26. FRUSTASI

5.8K 430 12
                                        

Happy reading.

Jean menatap adiknya dengan ekspresi panik, apa yang salah? Sungguh ia tidak mengerti.

Kenapa dia tidak bernafsu melihat tubuh wanita ini? Biasanya adiknya sangat bersemangat tentang ini, tapi benar benar apa yang terjadi?.

Siapapun tolong beritahu dirinya? Kalau ini terus berlanjut, bagaimana nasib pekerjaannya?.

"Joan, kenapa diam?. Kamu belum mau memasukkannya?."ucap wanita itu dengan terengah engah gara gara permainan singkat Jean tadi.

Jean tercenung, sesaat kemudian dia membelai Surai rambut wanita itu.
"Sudah nggak sabar hmm?."

"Ughh, masuki aku, ayo." Ucapnya dengan menuntut.

Jean kalang kabut, mencoba mencari cara tetapi sesat kemudian wajah erotis milik Dion terbayang di otaknya.

Wajah putih yang memerah dengan mata yang sayu menatapnya, dan bibir yang sedikit Terbuka meminta lebih akan permainannya pada saat itu membuat adik Jean  langsung menegang sempurna.

Jean membulatkan matanya sempurna, Astaga, apalagi ini.

Hanya membayangkan wajah pria itu, mampu membuat Jean bernafsu dengan terbukti adanya adik kecilnya menegang?.

Astaga pria itu berbahaya.

"Joan, masih lama? Aku nggak sanggup menahannya lagi."

Seakan tersadar akan posisinya saat ini Jean pun mulai memasuki Tubuh wanita itu dengan Lambat sembari membayangi Tubuh Dion yang saat ini berada di bawahnya.

Ketika Jean mulai memasukkannya wanita itu seketika mendesah keenakan.

Ughh.

Jean pun sama, ia pun merasa sangat enak karena hal itu.

"Maafin Mas, A'."ucapnya dalam hati sembari memompa miliknya kuat masuk dari lubang rahim milik wanita itu dengan masih membayangi tubuh Dion lah yang saat ini ia jamah.

Satu jam berlalu dengan fikiran yang masih tertuju akan tindakannya tadi, Jean duduk tercenung di tepi ranjang memakai pakaiannya kasar.

"Sudah mau pergi?."

Jean melihat ke arah wanita itu sebentar kemudian mengangguk berjalan mendekati wanita itu dan mencium punggung tangannya.
"Seperti biasa, Kirim ke rekening Ku ya."

"Aku pamit dulu, masih ada kerjaan yang harus aku selesaikan."

Wanita itu menatap Jean sendu."harus sekarang? Padahal aku mau nambah jamnya."

"Jangan sekarang ya." Respon Jean ketika pakaiannya sudah terpasang sempurna.

Melihat wanita yang tanpa pakaian itu di atas kasur kemudian tersenyum.
"Pamit dulu."

Setelah mengatakan Itu, Jean pun berjalan keluar dari kamar itu sembari memangku jasnya di bahu kanannya.

Jean berjalan dengan dingin tanpa memperdulikan sekitarnya,  berjalan mendekati kursi VIP nya dan duduk di sana menghempas kan kasar tubuh nya di single sofa itu.

[BXB] JEAN! [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang