GalAle : 05

320K 11.8K 437
                                        

~🌼~

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

~🌼~

Argala membuka matanya karena merasakan sesuatu yang bergerak membuat tidur nyenyak nya itu terusik, Aleta, Ternyata gadis itu telah terbangun.

Argala mengucek matanya untuk menetralkan cahaya ruangan, "udah bangun?" Kata Argala dengan suara yang serak.

Aleta mengangguk sedikit takut, "Kenapa lo ga bangunin gue?" Tanya Argala.

"T-akut," cicitnya Aleta pelan, namun bisa didengar oleh telinga Argala.

Argala baru saja ingat kejadian tadi, "sorry, tadi gue kelepasan," Ucap Argala.

"Gapapa kok, kak, aku juga minta maaf, tadi aku asal ngomong ga mikir dulu," Ujar Aleta sedikit menunduk.

"Gue tau, lo panik" jawab Argala yang di angguki oleh Aleta.

Suasana menjadi canggung seketika, tidak ada yang memulai topik pembicaraan lagi, Aleta dengan pikirannya dan begitu juga dengan Argala.

"Nama Lo, siapa?" Tanya Argala, membuka obrolan.

"Oh... aku, aku Aleta," Jawab Aleta sedikit canggung.

Argala mengangguk, "gue Argala, panggil aja Gala!"

Aleta mengangguk, "iya..."

"Lo anak kelas sebelas?" Tanya Argala sekali lagi.

Aleta memberanikan diri menatap Argala, "iya, kakak yang tadi pagi di tanggah lapangan, ya?"

Argala terkekeh, "iya, kalo lo tau gue, kenapa gak nyamperin gue selesai upacara?"

"yaa... takut salah orang aja, jadi gausah," jawab Aleta, berusaha menghilangkan rasa canggungnya.

"Lo sebenarnya udah tau siapa gua?"

Aleta menggeleng, "enggak."

Ceklek

"Permisi," seorang wanita mengenakan jaz berwarna putih masuk kedalam ruangan Aleta, dia Dokter Erina.

"Bagaimana kondisinya, masih pusing?" Tanya dokter Erina sambil tersenyum.

Aleta tersenyum menatap dokter ramah itu, "Sudah lebih baik dokter. em... dok, kapan saya boleh pulang?" tanya Aleta yang sudah sangat ingin pulang.

"Sekarang sudah boleh pulang, namun hari sudah malam. Menginap semalaman disini juga tidak apa apa."

Aleta menggeleng, ia tidak ingin ibunya khawatir, "saya pulang saja dok."

 ARGALA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang