Chapter 48 (Republished)

10K 771 26
                                        

Saat tiba di mansion sabrina menatap para anggota king cobra di sekitar mansion

"sabrina please bantu gue!" batinnya

"gue gak bisa bantu banyak" ucap roh sabrina yang baru muncul

"gak apa apa sab" ucap sabrina, "yang asalkan gue gak mati sebelum mulai rencana" ucap sabrina dan roh itu mengangguk

"masuk, gue bakalan kasih tahu kalau musuhnya ada disekitar lo!" ucap roh sabrina dan sabrina hanya mengangguk, "pakai alat supaya suara tembakkannya gak kedengeran!" ucap roh sabrina dan sabrina mengangguk lalu mengambilnya dan di sambungkan ke pinstolnya, "jangan sampai kehabisan peluru!"

"gak, didalam tas slempang gue ada dua pistol dan isi peluru" ucapnya dan roh sabrina mengangguk

"tapi sab, mafia lo udah ketahuan!"

"tapi king cobra memang udah tahu kan?" tanya sabrina dan roh sabrina menggeleng, "lah terus?"

"mereka dendam bukan rebut pangkat, mereka belum tahu lo anggota mafia, tapi sekarang mereka tahu, dan untung aja mereka gak tahu kalau lo bukan hanya sekedar anggota melainkan seorang queen" ucapnya dan sabrina hanya mengangguk, "cepat!" ucapnya dan sabrina mengangguk

Sabrina masuk lewat gerbang belakang mansion, terdapat lima anggota mafi king cobra, sabrina masuk kedalam semak semak, dan saat salah satu mafia tengah sendiri, dia mengambil kesempatan menembat tepak dijantung.

5 mafia di belakang mansion sudah dia bereskan, mayat mereka dia sembunyikan di belakang semak semak.

Setelah itu dia masuk kedalam mansion lewat pintu belakang.

"naik keatas nya gimana?" batin sabrina

"sebentar, gue kasih aba aba ya, kalau gue bilang naik lo langsung naik tapi pelan pelan" ucap roh sabrina dan sabrina hanya mengangguk, "di atas ada mommy sama yang lain di sandera, tapi opah gak ada" ucapnya

"mungkin di kantor" batin sabrina

"mungkin" ucapnya

"lah opah gimana? Kalau dalam bahaya?" batin sabrina dan roh sabrina menggeleng

"udah, opah baik baik aja" ucap roh sabrina dan sabrina hanya mengangguk, "naik!!" ucap roh sabrina secara tiba tiba membuat sabrina terkejut, "cepetan naik sab!" pinta roh sabrina dan sabrina langsung naik keatas.

Dia tak melihat siapa siapa, di masuk kedalam kamarnya, yang kebetulan tak ada orang, dia melompati balkonya untuk menuju balkon kamar claudia dan Raditya yang kebetulam bersampingan dengannya.

Dia bernafas lega karena anggota mafia yang didalam kamar itu tak menyadarinya.

Sabrina mengintip kamar claudia, dia melihat Raditya, Rafael dan claudia yang di ikat dan mulutnya juga di plaster menggunakan lakban.

Rafael menyadari keberadaan sabrina saat matanya tak sengaja menatap kearah balkon, awalnya rafael terkejut saat melihat, namun setelah sadar matanya menyuruh sabrina untuk pergi namun sabrina menggeleng keras

"sab tolongin keluarga gue" pinta roh sabrina dan sabrina hanya mengangguk

Rafael masih saja menyuruh sabrina pergi, "hei kau! Kau sedang apa ha?" marah mafia king cobra, lalu matanya menatap balkon yang sepi, untung saja sabrina dengan siap mengumpat di tembok, kalau tidak? Belum sempat dia menyelamatkan kedua orang tuanya, dia sudah tiada

TRANSMIGRASI BAD GIRL (republished) (Complete)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang