"Aku tidak begitu mengerti dengan arti cinta. Tetapi ketika aku merasa nyaman dengan seseorang, aku tidak akan tertarik dengan yang lain" - Kim Taehyung
Menyukai orang yang sudah bertunangan itu memang salah. Tapi bagaimana jika orang tersebut yang...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
******
Sinar matahari sore menembus kaca-kaca tinggi ballroom, menciptakan bias cahaya keemasan yang menari-nari di atas lantai marmer putih. Ratusan bunga peony putih dan mawar pastel menghiasi seluruh ruangan, menghadirkan nuansa surgawi yang lembut namun megah. Di tengah kemewahan itu, berdiri Kim Taehyung—dengan setelan tuksedo Armani hitam pekat, senyum tenang, dan mata yang tak berhenti menatap ke arah altar.
Ini bukan sekadar pernikahan bagi Taehyung. Ini adalah momen paling berarti dalam hidupnya.
Dari kejauhan, lantunan musik klasik mengalun lembut, menyambut langkah seorang wanita dalam balutan gaun putih rancangan pribadinya sendiri—Chou Tzuyu. Gaun yang sederhana namun sangat elegan, menjuntai sempurna mengikuti langkah kakinya yang anggun. Wajahnya teduh, dan meski matanya terlihat bergetar, senyumnya tak pernah lepas. Di sampingnya, sang ayah menggenggam lengannya erat. Kakaknya, Sooyoung, berdiri di belakang mereka, menatap adiknya dengan mata yang sedikit basah—campuran haru dan bangga.
Semua tamu berdiri. Hening. Hanya detak jantung dan langkah kaki Tzuyu yang terasa menggema. Tapi bagi Taehyung, dunia seolah berhenti bergerak. Ia melihat wanita yang selama ini ia cintai, datang padanya—bukan sebagai rekan, bukan sebagai teman lama—tapi sebagai pasangan hidupnya.
Saat tangan Tzuyu digenggam olehnya di altar, Taehyung menarik napas panjang. Tatapannya dalam, penuh kelembutan yang jarang diperlihatkannya kepada siapa pun.
"Aku tidak akan pernah melepaskanmu, Miss Chou."bisiknya, lirih, namun cukup untuk membuat Tzuyu mengerjap pelan. "Bahagia bersama Ku adalah jalan satu-satunya yang harus kau pilih"
Tzuyu tersenyum. Ia tahu, pernikahan ini bukan sekadar pengikatan dua nama besar. Ini adalah janji dua hati yang saling memilih—melalui luka, kehilangan, dan cinta yang tumbuh perlahan tapi dalam.
Di hadapan altar berhiaskan kristal dan bunga peony putih, pendeta memandang mereka berdua dengan senyum hangat.
"Kim Taehyung, apakah engkau bersedia menerima Chou Tzuyu sebagai istri sahmu, mencintainya dalam segala keadaan, dan menjaga hatinya seumur hidupmu?"