3

5.9K 378 0
                                        

"Yang bersama Wooyoung itu siapa?"

"Pacarnya kali?"

"Tak mungkin! pacar Wooyoung kan Yeonjun."

"Anak pindahan itu, yang kemarin heboh dibicarain satu sekolah."

"Serius? gila ganteng banget. Untung bukan pacarnya Wooyoung."


San banyak mendengar orang-orang yang mulai membicarakan dirinya sekarang, ia sedikit tak nyaman dengan itu. Terlebih ia tak suka menjadi seorang yang populer, terlalu dini untuknya.

San menatap Wooyoung yang masih saja setia memeluk lengannya, apa Wooyoung tak mendengar ocehan itu, karena Wooyoung yang begini mereka sampai mengira dirinya pacar Wooyoung.

Wooyoung mengabaikan bisik-bisik dilorong, ia sedikit cemburu saat orang-orang memuji San. Bahkan ia sempat mendengar jika mereka ingin mengincar San.

Wooyoung mendengus kesal, ia tentu tak akan membiarkan San dimiliki oleh orang lain selain dirinya, hanya Wooyoung yang boleh mendekati San.

San menggelengkan kepalanya pelan, ia heran bagaimana bisa mereka mendapatkan informasi tentangnya yang bahkan ia baru pulang kemarin. Tidakkah ini terlalu cepat menyebar.

San masuk ke ruang guru ditemani Wooyoung, karena ayahnya sudah mengurus semuanya disini, jadi San hanya tinggal menemui wali kelasnya. Ia sedikit berharap satu kelas dengan Wooyoung.


"Choi San, benar?"

"Iya pak."

"Loh ada Wooyoung juga? kalau tau gitu kamu langsung ke kelas aja."

"Maksud bapak?"

"Iya kamu satu kelas dengan Wooyoung."

"APA?!"


Wooyoung dan San sama-sama terkejut. Sama hal nya dengan San yang berharap satu kelas dengan Wooyoung, Wooyoung juga berharap seperti itu. Ini sebuah kebetulan atau apa.

Semua guru yang sedang berada diruangan tentu saja terkejut dengan teriakan San dan Wooyoung. Semua mata mulai tertuju pada mereka sekarang.


"Kenapa kalian teriak? bikin kaget aja."

"Aku bahkan lebih kaget pak."

"Sudah-sudah ayo ke kelas, lagi pula sebentar lagi bel masuk akan berbunyi."


San mengangguk, ia berjalan dibelakang wali kelasnya, tentu saja dengan Wooyoung yang masih setia memeluk erat lengannya. San sedikit melirik Wooyoung yang menatap tajam kearah orang-orang yang sedang membicarakan mereka.

San tersenyum tipis, Wooyoung sangat menggemaskan. Haruskah ia menyimpan Wooyoung didalam sakunya sekarang, San bahkan sudah tak tahan melihat tingkah lucu dari Wooyoung.


"Kalian berpacaran?"


San mengerutkan dahinya mendengar ucapan wali kelasnya itu, bagaimana bisa gurunya juga mengira jika mereka berpacaran. Benar-benar aneh, San sampai tak habis pikir.


"Bukan pak, dia saudaraku."

"Ahhh, kalian terlihat seperti sepasang kekasih soalnya. Saya jadi bingung."

"Bapak bisa saja."


Wooyoung mengerucutkan bibirnya, ia merasa kesal karena banyak orang yang terus menatap San. Kenapa mereka terus menatapnya, sangat menyebalkan.

STEPBROTHER : Sanwoo/WoosanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang