Happy reading.
Jean duduk di kelas sembari memainkan ponselnya dengan tenang.
Di kelasnya tidak ada orang jadi dia leluasa melakukan apa yang dia inginkan.
Tanpa harus menutupi identitasnya yang jean yakin, untuk saat ini sudah tidak berguna.
"Jeaann!! Aa datang."
Jean menghembuskan nafas lelah, setiap mendengar suara brisik dari pria itu membuat Jean Sakit kepala.
Apakah pria itu tidak mengerti kalau Jean capek!
Astaga, kembalikan hidup tenang gue.
"Jean kok diam?. Jean capek? Nggak ngantin?."
Jean menatap Dion tajam lalu menunjuk kearah wajah Dion.
"L-lo."
Dion melihat Jean lucu dengan memiringkan kepalanya ke arah kanan dan tersenyum.
"Iyaa??."
Mendengar respon dari Dion, Jean pun kembali mengepalkan tangannya dengan kesal
"Arghhhh."
"Jean."
Jean menghembuskan nafas perlahan lalu menatap Dion lagi.
"Lo nggak capek gangguin Gue Mulu?."
"Nggak, Aa nggak pernah capek." Ucap nya polos menatap Jean
Jean mengusap kepalanya frustasi dan menekan kepalanya dengan kedua tangannya sembari menunduk.
Dion menarik kedua tangan jean dan melepaskan cengkraman kedua tangan itu.
"Jean, kepalanya jangan di gituin, nanti kepala jean sakit."
Jean hanya menatap Dion tajam tanpa diperdulikan oleh orang itu.
"Hmm, Aa bawa makanan, Jean belum makan kan?."
Dion meletakkan kotak bekal yang dia bawa tadi dan meletakkannya di depan Jean.
Jean hanya menatap Dion yang telaten membuka penutup bekal itu dengan seksama.
"Lo ngapain sih di sini?. Kelas Lo di gedung IPS kan? Ngapain jauh jauh ke gedung IPA ? Dan juga temen temen lo juga banyak yang bisa lo gangguin, kenapa harus ke gue sii."
Bekal yang di bawa oleh Dion tadi berisikan kue brownies coklat yang dibaluti krim dan di atasnya terdapat selai strawberry.
Dion pun mencolek selai itu dengan jari telunjuknya dan memasukkannya ke Dalam mulutnya.
"Hmmm, mungkin karna Jean Ganteng." Ucap Dion cuek dan kembali memasukkan jari yang di baluti krim itu ke mulutnya.
"Gue nggak ngerti."
"Jean nggak usah banyak mikir, Nanti jean kerutan jadi nggak ganteng lagi, hmmm.. Tapi kalau Jean nggak ganteng lagi, Aa tetap suka kok."
Jean melihat Dion seksama, ada yang salah pada cowok ini, ketua geng, makannya yang manis manis dan sekarang dia terang terangan mengatakan kalau Jean Ganteng.
Jean cowok loh, ayolah.
"Eh."
Dion memberhentikan kegiatannya menyomot krim pada kue di dalam kotak bekal itu dan menatap Jean dalam.
"Maaf Jean. Aa lupa, kalau Aa kesini mau makan kue ini bareng Jean, tapi Aa malah fokus sendiri mencomot krimnya. Kan bentuknya jadi jelek. Jean maafin Aa kan?."
Jean memutar matanya malas melihat cowok di hadapannya ini.
"Makan tinggal makan, gue juga nggak doyan makanan manis."
KAMU SEDANG MEMBACA
[BXB] JEAN! [END]
AléatoireHARAP DI FOLLOW DULU SEBELUM DI BACA! Jean adalah Seorang Laki laki Tampan yang menyamar menjadi Kutu Buku di sekolahnya untuk menutupi identitasnya yang sebenarnya adalah seorang GIGOLO yang terkenal. Menjalani kehidupan sekolah aman dan tenang...
![[BXB] JEAN! [END]](https://img.wattpad.com/cover/332546670-64-k708006.jpg)