SELAMAT MEMBACA ~~
" Joy !" Teriak dilan.
" Apa?" Joy yang tadi hendak pergi balik lagi mencari dilan.
" Ada apa sayang ? Hmm ? Ada apa ?" Ujarnya.
" Jangan sayang,sayang napah. Gue bukan pacar lu "
" Iya kan otw nanti lu jadi pacar gue. "
" Diih ngarep! " Keluh dilan.
" Gue emang berharap !"
" Ck. Kesampingkan itu. ! Ini tentang Tara. !"
" Lu gak curiga ini udah lebih sebulan si Tara gak ada kabar. Gue coba hubungi. Selalu suaminya yang Nerima. "
" Lu mau gak nemenin gue ke rumah Tara. Gue beneran khawatir sama anak itu. " Terang dilan dengan wajah penuh kekhawatiran.
" Iya sayang. Kapan ? " Tanya Joy
" Udah gue bilang jangan panggil gue sayang. !" Dilan menendang pantat Joy dan membuat Joy meringis.
" Iya maaf "
" Jadi kapan ?" Tanya Joy
" Sekarang aja !"
" kita bolos ?"
Dilan menganggukkan kepalnya antusias.
" Gas!!"
Kedua pemuda itu melakukan aksi bolosnya dengan lancar dan tanpa halangan.
" Pyuuhhh!! " Untung lancar. Ucap dilan setelah ketegangan tak lagi menyelimutinya.
" Iyaah ," jawab Joy.
" Pak nanti di perempatan bapak ke kanan. Terus lurus pak ya tau kan ,?" Ucap dilan kepada supir taksi yang sekarang di tumpanginya.
" Kawasan itu den?"
" Saya tak berani den gak ada yang berani kesana karena jalan itu dan tanah itu milik seseorang yang terkenal kejam. " Ucap pak supir.
" Gak apa pak kita temannya. " Sambung Joy.
" B-baik den " ujar pak supir dengan sedikit ragu . Mobil itu melaju cepat ke jalan yang dituju hingga ia sampai di jalan milik AlXENDER.
" Makasi pak. Kembaliannya ambil saja " titah Joy menyerahkan uang ke pak supir.
Pak supir mengangguk paham. Ia kemudian pergi dari tempat yang menurutnya angker itu
" Sebaiknya kita masuk dari mana ? " Tanya dilan melihat rumah megah itu.
" Kamu cari siapa ?" Tanya seorang dengan wajah sangarnya menatap kedua pemuda itu.
" Buset kaget gue!" Gumam dilan
" Cari Tara om "
" Kalian teman tuan muda ?"
" Iya om. "
" Ikuti saya " keduanya mengikuti om sangar itu sampai di depan pintu masuk ia kemudian masuk dan melihat Tara tengah duduk di sofa dengan banyak cemilan.
Dilan dan Joy terdiam kaku melihat Tara
" T-tara "
Panggilan itu berhasil membuat Tara menoleh
Ia tak kalah kaget melihat kedua sahabatnya.
"K-kalian. " Tara dengan cepat menutupi perutnya yang membuncit itu.
Joy dan dilan berjalan menghampiri Tara.
" Gak usah lu sembunyikan gue udah lihat tadi. " Dilan menatap Tara tak percaya.
Sedangkan Tara merasa gugup dan takut kalau nanti mereka menjauh darinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALXENDER | End ✓
Novela JuvenilBANTU FOLLOW AKUN INI BANTU JUGA PROMOSIKAN CERITA INI TERIMAKASIH,,, BL lokal """ Puaskan gue dengan mulut lu " KEY ALXENDER " Hisap sekarang juga. !!"
