"Ini semua karena Sanie! aku jadi tak bisa menyelesaikan masakanku."
Wooyoung mengerucutkan bibirnya, setelah mereka sama-sama klimaks, San menariknya dan melakukannya lagi dikamar mandi. Meskipun ia juga menikmatinya tapi karena itu masakannya jadi tak selesai semua.
San menghela nafasnya pelan, selama diperjalanan menuju sekolah Wooyoung terus-menerus mengoceh soal masakannya yang tak selesai. Padahal jika itu hanya nasi saja, San akan memakannya.
"Kamu harus memakannya! enak tak enak, kamu tetap harus menghabiskannya!"
"Iya Woo, aku akan langsung memakannya saat sampai dikelas nanti."
Wooyoung mendengus kesal, ia sedikit mengerutkan dahinya mendengar ocehan dari beberapa murid wanita dilorong kelas, masalahnya mereka membicarakan dirinya dan juga San. Meskipun sedikit samar-samar tapi Wooyoung masih bisa mendengarnya.
"Tidakkah Wooyoung dan San terlihat cocok? meskipun mereka saudara tapi mereka cocok untuk menjadi sepasang kekasih."
"Aku bahkan berharap mereka benar-benar sepasang kekasih hahaha."
"Aku pun, kau tau kan jarang kita bisa melihat Wooyoung yang seperti itu."
San tersenyum tipis, ia tak terlalu memperdulikan orang-orang yang sedang membicarakannya sekarang, tapi ia melihat rona merah dipipi Wooyoung, itu sangat menggemaskan melihat Wooyoung yang malu karena ucapan mereka.
Wooyoung melihat San yang sudah duduk dikursi, ia pun ikut duduk dan mengeluarkan bekal yang ia bawa tadi. Wooyoung sedikit takut jika masakannya tak enak, tapi mau bagaimana pun itu salah San.
"Aku akan menyuapimu."
"Kamu yakin? kita sedang berada disekolah."
"Um."
Wooyoung membuka kotak bekalnya, ia mulai menyuapi San dengan perlahan. Tentu saja dengan tingkahnya yang sekarang semua mata hampir tertuju padanya, Wooyoung hanya mencoba untuk mengabaikan mereka.
Terlebih Yeosang, dia yang paling terkejut melihat tingkah Wooyoung. Bahkan selama mereka berteman sejak SMP, ia tak pernah sekalipun melihat Wooyoung bersikap begitu manis pada orang lain.
Berbeda dengan Mingi, ia seperti sudah biasa melihat Wooyoung yang bersikap manis pada San. Karena saat mereka pergi untuk makan rabokki bersama, Wooyoung terus-menerus menyuapi San.
San hanya bisa tersenyum menerima perlakuan manis dari Wooyoung, ia melirik kearah jendela dimana banyak wanita yang sedang menatap kearah mejanya. Sepertinya ini akan menjadi gosip disekolah.
"Apakah enak Sanie?"
"Tentu saja, apapun masakannya jika kamu yang membuatnya, itu akan terasa sangat enak."
Wooyoung terkekeh pelan mendengar pujian dari San. Meskipun ia tak yakin San berkata jujur, tapi melihat ekspresi wajahnya dia terlihat menikmati masakan yang ia buat. Wooyoung jadi merasa San sangat pengertian.
San terkejut saat Wooyoung tiba-tiba mengecup pipinya, ia langsung mengalihkan pandangannya pada Wooyoung. Dan Wooyoung hanya tersenyum masih padanya, San sedikit menggelengkan kepalanya pelan.
-
"Kau liat tadi dikelas Wooyoung? mereka benar-benar tak seperti saudara!"
"Sial aku juga langsung pergi kesana saat ada yang mengatakan jika Wooyoung sedang melakukan hal yang tak biasa, benar saja itu membuatku terkejut."
KAMU SEDANG MEMBACA
STEPBROTHER : Sanwoo/Woosan
Hayran KurguJung Wooyoung mengalami Brother Complex pada saudara tirinya, Choi San. Dimana Wooyoung mulai melakukan segala hal untuk bisa mendapatkan San agar tetap berada di sisinya. - San : top Wooyoung : bottom Homophobic do not interact this story. ⚠ There...
