Alex sudah menangis sekarang, ia ada di lantai 2 rumah Mew dengan Mew yang mengarahkannya tepat ke lantai dasar rumah itu. Alex ketakutan hingga memanggil Gulf berkali kali. Tidak kalah sama takutnya, Gulf semakin frustasi ketika anaknya siap terjun ke lantai.
" Mew turunin Alex, lo semakin sialan kalo kaya gini "
" Gue turunin tapi terjun tuh kelantai bawah, mau lo semua? "
" Mew apa apaan si lo, perkara proyek lo jadi buta gini. Reputasi lo lebih besar dari proyek Mew "
" Lo tinggal pilih Gulf, mau lanjutin proyeknya atau engga "
" Me-ww ", sudah tidak tau selemas apa sekarang Gulf melepas air matanya
" Proposalnya ada di meja, ambil atau gue lepas tangan gue dari anak lo "
" MEW, UDAH GILA KALI LO YA ", bentak Bright
" MEW LO BAKAL NYESEL, TURUNIN ALEX SEKARANG. SETIDAKNYA KALO LO GA PEDULI SAMA PERASAAN GULF LO LIAT ALEX DIA KETAKUTAN ", lagi dari Off
" turunin mew, alex takut ketinggian ", lemas Gulf
" Satu "
" BISA GA SI LO PAKE OTAK LO MEW "
" GILA KERJA LO SAMPE MAU CELAKAIN ANAK KECIL, DIA GA ADA URUSANNYA SAMA PROYEK LO ANJING. CAPEK GUE MEW! "
" Dua "
Bagus Off masih menjaga rahasia Gulf, disaat tangan itu hampir terlepas dari tubuh Alex
" Ti-g "
" Mew Alex itu anak kamu ", lalu kesadaran Gulf hilang
Off yang mendengar itu dari mulut Gulf seakan mendapat persetujuan untuk membongkar seluruh rahasianya. Langsung ditambahnya perkataan Gulf, mencoba meyakinkan Mew untuk menarik Alex ke pinggir
" Mew, meung. Kalo lo banting Alex lo bakal nyesel seumur hidup lo, Alex anak lo. Dia anak lo, maaf gue baru bisa kasih tau sekarang. Gue minta lo pinggirin Alex, dia udah ketakukan banget, tolong denger gue sekali aja "
Mew yang mendengar seketika tertegun, dibawanya Alex masuk ke pelukan hangatnya. Entah kenapa tiba tiba Mew ikut merasa takut jika Alex lepas dari tangannya
.
.
.Suasana kini tidak tergambarkan. Gulf yang masih pingsan ada di sofa lain bersama Natasya dan Bright, disebrang ada Off yang sibuk menenangkan Gun. Dan Mew yang mendekap Alex dalam pangkuannya
Anak itu sama sekali tidak marah atas kejadian tadi, masih saja menganggap Mew orang yang baik
" Al-ex " igau Gulf
" Papa.. ", anak itu langsung meloncat kearah Gulf
'' Papa kenapa bobok di kulci, ayo ke kamal aja bobok sama Alex dicana "
" Alex, peluk papa nak ", air matanya jatuh lagi
Mew tidak merespon apapun, pikirannya masih butuh penjelasan atas ucapan Off tadi. Tangan Gulf ditariknya paksa, menekan bahu itu agar segera menjelaskan hal yang tidak pernah dia tau
" Uncle tangan papa nanti cakit "
" Jelasin yang tadi! "
Tatapan kini berbalik untuk Bright dan Off. Kenapa dua manusia ini diam saja, lengan Gulf sudah hampir Mew lukai lagi. Bahkan ketika tangan itu belum pulih seutuhnya
" Mew lepasin Gulf, biar gue jelasin semuanya "
" Off kamu ga berhak mengeluarkan apapun dari mulut kamu tanpa seijin saya. Ini hidup saya "
" Gue tau, tapi mau sampe kapan Gulf, Mew harus tau alasan lo ninggalin dia dulu. Alasan lo pindah ke luar negeri dan mati matian ngurus anak yang hampir aja mati karna pikiran sempitnya. Mew juga musti sadar kalo dia ga pantes benci sama lo "
" Saya tidak peduli dengan dia, kamu jangan bicara sedikitpun "
" Ya lo liat sendiri Gun, gue rasa manusia berdua ini memang ada main dari awal. Asal ngomong demi anak haramnya selamat "
" Kamu diam, kamu ga tau apa apa soal anak saya. Jangan sekali lagi keluar kata buruk tentang anak saya dari mulut kamu. Sekarang kita pulang Bright "
" Sorry Gulf. Mew, Alex dan Natasya anak kandung lo "
" OFF! "
" Off, diam sebelum Gulf hilang kepercayaan sama lo ", yakin Bright
" Alex dan Natasya anak lo Mew. Gulf ninggalin lo karena dia hamil anak lo, Gulf malu sebagai laki laki dia bisa hamil. Terutama karena dia masih maba waktu itu, belum menikah tapi malah hamil. Itu ulah lo juga, Gulf udah ceritain kejadian setelah di mall ke gue "
" Maksud lo apa gue ga ngerti "
" Lo tidurin Gulf-kan. Gulf sama kaya Gun, mereka punya rahim, ga aneh kalo Gulf bisa hamil toh lo juga ga pake apapun waktu ngelakuin itu ke Gulf. Lo bisa tes DNA kalo lo ga percaya omongan gue "
(◠‿・)-☆
Terlalu sulit menjelaskan kepada Mew perihal Gulf yang bisa hamil. Lelaki itu menolak kenyataan, menyangkal setiap cerita yang Off coba terus jelaskan
Setiap kejadian selalu bisa Off temukan alasannya. Mengapa ia bisa sejauh ini melangkah hanya demi Gulf
Jika diputar kembali memori itu ceritanya adalah Gulf mengetahui dirinya hamil dua minggu. Pikirannya kacau ketika alat menunjukkan 2 garis yang sangat jelas.
Davikah ikut kacau disana
Bright tentu membawa Gulf kerumah sakit, memastikan apakah benar ada janin yang sedang tumbuh disana, dan dokter mengkonfirmasinya.
Bright tentu emosi kepada Mew, menghancurkan hidup sahabatnya ketika ia belum menikmati masa muda indah. Ketika dirinya ingin menemui Mew, Gulf melarangnya dengan alasan malu dan benci yang saat itu langsung tertanam di dalam hati
Bright memang tidak jadi menemui Mew, tapi ia menemui Off. Mencoba memberi tau keadaan Gulf sekarang, dan melarang Mew untuk menunjukkan wajahnya di depan Gulf apapun yang terjadi
Tapi karena Mew tidak tau keadaan Gulf, ia malah menanam kebencian juga pada Gulf
Sejak saat itu Gulf pindah dari Tailand, ia mengurus dirinya sendiri dan dibantu jauh oleh Off. Off bertanggung jawab sedikit untuk Mew sahabatnya. Keperluan Gulf, baik tempat tinggal dan kebutuhan sehari hari coba Off penuhi. Itu kenapa gajinya tidak cukup untuk persalinan Gun
Ia memenuhi dua kebutuhan orang hamil sekaligus, Mew tidak taukan
Hingga persalinan Gun tiba, Off kekurangan uang. Dia butuh tambahan agar Gun bisa dioperasi. Siapa yang bisa membantunya selain Gulf, karena Gulf tidak pernah menggunakan sedikitpun uang dari Off untuknya.
Seakan Gulf tau waktu ini akan tiba
Untuk hal hal yang Gulf derita, dari pandangan masyarakat hingga kehidupannya di Portugal. Gulf menanggungnya sendiri, ia tidak pernah perduli bising suara yang bicara tentang dirinya. Yang terpenting adalah hidup anaknya
.
.
.Sesudah mendengar keluh kesah Off sebagai sahabat yang menanggung kesalahan dirinya, Mew menatap Gulf sendu. Ia sadar akan semua yang coba ia lakukan untuk menyakiti Gulf
Kaki Gulf yang terjepit pintu mobil, tulang tangannya yang bergeser, membiarkan Thana membantunya mengotori pikiran Alex, menculik Alex, bahkan mengukungnya hari itu. Dia pantas disebut bajingan
Tangannya mencoba merengkuh 3 orang yang sedang duduk dihadapannya tapi ia terlalu takut. Karena mata elang Bright semakin gencar melindungi Gulf
Setelah itu Mew ditinggal dengan rasa bersalah yang menyelimuti dirinya sendiri. Tidak tau harus apa, pun tadi dia masih belum mau mengucap maaf kepada Gulf
Tunggu esok hari, ketika kesalahan memenuhi kepala dan ia butuh Gulf, Alex, dan Natasya dalam hidupnya
