bab 24

21.2K 1.1K 15
                                        

SELAMAT MEMBACA ~~

" Key bantu gue " teriak Tara dari dapur.

Mereka sudah sampai di mansionnya
Dan kini Tara tengah masak makanan buat key.

" Biasannya lu bisa sendiri kan ?" Ujar key yang sekarang berada di samping Tara.

" Sekali- kali bantu bini lu napa "

" Hah. Iya - iya. Gue bantu apa?"

" Tuh potong wortel dan brokoli nya. "

Key meraih pisau dan mulai memotong brokoli dan wortel itu.

Ia memotong dengan santai.

" Ya tuhan key!" Bentak Tara setelah melihat potongan - potongan wortel itu.

" Ini terlalu besar. Lu bisa kan motong lebih kecil terus tipis. ! Ulang!"

" Contohnya. ?"

Tara menghela nafas panjang. Ia kemudian  memberikan contoh cara memotong yang benar ke key.

" Kayak gini !" Tangan Tara sangat lihai memotong wortel itu.  Setelahnya key mengikuti.

" Oh ya key. Kalau lu macem - macem lagi.  Terus selingkuh lagi  Gue pastikan memotong batang lu. Terus gue iris - iris lalu gue masak dan lu harus makan masakan Gue itu. Ngerti. " 

Key menelan ludahnya kasar. Ia juga memegangi kejantanannya. " Siap bos " ucapnya kemudian.

Tak ada yang di takuti key bahkan ayahnya tak ia takuti. Dia cuma takut sama Tara yang sekarang menjadi istrinya.

Tara tersenyum ia kembali menggoreng ikan. Sedangkan key kembali memotong wortel itu.

Setelah semua siap. Waktu yang mereka jalani cukup lama karena key mengacaukan semuanya.

Tara di bikin emosi oleh key.

Hingga sekarang kedua pemuda itu makan bersama di meja makan.
Seperti biasa Tara megambil kan nasi dan lauk untuk key.

Key sangat bahagia bisa makan masakan Tara lagi. Ia melahapnya dengan garcep.

Tara yang dari tadi diam membuat key menatapnya.

" Kenapa ?" Tanya key.

" Gue hh hu'uek !!" Tara berlari ke kamar mandi. Ia merasa mual dan muntah- muntah.

Key yang khawatir itu menyusul. Ia memegang tengkuk leher Tara. Setelah merasa mendingan Tara berdiri.

" Kita ke rumah sakit ya. " Ajak key yang masih terlihat khawatir itu.

" Gak apa. Mungkin gue kecapean. " Ujar Tara menolak dengan lembut.

" Beneran gak mau ke rumah sakit ?"

" Gak. "

" Ya udah lu istirahat dulu. " Key mengungkung Tara ke dalam kamar.

" Lu diem di sini dulu. " Ucap key yang di balas anggukan oleh Tara.

Key keluar. Ia tak melanjutkan makannya. Lelaki itu memerintahkan pelayannya buat membersihkan sisa makanan itu.

Pemuda itu kembali ke dalam kamar ia melihat Tara tertidur lelap. Ya mungkin dia kecapean.
Key yang hendak pergi itu mengurungkan niatnya karena Tara yang mendadak sakit. Dia gak mau ninggalin Tara. Key masuk dengan pelan lalu duduk di tepi kasur.

Tara  menggeliat ia membuka mata dan melihat key.

" Kenapa belum pergi ?"

" Katanya tadi mau meeting. " 

ALXENDER | End ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang