7 ⚠

9.7K 324 2
                                        

Wooyoung tersenyum manis, ia mulai mendekat pada San. Bahkan jarak diantara mereka hanya tinggal beberapa centi saja. Ia terus menatap kearah bibir San sekarang.

San terus memajukan wajahnya, sampai saat dimana ia mengecup pipi Wooyoung. San sedikit melirik wajah terkejut dari Wooyoung, San mulai berbisik.

"Aku akan memberikannya saat aku sudah selesai mandi."

Wooyoung mendengus kesal, ia menatap San yang sudah berjalan masuk ke kamar mandi miliknya. Benar-benar menyebalkan, padahal Wooyoung sudah siap untuk itu.

Wooyoung menatap malas kearah pintu kamar mandi, San sudah mempermainkannya. Ia beranjak dari duduknya dan berjalan munuju pintu kamarnya.

Wooyoung mengunci pintu kamarnya, ia takut jika nanti tiba-tiba mamanya datang untuk mengajak makan malam. Meskipun itu masih cukup lama. Ia kembali berjalan ke ranjangnya dan mendudukan diri ditepi ranjang.

Wooyoung mulai merasa bosan karena menunggu San yang tak kunjung selesai dengan mandinya itu. Bahkan ini sudah hampir 20 menit lamanya San didalam sana.

Wooyoung menidurkan dirinya diranjang, mulai menutup matanya. Sekarang pikirannya hanya terisi tentang San saja, ia sampai berpikir untuk memutuskan Yeonjun karena menjadi pengganggu.

San tersenyum tipis melihat Wooyoung yang sedang berbaring diranjang, ia mulai mendekati Wooyoung. Sepertinya Wooyoung tak menyadari kehadirannya sekarang.

San mulai menindih Wooyoung dengan bertumpu tangan diranjang untuk menahan badannya. San mengecup bibir Wooyoung, menjilatnya perlahan. San akui jika Wooyoung memiliki wajah yang tampan.

Wooyoung merasa geli saat ada yang menjilat bibirnya, Wooyoung tak sadar jika ia sedikit ketiduran tadi. Ia mulai membuka matanya, dan betapa terkejutnya Wooyoung saat ia melihat San dihadapannya sekarang.

"Sudah bangun?"

"Umm."

San mulai mencium bibir Wooyoung, melumatnya dengan lembut. San sedikit tersenyum saat Wooyoung memeluk lehernya. San mengigit pelan bibir bawahnya dan menghisapnya.

Wooyoung membalas beberapa lumatan dari San, ia sedikit menekan tengkuk San, mencoba untuk memperdalam ciuman mereka. Wooyoung membuka mulutnya.

San memasukkan lidahnya kedalam mulut Wooyoung, ia mulai bermain lidah didalam mulutnya. San sedikit memiringkan wajahnya, melilit lidah Wooyoung, menariknya masuk kedalam mulutnya.

"Mphhh.."

San memasukkan tangannya kedalam baju Wooyoung, mengelus pinggang mulus miliknya. Rasanya benar-benar halus, San menarik keatas bajunya.

Sentuhan tangan San dan lidahnya yang terus bermain dengan mulutnya itu berhasil membuat Wooyoung terus-menerus melenguh, ia menyukainya.

"Mmhh shanhh.."

Mendengar Wooyoung yang terus melenguh membuat penis San menegang, bahkan pikirannya sudah benar-benar tak terkendali sekarang. Ia berpikir untuk melakukan lebih dengan Wooyoung.

Wooyoung sudah hampir kehabisan nafasnya, ia sedikit mendorong tubuh San, tapi San tak memperdulikannya dan malah terus melumat bibirnya sekarang.

Wooyoung mengerutkan dahinya, ia mulai mengigit bibir bawah San dengan cukup keras, dan tindakannya berhasil membuat San melepaskan ciumannya.

"Itu menyakitkan Woo."

San menatap Wooyoung yang masih sibuk mengatur nafasnya. Ia tersenyum tipis, San mulai berdiri, dan melirik kebawah. Penisnya benar-benar menegang sekarang.

STEPBROTHER : Sanwoo/WoosanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang