"Wooyoung, cepat turun, makan malam sudah siap. Kenapa kamu mengunci pintunya?"
San tersadar dari lamunannya saat ia tiba-tiba mendengar suara ketukan pintu dikamar Wooyoung. Ia kembali mengambil handuk kecil dan melilitkannya dipinggang.
Wooyoung terkejut dengan suara mamanya yang sedang memanggilnya sekarang, bahkan ia belum cukup puas bermain dengan penis San. Wooyoung beranjak dan berjalan kearah pintu.
"Kenapa mama terus mengetuk pintunya."
"Lagian kamu tak membukanya, mama kira kamu pingsan."
"Hmph!"
Nara terkekeh gemas melihat Wooyoung yang mendengus kesal disana, Nara sedikit mengintip kedalam kamar Wooyoung karena sedari tadi Wooyoung hanya mengeluarkan kepalanya saja.
"Sudah, cepat turun. Ayah sudah menunggu."
"Umm."
Wooyoung keluar dari kamarnya meninggalkan San yang masih berada didalam sana, ia berjalan mengikuti langkah mamanya turun kebawah untuk pergi ke meja makan.
San yang tinggal sendirian sekarang, berjalan keluar dan masuk ke kamarnya sendiri. Beruntung karena kamar mereka berhadapan. San melirik kearah jam dinding.
"Hmm sepertinya aku akan pergi sekarang saja."
San bersiap dan berganti pakaian, ini sudah jam 7 malam, meskipun seharusnya ia pergi jam 8, tapi mungkin nanti ia akan berjalan-jalan sebentar sebelum datang kesana.
San keluar dari kamarnya dan turun kebawah, melihat orangtuanya dan Wooyoung sedang makan malam. San berjalan menghampiri ayahnya.
"Ayah, ma, aku akan pergi bersama teman-temanku. Jadi aku akan makan diluar."
"Baiklah, kamu hati-hati dijalan."
"San mau pergi??"
"Iya Woo."
Wooyoung mengerucutkan bibirnya, padahal ia ingin bersama dengan San semalaman ini, tapi mengapa San sudah berdandan rapih dan akan pergi tanpa memberitahunya.
"Aku mau ikut."
"Wooyoung, kamu tak bisa ikut."
"Tapi maa.."
"Tidak Wooyoung, jangan menganggu San. San kamu pergilah."
San sedikit tak tega melihat Wooyoung terus mengerucutkan bibirnya sekarang, sebenarnya ia juga tak masalah untuk membawa Wooyoung. San mengelus rambut Wooyoung.
"Gantilah pakaianmu Woo, aku akan menunggu."
"Aku boleh ikut? benarkah?"
"Tentu."
San tersenyum tipis melihat senyuman girang dari Wooyoung, dia terlihat menggemaskan. San mendudukan dirinya dikursi, menatap mamanya yang terlihat tak percaya itu dihadapannya.
"Kamu serius San?"
"Tentu saja ma, asalkan Wooyoung senang, aku tak masalah dengan itu."
"San memang suka memanjakan orang yang dia sayangi, jadi jangan heran."
"Berarti sama sepertimu, kamu juga suka memanjakanku."
"Dasar pasangan baru, membuatku iri saja."
Nara dan Junhee tertawa kecil saat melihat San yang sedikit kesal disana. San yang merasa jadi bahan tawaan hanya menggelengkan kepalanya pelan, tapi ia juga ikut senang jika mereka bisa tertawa bahagia seperti sekarang.
KAMU SEDANG MEMBACA
STEPBROTHER : Sanwoo/Woosan
FanfictionJung Wooyoung mengalami Brother Complex pada saudara tirinya, Choi San. Dimana Wooyoung mulai melakukan segala hal untuk bisa mendapatkan San agar tetap berada di sisinya. - San : top Wooyoung : bottom Homophobic do not interact this story. ⚠ There...
