14

3.4K 187 0
                                        

"Sanie ini memalukan, aku bisa melakukannya sendiri..."


Wooyoung sedikit melirik kebelakang melihat San yang sedang tersenyum manis disana. Saat mereka pulang tadi, San langsung menarik tangannya dan membuat dirinya tertidur diatas ranjang.

Ya, sekarang Wooyoung sedang menungging dihadapan San, San berkata jika dia mau mengoleskan salep pada lubangnya. Tentu saja itu memalukan baginya, bahkan wajah Wooyoung sudah memerah sempurna sekarang.


"Kamu tak akan bisa melakukannya Woo, biar aku yang membantumu."

"Ta-tapi..."


San tersenyum tipis, ia mulai mengoleskan salepnya pada lubang Wooyoung. Sebenarnya ini cukup berbahaya untuk nafsunya, tapi mau bagaimana lagi, ia ingin melakukannya. Terlebih ia ingin melihat Wooyoung yang terus merasa malu disana.

Wooyoung sedikit mengigit bibirnya, ia mulai merasakan jari San yang terus mengoleskan salepnya itu pada lubangnya. Bahkan San dengan sengaja menekan jarinya untuk masuk kedalam lubangnya.


"Sanhh.. he-hentikan, that's enough."

"Mengapa? bukankah kamu suka saat aku menyentuhmu?"

"Itu memang benar, tapi tak seperti ini juga..."


Wooyoung terus menahan bibirnya agar tak mengeluarkan desahan, San sungguh memainkan jarinya itu dilubangnya. Sekarang pun ia sudah merasakan satu jari San yang sudah masuk kedalam lubangnya. Wooyoung langsung melihat ke belakang.


"Sanie..."

"Baiklah sayang."


San tertawa pelan, ia mengeluarkan jarinya dari dalam lubang Wooyoung. Ini memang sangat berbahaya untuknya, beruntung karena ia masih bisa menahan nafsunya. Jika tidak bisa-bisa ia langsung menyetubuhi Wooyoung kembali.

Wooyoung mengerucutkan bibirnya, ia mulai memakai kembali celananya. Wooyoung melihat San yang masih tersenyum tak bersalah disana, itu membuat Wooyoung merasa sedikit kesal.

San sedikit khawatir dengan Wooyoung, besok sudah masuk sekolah tapi ia tak yakin jika Wooyoung bisa berjalan dengan benar besok. Ia takut jika ada seseorang yang menyadarinya, San berharap agar itu tak terjadi.


"Woo apa kamu akan baik-baik saja besok? kamu bisa ijin terlebih dahulu."

"Tidak, aku baik-baik saja. Aku tak selemah itu!"


San terkekeh gemas, ia mengusak pelan rambut Wooyoung. Semoga saja Wooyoung akan baik-baik saja besok, jika tidak mungkin San akan membawa Wooyoung ke uks. San mulai menidurkan dirinya disamping Wooyoung.

Wooyoung langsung memeluk erat tubuh San, ia sudah mengantuk sedari tadi, setelah memakan eskrim, ia meminta San untuk mengajaknya jalan-jalan karena jika hanya dirumah saja itu akan membosankan.

Hasilnya sekarang ia sudah kelelahan dan sudah sangat mengantuk. Wooyoung mengusakkan wajahnya pelan di dada San, ia mulai merasakan San yang terus mengelus rambutnya. Wooyoung sedikit mendongak dan mengecup bibir San.


"Selamat malam Sanie."

"Hm, tidur yang nyenyak Woo."







-







Yeosang dan Mingi terus menatap Wooyoung, mereka merasa Wooyoung sedikit aneh hari ini. Dimana mereka melihat Wooyoung yang sangat hati-hati saat sedang duduk itu, bahkan ekspresi wajahnya terlihat sedang menahan kesakitan.

STEPBROTHER : Sanwoo/WoosanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang