SELAMAT MEMBACA ~
"Ini tuan. " Salah satu bawahan yang di perintahkan key buat cari tahu identitas preman itu datang ia memberikan beberapa lembar kertas.
Mata tajam key membaca setiap artikel yang tertulis di kertas tersebut. Ia tersenyum miring
Key menganggukkan kepalanya dan kemudian bawahannya itu pergi undur diri.
Lelaki itu bangkit.melangkahkan kakinya ke dalam kamar. Ia melihat Tara yang sudah tidur pulas.
Key melirik jam, ini sudah tengah malam. Lelaki itu merebahkan badannya di samping Tara.
Mengelus pelan rambut Tara
" Rehan hiks ..." Gumam tara. Sembari tertidur.
" Ssssstttt...." Key masih ngelus rambut Tara. Hingga Tara kembali tertidur.
Setelahnya ia ikut tertidur.
Pagi menyapa Tara menggeliat dan melihat key yang masih tidur di sampingnya.
Lelaki itu melenturkan tulangnya. Mengumpulkan nyawanya sebelum beranjak.
Setelah merasa nyawanya terkumpul. Ia bangkit melangkahkan kakinya pelan ke kamar mandi.
20 menit waktu yang Tara habiskan. Ia keluar dan melihat key sudah duduk dengan badan yang ia sandarkan di kepala ranjang.
" Gimana perasaan lu ?" Tanya key
Tara menolehkan kepalanya tanpa menjawab sama sekali. Kemudian ia mengalihkan kembali pandangannya ke dalam lemari. Mencari baju sekolah yang akan ia kenakan.
" Tara " panggil key lagi.
" Apa. " Jawab Tara dengan malas
" Gak usah sekolah. " Ucap key
" Gue mau sekolah. "
" Iya sayang iya, jangan marah- marah kek gitu " key tersenyum kaku.
Panggilan itu membuat Tara berlagak ingin muntah . Bukannya luluh atau baper. Tapi Tara merasa geli karena panggilan sayang dan senyum kaku key.
Key tersenyum tipis namun senyuman itu tak dilihat Tara. Ia sudah kembali sibuk dengan pakaian yang akan ia kenakan.
Ya setidaknya bisa sedikit menghibur Tara dari duka nya.
" Lu gak ke sekolah. ?" Tanya Tara
" Gak. Gue mau kekantor "
" Oow. "
" Jadi gue sekolah sendiri "
"Gue yang antar lu. " Ujar key sembari bangkit dari duduknya dan pergi ke dalam kamar mandi.
" Kalau lu lama gue tinggal " teriak Tara
Hah Tara menghela nafas panjang. Lelaki itu sudah siap. Ia melangkahkan kakinya pergi ke bawah dan menunggu key di meja makan sambil sarapan.
Tara menuruni anak tangga perasaannya masih tak karuan. Ia masih memikirkan rehan.
Lelaki itu duduk di kursi melihat piring berwarna putih dan mengingat di mana rehan membawa piring ke sekolah.
Tara tersenyum yang kemudian kembali menangis.
Detik itu juga tamu tak di undang datang. Kenapa orang itu bisa datang lagi ?
Perasaan sudah di usir key.
" Kenapa lu nangis. ?"
Suara itu mengangetkan Tara. Ia menoleh dan melihat Dena berdiri di sampingnya
Tara menghapus kasar air matanya. Menatap jengah Dena yang sekarang duduk di depannya.
Tara diam ia tak niat jawab pertanyaan yang menurutnya tidak penting.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALXENDER | End ✓
Teen FictionBANTU FOLLOW AKUN INI BANTU JUGA PROMOSIKAN CERITA INI TERIMAKASIH,,, BL lokal """ Puaskan gue dengan mulut lu " KEY ALXENDER " Hisap sekarang juga. !!"
