bab 34

18.2K 896 8
                                        

SELAMAT MEMBACA ~~

" Joy !" Teriak dilan.

" Apa?" Joy yang tadi hendak pergi balik lagi mencari dilan.

" Ada apa sayang ? Hmm ? Ada apa ?" Ujarnya.

" Jangan sayang,sayang napah. Gue bukan pacar lu "

" Iya kan otw nanti lu jadi pacar gue. "

" Diih ngarep! "  Keluh dilan.

" Gue emang berharap !"

" Ck. Kesampingkan itu. ! Ini tentang Tara. !"

" Lu gak curiga ini udah lebih sebulan si Tara gak ada kabar. Gue coba hubungi. Selalu suaminya yang Nerima. "

" Lu mau gak nemenin gue ke rumah Tara. Gue beneran khawatir sama anak itu. " Terang dilan dengan wajah penuh kekhawatiran.

" Iya sayang. Kapan ? " Tanya Joy

" Udah gue bilang jangan panggil gue sayang. !" Dilan menendang pantat Joy dan membuat Joy meringis.

" Iya maaf "

" Jadi kapan ?" Tanya Joy

" Sekarang aja !"

" kita bolos ?"

Dilan menganggukkan kepalnya antusias.

" Gas!!"

Kedua pemuda itu melakukan aksi bolosnya dengan lancar dan tanpa halangan.

" Pyuuhhh!! " Untung lancar. Ucap dilan setelah ketegangan tak lagi menyelimutinya.

" Iyaah ," jawab Joy.

" Pak nanti di perempatan bapak ke kanan. Terus lurus pak ya tau kan ,?" Ucap dilan kepada supir taksi yang sekarang di tumpanginya.

" Kawasan itu den?"

" Saya tak berani den gak ada yang berani kesana karena jalan itu dan tanah itu milik seseorang yang terkenal kejam. " Ucap pak supir.

" Gak apa pak kita temannya. " Sambung Joy.

" B-baik den " ujar pak supir dengan sedikit ragu . Mobil itu melaju cepat ke jalan yang dituju hingga ia sampai di jalan milik AlXENDER.

" Makasi pak. Kembaliannya ambil saja " titah Joy menyerahkan uang ke pak supir.

Pak supir mengangguk paham. Ia kemudian pergi dari tempat yang menurutnya angker itu

" Sebaiknya kita masuk dari mana ? " Tanya dilan melihat rumah megah itu.

" Kamu cari siapa ?" Tanya seorang dengan wajah sangarnya menatap kedua pemuda itu.

" Buset kaget gue!" Gumam dilan

" Cari Tara om "

" Kalian teman tuan muda ?"

" Iya om. "

" Ikuti saya " keduanya mengikuti om sangar itu sampai di depan pintu masuk ia kemudian masuk dan melihat Tara tengah duduk di sofa dengan banyak cemilan.

Dilan dan Joy   terdiam kaku melihat Tara

" T-tara "

Panggilan itu berhasil membuat Tara menoleh
Ia tak kalah kaget melihat kedua sahabatnya.

"K-kalian. " Tara dengan cepat menutupi perutnya yang membuncit itu.

Joy dan dilan berjalan menghampiri Tara.

" Gak usah lu sembunyikan gue udah lihat tadi. "  Dilan menatap Tara tak percaya.

Sedangkan Tara merasa gugup dan takut kalau nanti mereka menjauh darinya.

ALXENDER | End ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang