bab 28

19.6K 1.1K 9
                                        

SELAMAT MEMBACA ~

" Maafin gue !" Ucap Joy menyodorkan tangannya ke Tara yang sedang asik cerita dengan dilan.

Tara menoleh, menatap Joy lalu menjabat tangan itu. Ia tersenyum. " Santai, gue juga minta maaf. "

" Nah gitu dong adem. Akur. Kan bagus " dilan menatap bangga kedua pemuda itu.

" Setelah di pikir - pikir gue takut kehilangan seseorang " Joy duduk di samping dilan duduk.

" Siapa ?" Tanya Tara penasaran ia bahkan menekuk kedua alisnya.

" Dia. ! " Joy menunjuk dilan. " Gue baru sadar kalau gue suka dia " lanjutnya lagi.

Mata Tara berbinar. " Seriusan ?"

" Lu apa- apaan sih " ujar dilan tersipu malu.

" Lu mau kan jadi pacar gue. ! Kalau lu nolak gue bunuh diri. "

" Lu kok ngancem sih. " 

" Terima, terima ! Terima ! " Teriak Tara.

" Tara lu bisa diem. " Dilan memukul punggung Tara.

" Hahaha. Lu tinggal terima aja. Lagian cocok kok. Lu juga jomblo kan ?"

" Tapi. "

" Kasih gue waktu. " Dilan menatap Joy.

" Iya gue akan tunggu lu. Sampek lu mau " Joy tersenyum.

" Ekhem ..." Tara berdehem

" Ciee kenapa gak langsung terima aja sih. Pakek minta waktu lagi "  Tara kembali menjahili dilan yang wajahnya memerah menahan malu itu.

" Diem nanti di denger semua orang " dilan  menatap Tara jengkel.

Mulut Tara kayak cewek jadi terima aja ya dilan.

Perdebatan mereka terhenti saat seorang guru masuk ke dalam kelas.

" Buka halaman 23!." 

Waktu berlalu sangat cepat. Pelajaran yang bisa di katakan membosankan telah usai. Dan kini ketiga sahabat itu berada di kantin.

Joy yang di tolak oleh Tara. Udah bisa Nerima keadaan. Mereka berdua udah akrab kembali
Karena tidak mencintai bukan berarti membenci kan ? 

Pemuda yang sering di sapa Joy itu mengungkapkan isi hatinya ke dilan. Sebenarnya anak itu suka Joy cuma dia masih malu.

Dan hari ini ke tiga kawan itu pergi membolos yang pasti ke makam  rehan.
Membawa berbagai macam cemilan dan juga minuman.

Setelah sampai di tempat itu Tara duduk di bawah. Samping makam rehan.

" Hai bro !"

" Kita datang lagi. " Ucap Tara menyentuh batu nisan rehan.

"Hari ini kita kesini mau ngerayain hari jadinya dilan Ama Joy. " Tara menatap kedua pemuda itu.

" Anjing! Bukan han. Tara bohong!" Sambung dilan

"  Beneran Han. !"

" Udah kasian rehan. Dia pusing lihat kalian. !" Kali ini Joy buka mulut.

Lelaki itu semakin mendekat dengan makam rehan.

" Maafin gue Han. Lu Sampek datang ke mimpi gue. Gue udah tepati janji lu kan. ! Gue udah baikan Ama Tara " Joy menaruh Snack di depan batu nisan rehan.

Dan detik itu juga angin berhembus membuat pohon- pohon bergesekan. Seolah - olah menandakan rehan tersenyum.

" Gue yakin lu pasti seneng lihat kita akur lagi kan ?" Lanjut Joy.

ALXENDER | End ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang