24 ⚠

6.4K 154 2
                                        

"Sanie, bagaimana dengan penampilanku tadi? apa Sanie menyukainya?"


San tersenyum tipis, ia memeluk pinggang Wooyoung dan sedikit menenggelamkan wajahnya dipahanya. Wooyoung sedang berada dikamarnya sekarang karena dia mengatakan tak bisa tidur sendirian.


"Tentu saja aku menyukainya, kamu terlihat sangat seksi tadi."


Wooyoung terkekeh pelan, ia mengelus rambut San. Sejujurnya ia masih sedikit merasa curiga pada San, tapi sikap San padanya yang tak pernah berubah membuat Wooyoung menghilangkan rasa curiganya itu.

Wooyoung sedikit mengigit bibirnya saat San tiba-tiba menjilat dan mengigit selangkangannya. Saat berdua dengan San ia hanya akan memakai atasannya saja dan tak menggunakan celana.


"Sanie..."

"Kenapa sayang?"

"He-hentikan itu geli.."

"Kamu yakin ingin aku berhenti?"


San sedikit melirik pada Wooyoung, dia tak menjawab pertanyaannya lagi. San tau jika Wooyoung tak ingin ia berhenti, San sedikit tersenyum tipis. Ia menarik celana dalam Wooyoung kebawah, membuat penis Wooyoung menegang keluar disana.

Wooyoung merasa malu sekarang karena ia menegang hanya karena San bermain lidah di selangkangannya. Wooyoung sedikit tersentak saat merasakan lidah San yang menjilat penisnya dibawah sana.

San mengulum kepala penis Wooyoung dan sedikit menjilati kepala penisnya. Dengan perlahan San memasukkan penis Wooyoung kedalam mulutnya, dan mulai menghisap kuat penisnya itu.

Wooyoung menutup mulutnya dengan punggung tangannya. Ini pertama kalinya San menghisap penis miliknya, rasanya benar-benar hangat didalam mulut San, bahkan itu terasa sangat basah karena air liur San.


"Mmhhh Saniee..."


San mulai menggerakkan mulutnya dengan berlawanan arah dengan sesekali ia menghisap penisnya. San sedikit meremas paha Wooyoung, ia juga memainkan twinsball nya disana.

Wooyoung menunduk melihat San yang sibuk mengulum penisnya dibawah sana. Dan tiba-tiba pandangan mereka bertemu, Wooyoung kembali merona melihat senyuman San disana.


"Hahhh mphhh-"


San mempercepat gerakan mulutnya, penis Wooyoung berhasil mencapai tenggorokannya sekarang. San mencoba memasukkan semua penis Wooyoung bersama dengan twinsball nya kedalam mulutnya.

Wooyoung terkejut dengan perbuatan San disana, bahkan dirinya tak pernah sampai memasukkan twinsball San kedalam mulutnya, tapi San melakukan hal tersebut. Wooyoung sedikit mendorong bahu San.


"S-sanie.. jangan lakukan-anhhh shhhh."


Wooyoung tak bisa lagi menahan desahannya karena San terus-menerus mempercepat gerakan mulutnya itu dibawah sana. Bahkan tangannya ditahan oleh San karena mendorong bahunya barusan.

San mulai merasakan penis Wooyoung yang semakin membesar didalam mulutnya, tandanya Wooyoung akan segera klimaks sebentar lagi. San terus menggerakkan mulutnya dan menghisap kuat penis Wooyoung.


"Sanhhh aku.. ak-akhhh mphhh."


San tersenyum tipis, San mulai mengeluarkan penis Wooyoung dari dalam mulutnya, ia menelan cairan kental milik Wooyoung dan menjilati sisa sperma yang masih menempel penis Wooyoung.

Wooyoung melihat San yang masih terus menjilati penisnya dibawah sana, dia bahkan mulai mengulum twinsball miliknya. Wooyoung sedikit mengigit bibir bawahnya, ia mencoba untuk mendorong San agar berhenti menjilati twinsball nya.


STEPBROTHER : Sanwoo/WoosanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang