19

2.5K 152 0
                                        

Sudah 2 minggu sejak Wooyoung dan San tinggal berdua dirumah, kedua orangtuanya akan segera pulang tepatnya nanti malam. Tentu itu membuat Wooyoung senang tapi disatu sisi ia juga merasa sedih karena tak bisa bebas melakukan apapun dengan San dirumah.

Terlebih Wooyoung sudah terbiasa tidur bersama San, entah itu San yang tidur dikamarnya atau dirinya yang tidur dikamar San. Wooyoung tak ingin tidur sendirian nanti, haruskah ia meminta agar ia dapat sekamar dengan San.

"Aku jadi ingin menikah."

San mengerutkan dahinya saat Wooyoung tiba-tiba membuka suara, ia mengalihkan pandangannya pada Wooyoung, itu membuatnya sedikit kebingungan mendengar perkataan Wooyoung.

"Kamu ingin menikah dengan siapa? bahkan kamu masih belum lulus."

"Tentu saja dengan Sanie, agar kita dapat bulan madu juga!"

San menggelengkan kepalanya pelan, entah apa yang Wooyoung pikirkan sekarang. Bahkan mustahil untuk mereka dapat menjalin suatu hubungan, apa lagi menikah. San mencubit pelan pipi Wooyoung.

Wooyoung memeluk San dengan erat, awal bulan nanti festival tahunan sekolah akan segera dimulai, akan banyak orang dari luar yang akan datang ke sekolah. Wooyoung takut jika San tertarik dengan orang lain nantinya.






-






"Hari ini ada festival disekolah kalian bukan?"

"Iya ayah."

"Um, aku akan tampil nanti."

"Kalau begitu San kamu harus merekamnya agar kami dapat melihat penampilan Wooyoung."

"Tentu saja."

Wooyoung tersenyum senang, ia akan tampil nanti dan San akan melihatnya. Ia sampai harus latihan setiap hari untuk dapat menampilkan penampilan yang bagus agar San dapat memujinya nanti.

Setelah selesai sarapan San dan Wooyoung pergi ke sekolah. Tentu saja Wooyoung sangat bersemangat untuk festival tahun ini, ia sudah bisa membayangkan apa yang akan ia lakukan nanti bersama San selama di festival.

San tersenyum tipis melihat Wooyoung yang terus bersemangat sejak seminggu terakhir, dia benar-benar melakukan latihan tanpa henti. Beruntung karena selama itu juga ia tak ada latihan basket, jadi San dapat melihat proses latihan Wooyoung.

Sesampainya San dan Wooyoung disekolah, belum begitu banyak orang yang datang kesana mengingat festivalnya dimulai jam 10 nanti, dan mereka datang jam 7, ini masih terlalu pagi.

Karena Wooyoung juga memang harus mempersiapkan semuanya untuk penampilannya nanti, jadi ia meminta San untuk berangkat lebih pagi. Terlebih Wooyoung juga ingin berduaan dengan San.

"Sanie mau menemaniku kan?"

"Tentu, aku akan terus berada disampingmu sampai kamu tampil nanti."

Wooyoung terkekeh pelan, sudah hampir 2 minggu lebih sejak ia menyatakan perasaannya pada San, dan selama itu juga San masih tetap berada disampingnya bahkan San terus memberikan perhatian padanya. Itu membuat Wooyoung sangat senang.

Wooyoung sempat khawatir jika suatu saat San akan menjauhinya, tapi itu tak pernah terjadi, terlebih San semakin bersikap manis padanya, bahkan disekolah sekalipun. Wooyoung sedikit melirik kearah San.

San tersenyum tipis saat merasakan bibir yang menempel dipipinya, ia seperti sudah terbiasa dikecup tiba-tiba oleh Wooyoung. San mengelus rambut Wooyoung, San menatap Wooyoung dan tersenyum manis padanya.






STEPBROTHER : Sanwoo/WoosanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang