenarnya tidak ada Argavi karena lelaki itu sedang ada kegiatan osis yang wajib ia laksanakan karena ia menjalankan tugasnya sebagai ketua osis.


"Pak ogi mana si anj, lama bat dah," gerut seorang laki-laki dengan baju olahraga berwarna oranye ia adalah Sean.

"Tau dah, kalo gini maen basket aja lah," Sahut Agil lalu berdiri, "ambil bola ayo," Ucap lanjutnya.

"Ayo, gue ikut nyet," Jawab Firdaus lalu ikut berdiri mengibas ngibaskan pantatnya setelah duduk dibawah.

Agil dan Firdaus pun pergi untuk mengambil bola, dan tersisa Argala, Prince, Sean.

Prince menoleh kearah Argala yang sedari tadi hanya diam dengan tatapan kosong seperti banyak yang dipikirkan oleh lelaki itu.

"Heh, bengong aja lo," Ucap Prince sambil memukul pundak Argala membuat sang empu menoleh.

 ARGALA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang