"San, pergi ke kamarmu. Ayah akan kesana nanti."
Wooyoung menatap kepergian San, ia terus terisak sekarang karena merasa bersalah pada San. Ia mulai menatap ayahnya yang masih menatapnya juga. Wooyoung langsung memeluk ayahnya dengan erat.
"Ayah hiks jangan memarahi San... dia tak bersalah, aku mohon hiks."
"Apa maksudmu San tak bersalah? ayah memintanya untuk menjagamu. Tapi dia malah membuatmu seperti ini sekarang."
"Tidak ayah, aku yang tiba-tiba pergi. San tak tau apapun, jangan memarahinya."
Junhee menghela nafasnya berat, ia tau jika Wooyoung sangat menyayangi San tapi Wooyoung tak seharusnya membela San karena itu juga kesalahannya. Junhee mulai menatap Nara yang sedang mengangguk disana.
Sepertinya Nara meminta dirinya untuk menuruti kemauan Wooyoung agar tak memarahi San. Mungkin ia memang harus mendengarkan penjelasan dari Wooyoung terlebih dahulu.
"Baiklah, kalau begitu ceritakan pada kita apa yang sebenarnya terjadi sampai kamu menangis sekarang?"
"Aku... a-aku cemburu melihat San dekat dengan orang lain, lalu aku pergi begitu saja. Dan aku menangis karena takut kalian marah padaku, aku minta maaf."
Nara menghela nafasnya pelan, ia tak tau harus senang karena Wooyoung sebenarnya baik-baik saja atau ia harus tertawa karena melihat Wooyoung yang sangat menggemaskan sekarang. Nara sedikit mencubit pipi Wooyoung.
Wooyoung mengerutkan dahinya saat mendengar ayahnya tertawa pelan disana, ia mulai melepaskan pelukannya pada ayahnya itu. Dan menatap kedua orangtuanya yang sama-sama sedang tertawa.
Wooyoung mulai mengerucutkan bibirnya, ia pikir jika mereka sedang menertawakannya sekarang. Wooyoung sedikit menggelengkan kepalanya pelan, ini bukan saatnya untuk ia merajuk, tapi ia harus membuat ayahnya tak memarahi San lagi.
"Ayahhh, jangan memarahi San."
"Iya sayang, ayah tak akan memarahinya."
"Janji?"
"Janji."
Nara tersenyum senang melihat kedekatan Junhee dan juga Wooyoung, ia awalnya sedikit khawatir jika Wooyoung tak bisa cepat menerima kehadiran Junhee didalam keluarganya karena Wooyoung sangat menyayangi ayah kandungnya.
"Kalau begitu aku mau menemui San terlebih dahulu."
"Bukankah kamu sedang bertengkar dengan San?"
"Ayahhh! jangan menggodaku!"
Wooyoung kembali mengerucutkan bibirnya, ia sedikit menghentakkan kakinya kesal, bukan karena kalimat yang diberikan ayahnya tapi karena ayahnya berbicara dengan nada mengejek dan dia juga tertawa disana.
Wooyoung mulai berjalan pergi ke kamar San, sejujurnya ia sedikit canggung untuk bertemu dengan San karena dulu ia lah yang menyuruh San untuk tak berbicara padanya tapi sekarang malah dirinya yang ingin berbicara pada San.
Wooyoung berhenti didepan pintu kamar San, ia tak berani untuk masuk kedalam. Bahkan hanya untuk mengetuk pintunya saja ia tak berani, sekarang ia harus bagaimana. Wooyoung menghela nafasnya panjang.
Ia mulai memberanikan diri untuk membuka pintu kamar San, Wooyoung sedikit mengerutkan dahinya saat melihat kamar San sangat gelap didalam sana. Ia melangkah masuk kedalam dan menyalakan lampu kamarnya.
"Wooyoung? aku kira ayah yang datang."
Wooyoung tersentak mendengar suara San dibelakangnya, ia langsung membalikkan badannya dan Wooyoung dibuat terkejut dengan San yang hanya memakai handuk kecil dipinggangnya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
STEPBROTHER : Sanwoo/Woosan
FanfictionJung Wooyoung mengalami Brother Complex pada saudara tirinya, Choi San. Dimana Wooyoung mulai melakukan segala hal untuk bisa mendapatkan San agar tetap berada di sisinya. - San : top Wooyoung : bottom Homophobic do not interact this story. ⚠ There...
