"Apa kamu serius akan membiarkanku melakukannya?"
Wooyoung hanya mengangguk, sebenarnya ia sedikit takut untuk melakukannya karena ini kali pertamanya baginya. Tapi disatu sisi ia juga ingin merasakannya terlebih bersama San.
Wooyoung mencoba mengabaikan rasa takutnya, ia mulai melepas semua pakaiannya. Menatap San yang sedari tadi terus memperhatikannya, Wooyoung menusuk pipi San dengan jari telunjuknya.
"Sanie?"
"Hm?"
San tersenyum tipis, ia sedari tadi terus menatap Wooyoung yang sedang melepas pakaiannya. Bahkan sekarang Wooyoung sudah telanjang bulat. San memeluk pinggang Wooyoung, mengecup bibirnya.
"Sanie juga lepas pakaiannya."
"Bagaimana jika kamu membantuku untuk melepaskannya?"
Wooyoung mengangguk, ia mulai melepaskan satu persatu kancing baju San. Ia berjongkok untuk melepas celana San, tapi saat ia ingin melepas celana dalam San itu membuatnya sedikit ragu.
Wooyoung sedikit menelan ludahnya, ia menurunkan celana dalam milik San. Wooyoung membulatkan matanya terkejut saat penis San menegang dan menusuk pipinya sekarang.
San tersenyum tipis, ia sudah menegang sedari tadi, jika bisa ia ingin langsung menyetubuhi Wooyoung. Tapi itu mustahil, karena ia yakin ini kali pertama bagi Wooyoung.
"Su-sudah."
San kembali memeluk Wooyoung, ia mulai meremas bongkahan kembar milik Wooyoung dibawah sana. Nafsunya sudah benar-benar memuncak sekarang, San menciumi leher Wooyoung.
Wooyoung sedikit tersentak saat San tiba-tiba mencoba memasukkan jarinya kedalam lubang miliknya. Rasanya benar-benar aneh tapi itu juga sedikit menyakitkan.
San berhasil memasukkan kedua jarinya kedalam lubang Wooyoung, tapi ia merasa masih kurang dengan itu. San mencoba memasukkan satu jarinya lagi kedalam sana.
"Akhhh-"
"Apakah ini sakit?"
"Ung..."
"Tahanlah, jika kamu tak bisa menahannya berarti kamu tak akan bisa menerima penisku nanti."
Wooyoung menjadi semakin takut, ia mulai memeluk erat leher San, menenggelamkan wajahnya diceruk leher San. Hanya dengan jarinya saja itu sudah terasa sakit, bagaimana nanti saat penis San masuk didalamnya.
San mulai menggerakan jarinya didalam lubang Wooyoung, ini sedikit sulit karena lubangnya tak cukup basah. Seharusnya tadi ia menjilati jarinya terlebih dahulu.
"Ekk.. mmphhh-"
San mempercepat gerakan jarinya, ia tak bisa terlalu lama menahan nafsunya. San menekan jarinya untuk masuk lebih dalam dilubang Wooyoung. San meremas pantat Wooyoung.
Wooyoung merasa aneh dengan ini semua, rasanya benar-benar perih tapi disisi lain ia mulai merasakan nikmat dibawah sana, entah apa yang ia pikirkan sekarang. Tapi Wooyoung mulai menyukainya.
"Nghhh Sanhh shhh.."
San tersenyum tipis saat Wooyoung tiba-tiba mengetatkan lubangnya. Sepertinya ia sudah menemukan titik prostat miliknya. San mulai menggerakkan jarinya di titik itu.
Wooyoung sedikit mendongak, rasanya benar-benar enak, ia sungguh menyukainya. Bahkan sekarang ia merasa akan klimaks, apakah secepat itu jika melakukannya seperti ini.
"Sanhhh hahhh a-aku.. mphhh."
San terus mempercepat gerakan jarinya, ia tau jika Wooyoung akan segera mengeluarkan cairannya. Bahkan San merasa penisnya juga semakin mengeras dibawah sana karena terus mendengar desahan dari Wooyoung.
KAMU SEDANG MEMBACA
STEPBROTHER : Sanwoo/Woosan
FanfictionJung Wooyoung mengalami Brother Complex pada saudara tirinya, Choi San. Dimana Wooyoung mulai melakukan segala hal untuk bisa mendapatkan San agar tetap berada di sisinya. - San : top Wooyoung : bottom Homophobic do not interact this story. ⚠ There...
